PAMERAN SENI RUPA ANAK INDONESIA "BANGGA BUDAYA BANGSA"
Menampilkan lebih dari 100 lukisan dan instalasi karya anak-anak berbakat dan berprestasi di bidang seni rupa dari berbagai propinsi di Indonesia
Kurator: Kuss Indarto, Inda C. Noerhadi
23 Juli - 2 Agustus 2010 Pukul 10.00 - 19.00 Gedung A, B dan C
Pembukaan: Jum'at, 23 juli 2010 Pukul 15.00 WIB Oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Bapak Ir. Jero Wacik, SE
Rangkaian Acara Lomba Lukis Kolektif [31 Juli 2010 pkl.10.00 WIB] Lomba Menulis Resensi Seni Rupa Dongeng Spektakuler Demo Melukis Bersama Pemutaran Film Taman Bacaan Seni, dll
Partisipasi Komunitas Kandank Jurang Dik Doank Art for Children Sanggar Adhi Cita Sanggar Heidy Sekolah TALENTA IKatan Sindroma Down Indonesia, dll
Diselenggarakan dalam rangka memeperingati Hari Anak Nasional dan Visit Museum 2010
LOMBA MENULIS RESENSI SENI RUPA Total hadiah Rp10.500.000,00
Lomba ini bersifat terbuka bagi siswa SLTA dan yang sederajad di seluruh Indonesia
Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan daya apresiasi masyarakat di bidang seni rupa, GNI akan menggelar Lomba Menulis Resensi Seni Rupa. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong atau mewadahi minat dan potensi generasi muda dibidang penulisan popular atau jumalistik dengan melakukan kunjungan, tinjauan, pengamatan dan interpretasi terhadap peristiwa maupun karya-karya seni rupa modem dan kontemporer, seperti lukisan, patung, seni instalasi, desain, seni grafis, fotografi, kriya dll.
I. Ketentuan Lomba
- Naskah resensi dapat berupa tulisan reportase, narasi/tinjauan seni. - Tulisan merupakan karya sendiri (orisinal) dan aktual - Belum pernah dilombakan dan dipublikasikan dalam bentuk apapun. - Naskah yang dikirim ke panitia berupa softcopy, disertai CD (hardcopy). - Naskah tidak mengandung unsur SARA.
II. Prosedur
- Peserta mengadakan pengamatan langsung terhadap kegiatan pameran-pameran penting seni rupa dalam kurun waktu 3 bulan; dari bulan April sampai dengan Juni 2010 atau melalui kajian terhadap karya-karya seni rupa yang telah diterbitkan dalam buku/katalog.
- Tulisan yang dikirimkan ke panitia maksimal 2 resume (2 event) yang diunggulkannya.
- Setiap resensi ditulis minimal 2 halaman dan maksimal 5 halaman (1,5 spasi Times New Roman) di atas kertas A4 80gr.
- Bila perlu disertai data pendukung lainnya seperti foto event/karya yang menjadi obyek pengamatan.
- Biodata peserta ditulis pada lembar terpisah dari naskah resensi.
- Tulisan dikirim selambat-lambatnya tanggal 30 Juni 2010, pukul 16.00 WIB ke:
Sekretariat Panitia Lomba Resensi Seni Rupa c.q.: Iwa Akhmad S, Farida BS, Rizki AR, Afrina R
Galeri Nasional Indonesia (GNI) Jalan Merdeka Timur 14 Jakarta 10110 Telepon (021) 3848971 Facimile (021) 3813021
INFO LENGKAP HUBUNGI PANITIA
LOMBA LUKIS KOLEKTIF Galeri Nasional Indonesia 2010
HADIAH : Total Rp.6.000.000,- + Piagam penghargaan
Syarat dan Ketentuan Lomba : - Tema : "Kenali dan Cintai Negerimu ; INDONESIA" - Terbuka untuk umum siswa SD/MI/sederajat dan SLTP/MTs/sederajat, Perwakilan dari sekolah, dan Sanggar-sanggar seni rupa se-JABODETABEK dengan batasan usia SD/MI-SLTP/MTs - Alat dan teknik bebas, dengan media di atas kertas - Setiap kelompok terdiri dari 4 orang
Pendaftaran : - Selambat-lambatnya tanggal 27 Juli 2010, pukul : 12.00 wib - Panitia : Ruang Seksi Koleksi dan Dokumentasi GALERI NASIONAL INDONESIA Jl. Medan Merdeka Timur No.14, Jakarta Telp. 021-3848791, Fax. 021-3813021 cp : Farida , Rizki (085649727393)
Waktu Pelaksanaan Lomba : 31 Juli 2010, di Galeri Nasional Indonesia
30 Juni - 9 Juni 2010 Pukul 10.00 - 19.00 Gedung Pameran Temporer A
Membaca pentingnya perjalanan [identitas] sejarah seni rupa Indonesia melalui dialog/wacana penciptaan, pemikiran, pandangan dan tanggapan antar karya masa lalu dan kini.
Penyelenggara Edwin's Gallery bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
Gedung Pameran Temporer B dan C
THE DOUBLEFOLD DREAM OF ART: 2RC BETWEEN THE ARTIST AND ARTIFICER
4 - 24 Juni 2010
Dalam rangka perayaan Hari Nasional Italia (tangal 2 Juni), Kedutaan Besar Italia untuk Indonesia dan Italian Institute of Culture (Pusat Kebudayaan Italia) Jakarta, didukung oleh Italian Trade Commission (Kamar Dagang Italia) dan Biasa Artspace, dipersembahkan kepada masyarakat Indonesia sebuah pameran seni grafis: “THE DOUBLEFOLD DREAM OF ART: 2RC BETWEEN THE ARTIST AND ARTIFICER, yang dikurasi oleh kritikus seni Prof. Achille Bonito Oliva. Setelah pameran ini berkeliling di Cina di beberapa akademi seni penting disana , dan terakhir dipamerkan di Museum of Art of the Seoul National University, pameran yang bekerja sama dengan 2RC ini, akan membawa koleksi besar seniman seni grafis Italia dan seniman dari pelbagai Negara ke Indonesia, di tiga ruang pameran berbeda, antara lain di; Selasar Sunaryo Art Space, Bandung; Galeri Nasional Indonesia, Jakarta dan Sangkring Art Space , Jogjakarta. Karya-karya berbeda akan ditunjukkan di tempat yang berlainan : Seniman Italia dan seniman bersejarah dari pelbagai bangsa akan ditunjukkan di Galeri Nasional Indonesia; seniman avant garde di Selasar Sunaryo Art Space, seniman Amerika dan Inggris di Sangkring Art Space, jumlah keseluruhan karya adalah 145 karya grafis – teknis etchings, aquatints, litografi, embossing dan 8 piringan tembaga. Pemahaman penuh dari koleksi 2RC oleh karenanya hanya bisa tercapai dengan mengunjungi ke-tiga rangkaian pameran ini, dimana kesuksesan piawai pelaku seni kontemporer dan keunggulan teknik percentakan dan engraving Italia telah terbukti. Beralaskan inisiatif penting ini, kehadiran Prof. Achille Bonito Oliva, Kedutaan Besar Italia dan Pusat Kebudayaan Italia juga bermaksud menggalakkan hubungan erat antara masyarakat Italia dan sistem kesenian Indonesia.
Seniman :Pierre Alechinsky, Afro Basaldella, Max Bill, Alberto Burri, Alexander Calder, Giuseppe Capogrossi, Eduardo Chillida, Pietro Consagra, Pietro Dorazio, Lucio Fontana, Adolph Gottlieb, Renato Guttuso, Jannis Kounellis, Juri Kuper, Giacomo Manzu’, A.R. Penck, Beverly Pepper, Arnaldo Pomodoro, Gio’ Pomodoro, Pierre Soulages, Giuseppe Santomaso, Shu Takahashi, Joe Tilson, Walasse Ting, Victor Vasarely.
Kurator : Rizki A. Zaelani Peresmian : 18 Mei 2010, Pukul : 19.30 wib Diresmikan oleh : Drs. Sulistyo Tirtokusumo,MM. (Direktur Kesenian Dirjen NBSF), Mewakili Menbudpar
Pameran ini merupakan rangkaian kegiatan Galeri Nasional Indonesia yang rutin diadakan setiap dua tahun sebagai sebuah event yang selalu menarik animo masyarakat (seniman, pelajar, pemerhati seni, pecinta seni, serta umum). Pameran ini sekaligus dalam rangka memperingati 102th Kebangkitan Nasional.
Melihat pentingnya agenda ini, pada pameran ini diikuti oleh sekitar 112 perupa undangan yang terbagi dari 9 propinsi, 11 kota. (Jakarta,Bandung, Yogya, Semarang, Solo,Surabaya, Malang, Bali, Kal Sel, Kal Bar, dan Riau).
Format pameran tersebut sangat special karena para perupa menyajikan karyanya sebagai bentuk respon terhadap karya-karya maestro koleksi GNI.
Galeri Nasional Indonesia Gd. A,B,C Jl. Medan Merdeka Timur no. 14 Jakarta
Pusat Kebudayaan Perancis Jakarta dan Galeri Nasional Indonesia, mempersembahkan pameran
FUTUROTEXTILES Surprising Textiles, Design & Art
27 April - 14 Mei 2010 10.00 - 19.00 [Gedung A]
Pembukaan Selasa, 27 April 2010 - 19.00 Dibuka oleh: Bapak Jero Wacik [Menteri Kebudayaaan dan Pariwisata, Indonesia] dan Bapak Philippe Zeller [Duta Besar Prancis untuk Indonesia]
Futurotextiles merupakan pameran keliling yg menggabungkan unsur textil dgn ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Benda, aplikasi dan karya yg terinspirasi dari mimpi dan khayalan tergila, sehingga menciptakan harapan kita saat ini untuk masa depan. Futurotektiles juga sebuah perjalanan artistik, penuh permainan dan puitis dengan kreasi dari desainer ternama abad ini yg menghubungkan penelitian dgn seni. Lebih dari 50 seniman, desainer, arsitek, perusahaan, museum Prancis dan Indonesia berpartisipasi dalam pameran ini
Kurator Caroline David
GEDUNG B
TWISTED 21-30 April 2010
Menampilkan karya-karya : Muhammad Taufiq (Emte) Tiar Sukma Perdana (Cocot) Marendra Suryaningtyas (Reren)
Kurator : Ade Darmawan
Dibuka : 20 April 2010, 19.30 wib oleh Bp. Tubagus 'Andre' Sukmana (Kepala Galeri Nasional Indonesia)
Live Music Performance : Ricki Surya V. (cello) Angelica Liviana (piano) Amin (guitar solo + harmonica)
GEDUNG C
Pameran Lukisan:
THE JOY OF LIGHT AND MYSTERY Karya I Wayan Sudarsana Yansen
28 April - 9 Mei 2010 10.00 - 19.00 [Gedung C]
Pembukaan Rabu, 28 April 2010 > 19.30
Yansen adalah perupa muda otodidak kelahiran tahun 1970 yang menekuni seni lukis abstrak dengan melakukan banyak percobaan sehingga melahirkan banyak bentuk-bentuk visual baru yang inovatif.
Sepanjang Tahun 2010 Galeri Nasional Indonesia siap menggelar berbagai kegiatan seni rupa berskala Nasional dan Internasional
Galeri Nasionmal Indonesia sebagai lembaga museum khusus dan pusat kegiatan senirupa modern dan kontemporer, pada tahun 2010 ini sejalan dengan “Tahun Kunjungan Museum” sudah merancang dan menetapkan berbagi kegiatan, baik yang dilaksanakan langsung oleh manajemen Galeri Nasional Indonesia maupun melalui kerjasama dengan institusi terkait, seperti kedutaan besar negara-negara sahabat, pusat kebudayaan asing, galeri privat, asosiasi, dan komunitas seni rupa lainnya. Ruang lingkup kegiatan antara lain berupa; pameran (permanen, temporer, keliling), preservasi (dokumentasi, konservasi, restorasi), akuisisi koleksi, diskusi, workshop, lomba, pertunjukan seni, penayangan video dan bimbingan edukasi’
Tidak kurang dari 35 kegiatan pameran akan digelar sepanjang tahun 2010 di Gedung Galeri Nasional Indonesia yang akan menempati ruang-ruang pameran temporer di gedung A, B dan C. Selain itu terdapat juga kegiatan yang dilaksanakan di daerah dan luar negeri, antara lain: pameran keliling yang menampilkan koleksi pilihan Galnas dan karya pelukis setempat akan di gelar di Palembang (Sumsel) dan di Hanoi- Vietnam, sedangkan kegiatan yang berupa dialog, diskusi, workshop senirupa dan penayangan film documenter akan dilaksankan di Jakarta, Bandung, Ternate (Kupang) dan Pangkal Pinang (Bangka Beliting)
Mengawali tahun 2010 pada akhir Januari lalu telah digelar pameran foto karya fotografer dari Saudi Arabia, lantas pada pertengahan dan akhir Februari ini akan di gelar Pameran dan Penganugrahan Pewarta Foto Indonesia (Gd. C >14 Feb-7 Maret) dan Pameran Seni Visual karya para perupa yang tergabung dalam komunitas “Jakarta Art Movement” (Gd.A-B> 21-28 Feb) dilanjutkan dengan Pameran Komik ”The Comical Brothers” (Gd. A>18-28Maret). Pada tahun ini digelar pula pameran yang bersifat regular satu tahunan (annual) kerjasama dengan Pusat Kebudayaan Perancis, kali ini akan ditampilkan Pameran Seni Serat “Futurotextile” (Gd.A>22 April-14 Mei) dan pameran dua tahunan (biennale) berupa Pameran “Indonesia Art Award” kerjasama dengan Yayasan Seni Rupa Indonesia (Gd. A>17-27 Juli), serta program tiga tahunan (triennale) yaitu “The 2th Jakarta International Photo Summit”(Gd.A>15-26 Desember) yang digagas Galnas bersama Galeri Foto Jurnalistik Antara dan Dewan Kesenian Jakarta.
PAMERAN BESAR SENI RUPA INDONESIA 2010 MANIFESTO "PERCAKAPAN MASA"
19-31 MEI 2010
Kurator : Rizki A. Zaelani Peresmian : 18 Mei 2010, Pukul : 19.30 wib Diresmikan oleh : Drs. Sulistyo Tirtokusumo,MM. (Direktur Kesenian Dirjen NBSF), Mewakili Menbudpar
Pameran ini merupakan rangkaian kegiatan Galeri Nasional Indonesia yang rutin diadakan setiap dua tahun sebagai sebuah event yang selalu menarik animo masyarakat (seniman, pelajar, pemerhati seni, pecinta seni, serta umum). Pameran ini sekaligus dalam rangka memperingati 102th Kebangkitan Nasional.
Melihat pentingnya agenda ini, pada pameran ini diikuti oleh sekitar 112 perupa undangan yang terbagi dari 9 propinsi, 11 kota. (Jakarta,Bandung, Yogya, Semarang, Solo,Surabaya, Malang, Bali, Kal Sel, Kal Bar, dan Riau).
Format pameran tersebut sangat special karena para perupa menyajikan karyanya sebagai bentuk respon terhadap karya-karya maestro koleksi GNI.
Galeri Nasional Indonesia Gd. A,B,C Jl. Medan Merdeka Timur no. 14 Jakarta
SAUDI PHOTOGRAPHY ART EXHIBITION
21 - 29 Januari 2010 Menampilkan karya-karya : Attahllah M.Sulaiman Al-Hoeiti; Owyed H.Al-Owyed; Sulaiman M.Ahamd Asseiry; Abdul Latif Ibrahim Al-Obaida
Gedung A (Utama) Galeri Nasional Indonesia
Kerja sama : Kedutaan Besar Saudi Arabia dengan Galeri Nasional Indonesia
Pameran Koleksi Pilihan Galeri Nasional Indonesia COMMEMORATION
Dibuka : 17 Desember 2009, pukul 19.00 wib Oleh : Jim Supangkat (Kurator Internasional) Kurator : Kuss Indarto
Pameran ini menampilkan karya-karya perupa dari Eropa, Asia dan Indonesia, antara lain;Wassily Kandinsky (Rusia), Hans Hartung (Jerman), Victor Vassarely (Hongaria), Sonia Delauney (Ukraina), Piere Soulages (Perancis), Zao Wou Ki (China),Pacita Abad (Filipina),Reddy G.Ravinder (India),Belkis Ayon (Cuba),Popo Iskandar, Heri Dono, Hanafi, Suklu (Indonesia)
Pameran berlangsung : 17 Desember - 10 Januari 2009 di Gedung A (Utama) Gedung/Galeri B
I WAYAN SUJA SOLO EXHIBITION M y t h i c a l B e a u t y
Dibuka : 10 Desember 2009, Pkl : 19.30 wib
10-20 Desember 2009 Kurator : Rizki A. Zaelani & Hardiman
Pameran ini diselenggarakan Andi's Gallery bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
PATHWAYS: Works by Indonesia and Thai Artists (Collection of Indonesia National Gallery, Jakarta & The National Gallery, Bangkok)
25th of November until 20 th of December 2009
National Gallery Bangkok, Thailand, Chao Fa Rood Rattanakosin District, Bangkok 10200, Thailand
Curator : Rizki A. Zaelani & Alongkorn Chansuk
Total of Artworks: 18 collections of Indonesia National Gallery and 7 works by Thai Artists
Collections of Indonesia National Gallery are works by: Affandi, S. Sudjojono, Widayat, Amri Yahya, A. Sadali, Popo Iskandar, Mochtar Apin, Ivan Sagita, Irsam, Sutjipto Adi, Tisna Sanjaya, A.Y. Kuncana, Dwijo Sukatmo, Dede Eri Supria, I Gusti Ngurah Nurata, Rustamaji, Setiawan Sabana, dan Nunung W.S. Collections of Indonesia National Gallery are works by: Iken Yimsisri, Prayura Uluchada, Manit Pooaree, Chaung Moolphinit, Nonthivathn C, Itihipol Thangchalok, Sivadol Sitipol
This 2009 International Cooperation Exhibition in Thailand forms a part of the series from cooperation exhibition program held by Indonesia National Gallery with art institutions abroad/international. This program is also implementation of the resolution agreement on Asian Art Museum Directors’ Forum in Beijing, China in 2006. The international exhibition has been started since 2007 at the National Art Gallery, Malaysia and in 2008 at the National Museum of the Philippines
Gallery Talk: 26th of November 2009, at 10.00 – 15.00 (local time)
Pameran ini menampilkan 18 karya koleksi Galeri Nasional Indonesia dan 7 karya koleksi National Gallery Bangkok; INDONESIA: Affandi, S. Sudjojono, Widayat, Amri Yahya, A. Sadali, Popo Iskandar, Mochtar Apin, Ivan Sagita, Irsam, Sutjipto Adi, Tisna Sanjaya, A.Y. Kuncana, Dwijo Sukatmo, Dede Eri Supria, I Gusti Ngurah Nurata, Rustamaji, Setiawan Sabana, dan Nunung W.S. THAILAND : Iken Yimsisri, Prayura Uluchada, Manit Pooaree, Chaung Moolphinit, Nonthivathn C, Itihipol Thangchalok, Sivadol Sitipol
Pameran Kerjasama Internasional tahun 2009 di Thailand ini merupakan bentuk rangkaian kegiatan pameran kerjasama yang diselenggarakan oleh Galeri Nasional Indonesia (GNI) dengan lembaga seni rupa di luar negeri/ internasional. Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari resolusi yang disepakati pada ASIAN Art Museum Director’s Forum, Beijing, China 2006. Pameran kerjasama internasional sudah dimulai sejak tahun 2007 di National Art Gallery, Malaysia dan tahun 2008 di Museum Nasional Filipina.
Pembukaan: 4 September 2009 Pkl 18.00 WIB Diresmikan Oleh, Ibu Dian M.Soedarjo
Pameran 4 - 16 September 2009 Pukul 10.00-19.00 WIB
'Alam' merupakan tema yang bersejarah dalam khasanah penciptaan karya2 seni rupa dan menjadi kesadaran yg paling primal manusia tenatng keberadaan dirinya di dunia. Pameran ini setidaknya memperlihatkan ragam manifestasi artistik yang bersumber dari ekspresi sikap manusia (para perupa) mengenai alam....
HIBAH LUKISAN KEDUTAAN BESAR ARGENTINA KEPADA GALERI NASIONAL INDONESIA Waktu : Kamis, 12 November 2009 Tempat : Galeri Nasional Indonesia Jl.Medan Merdeka Timur No.14 Jakarta
Tepat pukul 11.00 WIB, Kamis 12 November 2009 bertempat di Gedung VIP Galeri Nasional Indonesia berlangsung acara hibah lukisan dari Kedutaan Besar Argentina (Argentine Embassy) kepada Galeri Nasional Indonesia. Hibah tersebut berupa lukisan karya JORGE CANALE ('Ozonospyral934PS', 100x100cm,accrylic on canvas, 2008). Pada kesempatan ini, karya tersebut langsung diserahkan oleh Mr. Sebastian Juan Palou (Deputy Head of Mission of the Argentine embassy) dan diterima langsung oleh Drs. Tubagus 'Andre' Sukmana (Kepala Galeri Nasional Indonesia).
Karya Jorge Canale tersebut merupakan salah satu bentuk perhatiannya pada persoalan lingkungan hidup yang lebih cenderung mengekspose problematika global lingkungan hidup yang semarak khususnya tentang kerusakan alam dalam “hujan asam” yang kita hadapi saat ini yang didukung pengetahuan dan pengalamannya tentang arsitektur dan desain. Karya-karyanya diciptakan melalui konsep “project” yang sebelumnya didahului dengan riset dokumenter yang matang yang terdukung oleh keterikatan emosionalnya terhadap tema tersebut. Di akhir bulan Mei, tepatnya 25 Mei - 7 Juni 2009 yang lalu ia berpameran tunggal di Galeri Nasional Indonesia.
Perwakilan Kedubes Argentina dan Kepala Galeri Nasional Indonesia berfoto bersama di depan lukisan yang dihibahkan.
Dari kiri ke kanan : Kasubbag TU GNI, Mr. Sebastian J. Palou, Kepala GNI, dan Kepala Sie Koleksi & Dokumentasi GNI
The Living Legends & Highlight of Edwin Rahardjo's Collection
Kurator: Suwarno Wisetrotomo &Farah Wardani
Pembukaan: 12 Agustus 2009 Pkl.19.00 Oleh Bpk. Oei Hong Djien
Pertunjukan Musik oleh De Equatorial Ensemble
Pameran: 12-26 Agustus 2009 10.00 - 18.00 [Gedung A dan B]
Seminar: 13 Agustus 2009 > 14.00 "SURVEY TREND SENI RUPA KONTEMPORER ASIA YANG SUKSES DI DUNIA INTERNASIONAL" Pembicara: Agung Hujatnikajenong & Eddy Soetriyono
Kegiatan ini menandai 25tahun eksistensi Edwin's Gallery (1984-2009)
INDONESIA ART EXPOSITION 2010 MANIFESTO: "PERCAKAPAN MASA"
19-31 MAY 2010 at 10.00 – 19.00 A, B, and C Buildings
This
is a biennale exhibition at Indonesia National Gallery, after MANIFESTO
2008 as the beginning. It displayed works by 112 artists from 9
provinces (+ 11 cities) across Indonesia, consists of paintings,
sculptures, video art, and installation art. The theme “Percakapan
Masa” represents various visual reflections of dialogue experience
between artists these days with their predecessor whose works has
become important collections of Indonesia National Gallery.
This
exhibition is held to commemorate 102nd National Awakening as well as
welcoming Visit Museum Year 2010 also to celebrate International Museum
Year 2010.
Curator : Rizki A. Zaelani Co-Curator: A. Rikrik Kusmana
Along with the opening ceremony of this exhibition, Post Event Catalogue: Indonesia Art Exposition 2008: MANIFESTO was launched.
Note: All exhibition’s artists and partners can get the above catalogue for free at our office every day at work time.
Pembukaan Selasa,28 Juli 2009 > 19.00 Festival 29 Juli - 9 Agustus 2009 10.00-20.00 [Gedung A dan C ]
Menampilkan video karya seniman dari 30 negara + presentasi khusus dari CCF, Goethe Institut Jakarta, CologneOFF (Germany). Acara: pameran, pemutaran, diskusi, workshop, dll. Info Lengkap:www.okvideofestival.org
Kurator : Aminuddin TH Siregar
Penyelenggara: ruangrupa didukung Galeri Nasional Indonesia
Pada pameran kali ini Sonny Eska (Kelahiran Jakarta, Juni 1955) memunculkan wajah-wajah dalam berbagai ekspresi dan simbolisasi. Visualisasi wajah-wajah merupakan wujud dari monolog sang perupa atas pengamatan dan pengalaman empiriknya terhadap serbuaan fenomena wajah dalam berbagai image dan artifisial secara personal maupun dalam konteks persoalan sosial.
Kurator : Merwan Yusuf
Penyelenggara: Dunia Arts bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
BASOEKI ABDULLAH : FAkta & Fiksi [Lukisan, Memorabilia, Video Dokumentasi]
26 Juni - 5 Juli 2009 10.00 - 19.00 [Gedung A]
Dalam pameran yg menghadirkan lukisan potret, figur, pemandangan alam, mithologi dan spiritual serta spirit kebangsaan ini tergambar pembauran antara fakta dan fiksi. Ia menjadi pencerita yg khas dan brilian. Karyanya memenuhi kebutuhuan "antara"; antara rekreasi intelektual dan rekreasi visual, antara rekreasi kecantikan dan rekreasi kecerdasan, antara rekreasi erotis dan rekreasi hermeneutis
Kurator : Mike Susanto
Program acara: 30 Juni 2009, 09.30 WIB Lomba Lukis Tingkat SD se DKI Jakarta Gedung Serbaguna GNI
29 Juni 2009, 09.30 WIB Diskusi : Pembicara; Agus Dermawan T, M Agus Burhan, Merwan Yusuf dan Mikke Susanto di Museum Basoeki Abdullah, Jl. Keuangan Raya 19 Cilandak Barat, Jaksel
Penyelenggara: Museum Basoeki Abdullah bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
Materi karya dihimpun dari Museum Basuki ABdullah, Galeri Nasional Indonesia, Museum Istana Kepresidenan Republik Indonesia (berbentuk duplikasi), Museum Kebangkitan Nasional, Museum Basoeki Abdullah, Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta, Museum dr. Oei Hong Djien, koleksi Keluarga Setiawan Djodi.
Menyajikan seni gambar dalam berbagai mediun dan dan wacana penciptaan yang eksploratif. Buah karya sekitar 53 perupa dari jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali, dll.
Kurator : Asmudjo J. Irianto & Hardiman
Penyelenggara: Andi's Gallery bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia.
Pameran ini akan dilanjutkan pada tanggal 28 Juni - 26 Juli 2009 di Andi's Gallery, Jl. Tanah Abang 4/14 Jakarta 10160
From June 6 until June 12 10 am - 8 pm [A Building]
Feature 30 statues and 19 reliefs of the grandfatherly pot-bellied figure. In the hands and imagination of master potter F. Widayanto, Semar, the wisest character in Javanese mythology, could be anything. Anything that in the end boils down to the ancient wisdom of who holds the highest power of all: The people.
"Semar, in my mind, existed and was real and alive throughout time, and he existed for all nations and cultures," he says. Semar appears as a surrealist painter in Dali Mania. He becomes an Egyptian king in King Izmy, and a Greek god in Zeus Mar. The usually serene image of Semar gives way to a certain smugness in Belly Dragon, or pensiveness in Moody Blue.
But it was not an easy task to develop these reinterpretations of the mythical figure who always shows up last in wayang puppet performances, offering words of wisdom. The artist says it took him 13 years to grasp the essence of this character.[The Jakarta Post,Jakarta]
Organized by F. Widayanto Studio with Indonesia National Gallery
Pameran ini menampilkan sosok semar dalam berbagai bentuk,simbol, gaya, ekspresi,aksesoris yang digarap secara cermat dan artistik. Semar yang merupakan putra Sang Hyang Wisesa atau dalam filosofi budaya Jawa juga disebut Badranaya memiliki karisma yang kuat untuk memberi tauladan agar selalu ingat terhadap Sang Pencipta, menyayangi sesama umat, serta menegakan keadilan dan kebenaran di bumi. Semar dikenal memiliki anugerah mustika manik astagina yang memiliki delapa daya, yang membuat dirinya tidak pernah lapar, mengantuk, jatuh cinta, bersedih, merasa capek, sakit, serta tidak pernah kepanasan dan kedinginan.
Selain keramik 30 Semar karya F Widayanto juga ditampilkan wayang kulit dan wayang golek Semar koleksi Greg Churchil
Pameran diselenggarakan F Widayanto Studio bekerjasma dengan Galeri Nasional Indonesia
Jorge Canale adalah seniman serba bisa. Selain sebagai pelukis, ia juga dikenal sebagai arsitek, desainer yang pernah belajar drawing dan engraving. Karya-karyanya antara lain terpublikasikan pada The Swiss Annual Graphis dan The Japanese Idea and The English Modern Publicity.[www.jorgecanale.com.ar]
Pameran ini sekaligus merayakan Hari Kemerdekaan Argentina yang 199 tahun.
Penyelenggara: Keduataan Besar Argentina di Jakarta bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
This exhibition displays works of contemporary young artists with ilfe that can not be sparated from video or internet, artist who always ask about the meaning of drawing but in a different way from senior artist. Art work, humor, science crossing will be presented in the exhibition through varieties of work which will open our eyes on drawing in every shape and aspect.
Curator: Michael Nuridsany
Centre Cultural Francais, Jakarta and Indonesia National Gallery
Pembukaan Festival Le Printemps Français dengan Pameran Gambar« Ligne à ligne »(dari GARIS ke GARIS)
Kurator Michel Nuridsany
Selasa, 5 Mei 2009 Pukul 19.00 di Galeri Utama [Gedung A]
Pameran: 6 - 16 Mei 2009 Pukul 10.00 - 19.00
Pameran ini menampilkan karya seniman Indonesia dan Prancis masa kini dengan kehidupan yang tak lepas dari video atau internet, seniman-seniman yang selalu mempertanyakan makna gambar namun dengan cara yang berbeda dari para seniman senior.
Seniman muda ini mencoba untuk keluar dari bingkai, menggambar dengan kapur di atas lantai, menggunakan lampu neon untuk menciptakan berbagai macam bentuk yang menghiasi sebuah tembok, menggunakan cat semprot untuk membuat grafiti di berbagai tempat. Mereka menggantung gambar di atas tali menggunakan penjepit pakaian, mengirim gambar kartun melalui ponsel.
Dalam waktu bersamaan juga ditampilkan karya Instalasi Makanan « Mirelaridaine » karya Délphine Bailleul
Penyelenggara: Pusat Kebudayaan Perancis bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
GEDUNG C
Pameran Seni Visual
BOHEMIAN CARNAVAL
6 - 17 Mei 2009 [Ruang Pameran Temporer C]
Kurator : Farah Wardani
Menampilkan karya perupa: Daniel Timbul C K, G Prima Puspita Sari, Gintani Tria Swastika, Hendra Blankon Priyadhani,Hardiana, Herry Sudiono, Irwanto lentho, Nanang Kelik, Raeayyah Diana Capunk, Rona Narendra, Rudy Aceh, Rully Adi Permana, Sigit Bapak H, Teguh Hariyanto, Toto Nugroho, Wisnu Auri, Yudha
Penyelenggara : ART Venture bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
Galeri Nasional Indonesia menggelar program 2 tahunan (Biennale)
PAMERAN SENI RUPA NUSANTARA 2009 "MENILIK AKAR"
[Melibatkan 99 Perupa dari 21 Provinsi yang menampilkan karya lukisan, gambar,patung,keramik, grafis, video dan instalasi]
Kurator: Kuss Indarto
Pembukaan: 19 Mei 2009 Pukul 19.30 WIB Disertai Peresmian Ruang Pertunjukan (Audio-Visual) Galeri Nasional Indonesia, Penayangan Video Art dan Penyerahan Hibah Lukisan karya Kolektif Anggota "Sanggar Bumi Tarung"
Pameran: 20 - 31 Mei 2009 10.00 - 19.00 WIB Gedung A dan B
Rangkaian Acara: Rabu, 20 Mei 2009 Pukul 10.00 WIB Diskusi: SENI RUPA SEBAGAI KARIER: MENEROPONG PERUPA MUDA INDONESIA Pembicara: Alia Swastika, Kuss IndartoPenaggap: Jim Supangkat (Kerjasama dalam rangka peringatan 5th Majalah'Visual Arts")
Setiap hari :24-31 Mei 2009 pukul 11.00 dan 15.00 (tentatif) Penayangan Video Screening Pilihan (Kerjasama:Ruang Rupa)
Sabtu, 23 Mei 2009 Pkl. 10.00 LOMBA LUKIS KOLEKTIF. Terbuka untuk siswa SD, SLTP, Sanggar Seni Se Jabodetabek. Tema: Kenali dan Cintai Negerimu, INDONESIA. Hadiah Total Rp. 11.500.000,- untuk 4 Kelompok.
Pembukaan: 16 April 2009 Pukul 19.00 WIB Oleh Mr.William P. Tuchrello (Field Director Library of Congress USA)
Pameran: 17 - 24 April 2009 Pukul 10.00 - 19.00 WIB Gedung A (Utama)
Bersama Pameran diluncurkan buku: "ELEGI ARTISTIK tentang NASHAR dan Lukisan-lukisannya" Editor: Agus Dermawan T Penulis: Agus Dermawan T, Ajip Rosidi, Baharuddin M.S., Bambang Bujono, Efix Mulayadi, Gunawan Mohamad, Maruli Topbing, Moeljanto D.S., Popo Iskandar, Putu Wijaya, Roy Rizal, Sudarmadji.
Penyelenggara ASPI (Asosiasi Pencinta Seni Indonesia) bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
This exhibition displays subject matters of women's face in every expression dan dimension representing lifestyle's phenomenon in this globalization era. Visualization of the works is completed throught realist-photographic technique by combining plastic and imaginary space.
Yaya Sukaya (born in Tasikmalaya- West Java, 1954).Graduated from Bandung Istitute of the Technology, Faculty of Fine Art, 197. He is teaching staff of the Indonesia University of Education, Bandung- West Java.
Pameran ini menampilkan subjek-matter wajah-wajah perempuan dalam berbagai dimensi dan ekspresi yang merepresentasikan fenomena gaya hidup di era gobalisasi saat ini. Visualisasi karya diselesaikan melaui teknik realis fotografis dengan memadukan ruang-ruang plastis dan imajiner.
Yaya Sukaya,Lahir di Tasikmalaya, 1954,menyelesaikan pendidikan S1 di FSRD ITB (1977) dan S2 di UPI Bandung. Saat ini sebagai Staf Pengajar di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.
Qi Zhilong Back to Sense Perception after Political Pop
ARTIST RECEPTION Wednesday, March 4, 2009 07.30 pm Indonesia National Gallery (Hall A)
Exhibition will be held until March 13, 2009 Exhibition Hours 10 am - 6 pm
The works by this artist, along with the works by Wang Guangyi, signify the influence of both communism and consumerism on the changes that are taking place in China. The eminent curator Li Xianting calls this a symptom of 'olitical Pop, Qi Zhilong's trademarks, which would serve as the icon for this tendency, are images of beautiful women in Mao-style uniform. Qi Zhilong is not a mere sign of the local in the development of the Chenese contemporary art. The exhibition "Mao Goes Pop" in 1996 has been noted for its thrust for the Chinese artists to the international forum.
Presented by cp foundation and indonesia national gallery
Karya-karya pelukis Qi Zhilong, bersama karya-karya Wang Guangyi tercatat menjadi tanda gesekan komunisme dan konsumerisme pada perubahan China. Kurator terkemuka Li Xianting menyebutnya gejala “Political Pop”. Ciri Qi Zhilong yang menjadi ikon kecenderungan ini adalah perempuan-perempuan cantik dalam seragam Mao. Qi Zhilong bukan sekadar tanda lokal dalam perkembangan seni kontemporer China. Pameran bertajuk “Mao Goes Pop” pada 1996 tercatat memunculkan seniman-seniman China ke dunia internasional.
Pameran ini meneruskan program lanjutan CP Biennale I, 2003 di Galeri Nasional yang melibatkan seniman-seniman China Avant Garde. Diselenggarakan oleh CP Foundation, Jakarta bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
7-17 Januari Pameran “Bandung Art Now Exhibition” Kurator: Aminudin TH/Heru Hikayat Kerjasama: Langgeng Gallery
21-31 Januari Pameran Lukis “Sepuluh Ganesa” Kerjasma: Studio Jeihan, Alumni FSRD ITB, USAKTI
6-27 Februari ”Jakarta Biennale 2009” Kurator: Agung H/Ade Dermawan Kerjasama: Dewan Kesenian Jakarta
4-14 Maret Pameran karya Qi Zhilong Kurator: Jim Supangkat Kerjasama: CP Foundation
16-24 April Pameran "Elegi Artistik" karya Nashar Kurator: Agus Dermawan T Kerjasama: Emmitan Fine Art Gallery, ASPI
4-16 Mei Pembukaan Festival Le Printemps Prancais dan Pameran Gambar "Ligne a ligne" Kurator: Michel Nuridsany Kerjasama: Pusat Kebudayaan Perancis (CCF)
19-31 Mei Pameran Seni Rupa Nusantara "Menilik Akar" Kurator: Kuss Indarto Penyelenggara: GNI
5-12 Juni Pameran Keramik F Widayanto "Semarak 30 Semar" Kerjasama: Gallery F Widayanto
16-24 Juni Pameran Indonesia Contemporary Drawing Kurator: Asmudjo J. Irianto Kerjasama: Andi’s Gallery
26 Juni - 5 Juli Pameran Tunggal Maestro Seni Lukis Indonesia _R. Basuki Abdullah: Fakta dan Fiksi Kurator: Mike Susanto Kerjasama: Museum Basuki Abdullah
9-23 Juli ( Batal ) Pameran Patung karya Nyoman Nuarta Kurator: Jim Supangkat Kerjasama: Studio Nu-Art Bandung
28 Juli – 9 Agustus Pameran OK Video; "COMEDY" Kurator: Aminudin TH. Siregar Kerjasama: Ruang Rupa
12-30 Agustus Pameran Seni Rupa ”25th Edwin's Gallery: "The Living Legends" Kurator: Suwarno Wisetrotomo & Farah Wardani Kerjasama: Edwin’s Gallery
4-14 September Inonesian-Chinese Contemporary Art : NEXTNATURE Kurator: Rizki A Zaelani Kerjasama: Venessa Art Link
16-28 Oktober Pameran Bersama "Common Sense" ; Ekspresi Senirupa dan Sikap Budaya > Kurator: Rizki A Zaelani Penyelenggara: GNI
1-15 November Pameran karya FX. Harsono Kurator: Hendro Wiyanto Kerjasama: Langgeng Gallery
25 November - 6 Desember Pameran karya Made Wianta Kurator: Kerjsama: O-house Gallery
16 Des-15 Januari 2010 Pameran Kerjasama “Indonesia-Philipina” Kurator: Rizki A Zaelani dan Patrick Flores Penyelenggara: GNI dan Museum Nasional Philipina
GEDUNG B (GALERI B)
4 - 24 Februari "Jakarta Biennale 2009" Kurator: Agung Hujatnika, Ade Darmawan Kerjasama: Dewan Kesenian Jakarta
5 - 29 Maret Pameran Seni Visual Mexico-Indonesia "Latitudes in Transite" Kurator: Maria Ortiz dan Farah Wardani Kerjasama: Kedubes Mexico di Jakarta
19 - 31 Mei Pameran Seni Rupa Nusantara "Menilik Akar" Kurator : Kuss Indarto Penyelenggara: GNI
12 - 30 Agustus Pameran Seni Rupa "Highlight of Edwin Rahardjo's Colection" Kurator: Farah Wardani Kerjasama: Edwin's Gallery
27 Oktober - 8 November Pameran Seni Visual Karya: Mella Jaarsma Kerjasma: Cemeti
22 - 30 November Pameran Lukisan Terbaik Karya Siswa SLTP. Kerjasama: YSRI
8 - 20 Desember Pameran Tunggal I Wayan Suja Kurator : Hardiman, Rizki A Zaelani Kerjasma: Andi's Gallery
GEDUNG C (GALERI C)
4-26 Februari ”Jakarta Biennale 2009: ARENA" Kurator: Agung H/Ade Dermawan Kerjasama : Dewan Kesenian Jakarta
12-24 Maret Pameran Lukisan Yaya Sukarya "Close Up" Kurator: Chandra Johan Kerjasama: Galeri Bergerak
6-17 Mei Pameran Bohemian Festival Kurator: Farah Wardani Kerjasama: Arts Venture
25 Mei-7 Juni Pameran Lukisan Argentina Karya Jorge Canale Kerjasama: Kadubes Argentina, Jakarta
10 - 22 Juli Pameran Lukisan Karya Soni Eska Kurator : Merwan Yusuf Kerjasama: Dunia Art
28 Juli – 9 Agustus Pameran OK Video "Comedy" Kurator: Aminudin TH. Siregar Kerjasama: Ruang Rupa
19-26 Agustus iClick.IVAA Launching of Online Archive & Multimedia Data Exhibition. Kerjasama: IVAA
Tanggal 27Oktober- 8 November Pameran karya Mella Jaarsma Kurator: Kerjasama: Cemeti
12-22 November Pameran Tunggal I Made Alit "Tangenan" Kurator: Hardiman
26 November - 6 Desember Pameran Tunggal karya Jerry Thung "Eastern Wisdom" (Eroticism) Kerjasama: ArsLonga Gallery
21- 31 Januari 2009 Pukul 10.00-19.00 [ Gedung A ]
Menampilkan karya 7 pelukis senior : Jeihan, Yususf Affendi, Wisaksono,Dan Hisman, Erna G Pirous, Chairin Hayati, He'yi Mamun. Melalui pameran ini mereka ingin mencoba menawarkan sudut pandang pembacaan konsep karya seni dari pendekatan sosial-budaya masyarakat Sunda, khususnya Bandung.
Pameran terselenggra atas kerjasama Galeri Nasional Indonesia dengan Studio Jeihan, Alumni Seni Rupa ITB dan UNSAKTI
Mempresentasikan perkembangan terkini dari praktik seni rupa di Bandung. Menampilkan karya-karya dari 26 perupa dengan berbagai idiom: instalasi, seni video, seni obyek, printmaking, drawing, keramik dan lukisan.
Pembukaan: Rabu, 7 Januari 2009 pukul 19.30 WIB
Pameran: 18 - 17 Januari 2009 pukul 10.00 - 19.30 WIB [ Gedung A ]
Interior Design as a Contemporary Art Medium in Germany
object, instalation, video dan photography
October 23 - November 30, 2008 10.00 - 7.00 pm [ Hall C ]
Where does 'design' and? Where does'art'begin? What connects the two? This border between art and design, as unclear as it is fascinating, has been explored by 26 German and 2 Indonesian artist whose work is Come-In. The results, sometimes peculiar, sometimes irritating, sometimes playful and ironic, always challeng and inspire both art and design.
Organized by : Goethe Institut, Institut fur Auslandsbeziehungen (ifa), Galeri Nasional Indonesia and Kompas URBANA
Desain Interior sebagai media seni kontemporer di Jerman
obyek, instalasi, video dan foto
28 Oktober - 30 November 2008 Pukul 10.00 - 19.00 Hall C (Galeri C)
Dimana batas akhir desain? Dimana seni dimulai? Apa yang menghubungkan keduanya? Batas yang kabur sekaligus juga mengagumkan antara seni dan desain inilah yang ditampilkan dalam karya-karya 26 seniman muda Jerman dan dua seniman Indonesia. Hasilnya tercipta obyek-obyek yg aneh, kadang membingungkan, penuh permainan dan ironis, tetapi selalu menantang dan memberikan inspirasi. Itulah Seni dan Desain
Penyelenggara : Goethe Institut, Institut fur Auslandsbeziehungen(ifa) bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia dan Kompas URBANA
Pameran Lukisan
dreamkarya Zhao Chun (China)
Pembukaan : 7 November 2008 pukul 19.30 WIB
Pameran berlangsung hingga 16 November 2008
Zhao Chun, kelahiran Liao Ning-Shenyang- China 1970. Lulusan Lu Xun Academy of Fane Art dan Wakil Ketua Oil Painting Committee, Hong Kong International Art Academy. Menampilkan model gadis China dengan busana dan asesoris khas dam eksotis yang divisualisasikan secara realis dan ekspresif.
Penyelenggara : Handoko Art, LEREP kampung seni bekerjasma dengan Galeri Nasional Indonesia. Media Partner, VISUAL ARTS Magazine
Galeri Nasional Indonesia bekerjasama dengan National Museum ofThe Philippina menggelar pameran bersama,
"HARAPAN: Facing Possibilities in Indonesian and Philippine Modernities"
28 Oktober - 23 November 2008 National Museum of The Philippine P.Burgos St, Manila
Pameran ini menampilkan 15 karya perupa Indonesia koleksi Galeri Nasional Indonesia [Affandi, S Sudjojono, Basuki Abdullah, Hendra Gunawan, Otto Djaya, Srihadi Soedarsono, Dede Eri Supria, Ivan Sagito, dll), serta 15 karya perupa Filipina koleksi Museum Nasional Filipina.
Kurator : Rizki A. Zaelani, M. Agus Burhan dan Patrick D Flores.
Terwujudnya pameran ini sebagai implementasi dari Resolusi pada pertemuan tahunan “ASIAN Art Museum Director’s Forum” yang dilaksanakan di Beijing-China (2006) dan Singapore (2007) dalam hal pertukaran program dan kolaborasi diantara museum seni yang bermanfaat bagi pengembangan dan kemajuan senirupa di kawasan Asia.
Pada tahun 2007 Galeri Nasional Indonesia bekerjasma dengan Balai Seni Lukis Negara (National Art Gallery of Malayasi) melaksanakan Pemeran serupa "TITIAN MASSA" di Kuala Lumpur dan Pameran "JEJAK" di Jakarta.
16 Oktober - 1 November 2008 pukul 10.00 - 20.00 [Galeri A]
Dolorosa Sinaga (55) adalah salah satu pematung Indonesia yang dikenal piawai dalam menerjemahkan anatomi tubuh manusia (figur) ke dalam bentuk karya patung yang diwujudkan dalam berbagai medium, seperti lempung dan perunggu. Pada pameran kali ini ia menawarkan sebuah konsep baru, yakni memanfaatkan medium palstik, maka segera terlihat karakter dan kekhasan tekstur yang dimunculkan. Karyanya seperti biasa masih tetap mengusung tema tentang ketokohan, kesahajaan, dan kemanusian.
Pameran terselenggara atas kerjasama Langgeng Gallery, Somalaing Studio dan Galeri Nasional Indonesia
Pameran Lukisan dan Patung "LOMBOK DALAM EKSPRESI" Karya,H.M.Tarfi Abdullah, Tarfi Hidjaz, Agus FN, Joko Prayitno,Syamsul Makruf, Esti Ebhi Evolisa, Satar Tacik, Tonie Moersajid,I Nengah Kisid, Soewito Moekarni.
20 - 27 Oktober 2008 10.00 - 19.00 [Galeri B]
Terselenggara atas kerjasama Tamam Budaya Propinsi Nusa Tenggara Barat dengan Galeri Nasional Indonesia
Born in Luoyang (1968), Henan Province, China. Lives and works in Beijing.
He is a self-taught photographer who is currently living and working in Beijing. His work uses repetitive motifs, in the form of faces in black and white or flies' legs, built into large formations to accumulate a sense of a whole. His work has been shown widely in recent years, including at Marella Gallery, Beijing, Miele, Switzerland, and at the Victoria & Albert Museum, London.
Organizer: Vannesa art link and Indonesia National Gallery
Bai Lilou, kelahiran Luoyang, provinsi Henan-China, 1968. Saat ini ia tinggal dan berkarya di Beijing. Karya-karya Bai Yiluo berupa patung, fotografi, lukisan dengan pilihan warna hitam-putih yang umumnya merupakan konfigurasi dari potongan foto berbagai wajah yang di tuangkan dalam berbagai bentuk dan media.
Pameran ini diselenggarakan oleh Vannesa art link bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia.
Pameran Lukisan DIROT KADIRAH : Negeri Para Pejuang
7-11 Oktober 2008 10.00-19.00 WIB Galeri A
Dirot Kadirah, kelahiran Indramayu-Jabar, 1972 adalah sorang perupa otodidik yg sempat belajar pada Sudarso dan hidup berkarya di Bali. Karya2nya banyak mengusung tentang kehidupan nelayan yang dituangkan dalam berbagai teknik dan visualisasi bentuk.
Pameran terselenggara atas kerjasama Yayasan Manungal Karsa Nusantara dengan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
Diselenggarakan oleh O house Gallery bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
JAKARTA 32°C
ruangrupa & Komplotan Jakarta 32°C mempersembahkan : Pameran • Penghargaan Khusus • Workshop • Pemutaran Film • Artist’ Talk • Performance Art
Pameran : 17 – 29 Agustus 2008
11. 00 – 20.00 ( terbuka untuk umum ) Galeri Nasional Indonesia [Galeri C]
Menampilkan 40 karya visual mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta dan presentasi Khusus dari 8 seniman muda ibukota : AP Bestari – Arief Rachman – Bertus - Bujangan Urban – Eko Bintang – Lily Adi Permana – Maulana “Adel” Pasha – Marendra “artignore”
Artist' Talk : 19 Agustus 2008/ Pkl 16.00 Presentasi Workshop: 21 Agustus 2008/ Pkl 16.00 Pemutaran Film: 23 Agustus 2008/ Pkl 16.00 Performance Art : 27 Agustus 2008/ Pkl 16.00
Penutupan dan Pengumuman 5 Karya Terbaik 29 Agustus 2008 pkl 19.00 Dimeriahkan oleh: Racun Kota, Pilox Api, Kunokini, Kapitalindo, The Modest, Denial, Vusual by Superdificial Agent
On May 21, the Indonesian art world celebrated the centennial of National Awakening with a grand opening of what was perceived to be a grand exhibition.
Over 350 artists from major cities were featured in the exhibition. Curator Jim Supangkat said the only condition for participation was that the artist had been acknowledged -- whether by his or her community or through a history of participation in exhibitions.
The opening was crowded, with punters enjoying meeting both friends and artists. Through the layers of the crowd, the exhibition looked good, even in the eyes of critics. A spirit of togetherness was palpable. It was as if an exhibition of this scale was something that many had been yearning for. Thumbs up to the National Gallery, and its director Tubagus Andre Sukmana, for the vision to commission such an exhibition.
Menampilkan karya Ay Tjoe Christine, Daniel Kojo, Diyanto, Entang Wiharso, Hanafi, Ibrahim, Krisna Murti, Nyoman Erawan, Ruth Frisch Dealy, Teguh Ostenrik, Tisna Sanjaya, Yani M Sastranegara.
Kurator: Rizki A Zaelani, Hardiman, Yususf Susilo Hartono
Pada kesempatan ini akan diumumkan hasil Sayembara Penulisan Feature Seni Rupa Antar Mahasiswa Se-Indonesia.
Bincang Karya: 19 Juli 2008 Pkl 19.30
Acara ini digelar dalam rangka melangkah tahun ke-5VISUAL ARTS Magazine yang didukung oleh Galeri Nasional Indonesia__
Pameran Lukisan dan Patung
Stefan Buana:Solo di GalNas
9 - 20 Juli 2008 pukul 10.00-19.30 WIB [Gedung C]
Stefan Buana (37) perupa asal Padang Panjang (Sumatera Barat)menyelesaikan pendidikan di ISI Yogyakarta (1993). Pada pameran kali ini menampilkan karya lukisan dan patung dalam berbagai visualisasi bentuk dan tema, seperti tokoh Gus Dur dan Soeharto, dunia binatang, ikan dan pemandangan. Profil dapat dilihat di :http://indonesiancommunity.multiply.com/photos/album/72
Kurator : Kadek Adidharma
Pameran ini terselenggara atas kerjasama Tembi Contemporary Art dengan Galeri Naional Indonesia
INDONESIA ART EXPOSITION 2010 MANIFESTO: "PERCAKAPAN MASA"
19-31 MAY 2010 at 10.00 – 19.00 A, B, and C Buildings
This is a biennale exhibition at Indonesia National Gallery, after MANIFESTO 2008 as the beginning. It displayed works by 112 artists from 9 provinces (+ 11 cities) across Indonesia, consists of paintings, sculptures, video art, and installation art. The theme “Percakapan Masa” represents various visual reflections of dialogue experience between artists these days with their predecessor whose works has become important collections of Indonesia National Gallery.
This exhibition is held to commemorate 102nd National Awakening as well as welcoming Visit Museum Year 2010 also to celebrate International Museum Year 2010.
Curator : Rizki A. Zaelani Co-Curator: A. Rikrik Kusmana
Along with the opening ceremony of this exhibition, Post Event Catalogue: Indonesia Art Exposition 2008: MANIFESTO was launched.
Note: All exhibition’s artists and partners can get the above catalogue for free at our office every day at work time.
Menampilkan karya : Amrus Natalsya, Djoko Pekik, Misbach Tamrin, Isa Hasanda, Adrianus Gumelar, Harjidja Pujanadi, Sudiyono SP, Sabri Djamal, DJ. M Gultom, Muryono dan Sudjatmoko.
Pameran ini dilaksankan setelah menunggu hampir 46 tahun terhitung sejak berdirinya Sanggar Bumi Tarung (1961). Pameran pertama dilaksankan tahun 1962 di Balai Budaya Jakarta. Sebagaimana diketahui Sanggar Bumi Tarung merupakan wadah para perupa yang memiliki garis perjuangan untuk mengabdi kepada rakyat dan revolusi 1945, mereka masuk ke kancah politik dan idiologi dengan menjadi organ Lembaga Seni Rupa Lekra. Para anggota Bumi Tarung bersepakat untuk lebih mengutamakan pengabdian karya seni rupa kepada perjuangan kaum buruh dan tani dalam melawan penindasan dan ketidakadilan. Pilihan perjuangan, politik dan idiologi mereka membawa konsekuensi pasca meledaknya Peristiwa G-30-S 1965. Mereka ditangkap dan ditahan, karya-karyanya dimusnahkan atau dilarang ditampilkan kepada publik. Kini melalui Pameran ini menandakan mereka masih eksis, bahkan tampil sebagai survivor.
Bedah Buku : "Amrus Natalsya Dan Bumi Tarung", Kesaksian Misbach Tamrin
29 Juni 2008 Pukul 15.00 WIB di Ruang Serbaguna
Narasumber: Bambang Subarnas, Yudi Latief, Fajroel Rachman dan Romo Mudji Sutrisno Moderator: Jonathan Rahardjo Tanggapan : Goenawan Mohammad.
Pameran Lukisan Festival Mon Decor
FREEDOM
24 Juni - 4 Juli 2008 Gedung C - Galnas
Menampilkan sekitar 50 karya yg terdiri dari 30 karya terpilih dari 713 peserta yang di seleksi oleh Jim Supangkat, M Agus Burhan, Kuss Indarto dan Ivan Sagito serta menyertakan 20 karya seniman yg diundang khusus. Tema 'Freedom' diharapkan menjadi titik picu untuk membayangkan, memandang, menggagas, menyoal dan memikirkan kembali makna kebebasan dalam arti luas dari perspektik seniman lewat bahasa visual. ( Kurator : Kuss Indarto )
Kerjasama Galeri Nasional Indonesia dengan Galeri Mon Decor, Jakarta'
Pameran Tunggal Arek Suroboyo >Dari Jerman
THE COLOUR OPENING WORLD
by CHOIRIJATUN
25 Juni - 5 Juli 2008Gedung B
Choirijatun (37) adalah salah seorang seniman asal arek Suroboyo- Jawa Timur yang lebih dari 10 tahun menetap di Jerman. Minat terhadap seni diawali sebagi penari, kemudian menekuni seni lukis dan patung yang dijalani secara berbarengan. Karya-karyanya cenderung dekoratif dengan tampilan warna-warni yang meriah, dan banyak memunculkan sosok manusia, flora-fauna, khususnya sosok perempuan dan ikan-ikan yang menjadi ciri khasnya. Publik Indonesia mungkin belum banyak mengenal, tetapi kiprahnya telah dirintis dibeberapa negara, yakni Jerman, Rusia, Italia dan Uni Emirat Arab.
Pembukaan: Rabu, 25 Juni Pukul 19.00 WIB Ditandai dengan Aksi Melukis dan Tarian oleh Choirijatun
Pameran ini adalah MANIFESTO ARTISTIK yang sekaligus membawa kesadaran nasional dalam bingkai persepsi dan ekspresi ‘ART’ sekaligus ‘SENI’. Menampilkan sekitar 350 seniman (karya) yang masih eksis (living artist) dari angkatan 60an hingga saat ini. Dipamerkan beragam jenis karya: lukisan, patung, grafis; multi-media dan instalasi; hingga karya-karya Seni Media Baru (video art, fotografi, dll).
Tim Kurator : Jim Supangkat, Rizki A Zaelani, Kuss Indarto dan Farah Wardani.
Seminar : ‘Menimbang Kembali Seni' (Re-Thinking Art) Kamis, 22 Mei 2008 Pkl. 09.00 -17.00 Ruang Seminar GNI Pembicara: Jim Supangkat, Radhar Panca Dahana, John McClyn, Bambang Sugiharto, ST Sunardi, M. Agus Burhan Moderator: Afrizal Malna, Rizky A Zaelani
Kegiatan ini diprogramkan dalam rangka menyambut 100th Kebangkitan Nasional dan Visit Indonesia Year 2008.
Menampilkan karya2 koleksi seniman Perancis tahun 1950an yang tersimpan di GNI, spt; Kandinsky, Vasarely, Soulages, Delaunay, dll disandingkan dgn karya2 seniman Indonesia pada periode yang sama serta beberapa kreasi kontemporer yang terinspirasi dari karya koleksi Perancis, spt; Srihadi Soedarsono, Umi Dahlan, Kabul Suadi, Hanafi, Harry Darsono, Yogi Akhmad Ginanjar, dll
Kurator : Rizki A Zaelani
Terselenggara atas kerjasama Galeri Nasional Indonesia dengan Pusat Kebudayaan Perancis (CCF) dalan rangka Festival Seni Budaya Perancis 2008
FORBIDDEN ZONE Krisna Murti
30 April - 11 Mei [ Galeri C ]
Ditampilkan lewat paduan karya seni lukis dengan foto montage dan video art
Polenk Rediasa(29) adalah salah seorang pelukis "Angkatan Muda" Bali lulusan ISI Denpasar dan Magister Universitas Udayana. Dalam pameran ini ia mangajukan rupa realistik dalam mengeksplorasi tubuh sebagai kosa utama yang ditekuninya sejak tahun 2002
Kurator: Eddi Soetriyono dan Hardiman
Diselenggarakan atas kerjasama V art gallery dengan Galeri Nasional Indonesia
22 Februari - 1 Maret 2008 Pukul 10.00 - 19.00 WIB GALERI UTAMA (A)
Karya Makhfoed (66th) sangat fenomenal karena seluruh lukisannya di beri judul"PERJALANAN". Baginya perjalanan tidak hanya menjadi suatu inspirasi saja, tetapi merupakan suatu sikap dalam berkarya dan berkesenian. Abad yang Terbang merupakan upaya Makhfoed memberi sebuah catatan pada hidupnya yang difahami atau dimaknai. Abad yang Terbang adalah wacana (Makhfoed) "membaca" sebuah realitas, menandainya sekaligus menyikapi hidup di tengah peradaban/zaman yang berterbangan.
Kurator : Mamannoor (alm) dan Djuli Jatiprambudi
Pameran ini terselenggara atas kerjasama dengan AKSERA Surabaya, Sukubengi dan Galeri Nasional Indonesia
Dengan menggunakan media stainless steel yang terkesan kokoh, nyata dan berat, Noor Ibrahim (42) menampilkan figur-figur khayali-seperti bidadari, malaikat dan dewa-dewi dalam nuansa surealistik bercampur fituristik yg tampak melayang-layang dengan ringan. Selain itu ia juga menggarap bentuk biomorfik dan tetumbuhan. Semua itu merupakan penyatuan (sinergi) dirinya dengan bentuk kehidupan alam dan elemen2 sosial masyarakat. Karya-karya Ibrahim mengirimkan renungannya mengenai masalah lingkungan, kerusakan hutan, global warming secara simbolis.
Kurator : Eddy Soetriyono
Pameran ini diselenggarakan oleh EMMITAN FA GALLERY bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
Pameran Lukisan SIGN of TIME karya Pratomo Sugeng
13-17 Februari 2008 Pukul 10.00 - 19.00 GALERI B
Kecenderungan realism yang ditunjukkan pada karya-karya Pratomo Sugeng memang bukan soal yang “baru”, sejak kurun waktu lima tahun terakhir kecenderungan Realisme seperti ini mendapat semangatnya kembali. Belajar mendalami kecenderungan Realisme dari pak Dullah, Selain kemampuan teknis pada karya Pratomo Sugeng ada hal-hal lain yang jadi pokok penting di situ, yaitu persoalan nilai dan penghayatan. Penggambaran tema anak-anak dan remaja pada karya-karyanya menyuguhkan persoalan yang penting dan memiliki daya tarik tersendiri. (Kurator : Rizki A Zaelani)
Pameran ini diselenggarakan oleh One Galeri bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
Green Dog - Zhou Chunya 24-Januari > 01-Februari,2008 Pkl.10.00-19.00 WIB
Pembukaan: Rabu,23 Januari 2008 pkl. 19.30WIB
Zhou Chunya muncul dalam perkembangan seni kontemporer China sebagai seorang seniman yang tidak menyukai kecenderungan. Pada 1990-an ketika mayoritas seniman China menggambarkan kritik sosial, Zhou Chunya memilih kekuatan individual dengan inspirasi yang dicari dari kehidupan personalnya.
Organizer: CP Foundation bekerjasama dengan Galeri Nasional Indonesia
Zhou Chunya emerged in the contemporary Chinese art scene as an artist with a dislike for trends. In the 1990s when the majority of artist from China illustrated social commentaries, Zhou Chunya opted to showcase individual strength and sought inspiration from his personal life.
The term ‘Diva' my be interpreted 'Queen', 'Cri’ or 'Dewi Sri' wich in the javanese terminology is the dewi padi (goddess of rice), identical to the farmers' word. 'Diva Cri Migration', is a long creativity process the result of an overall consciousness and expression of the agrarian life having lost its elan vital (spirit).
That is why "Diva Cri Migration" is intended as an actual enlightenment outlet, as a reflection of human values getting farther fromk its land. Local wisdom getting more and more diluted that is where I speak in integrated! (Gigih Wiyono)
‘Diva Cri’ (Dewi Padi) yang identik dengan 'dunia petani' merupakan daya hidup yg mampu menembus ruang dan waktu yang dituangkan dalam bahasa visual lukisan dan patung.'Diva Cri Migrasi', merupakan jalan panjang proses kreativitas yang dibangun dari kesadaran dan pemaknaan yang menyeluruh tentang tentang kehidupan agraris yang telah kehilangan elan vitalnya (rohnya). Migrasi sebagai bentuk pencerahan diperlukan baik secra fisik maupun pemikiran didalam menyikapi segala persoalan yang muncul……
THE JAKARTA INTERNATIONAL PHOTO SUMMIT : City Of Hope
Melibatkan 70 fotografer dari Indonesia,Perancis,Jerman, Brazil dan Belanda
3 - 13 Desember 2007 Pukul 10.00 - 19.00 WIB
Khusus karya dari Perancis "Objectif Paris" merupakan seleksi dari koleksi Perpustakaan Sejarah Kota Paris, Museum Carnavalet, Museum Seni Modern, Pusat Fotografi Eropa dan Dinas Seni Kontemporer
Gallery Talk: "FENOMENA FESTIVAL FOTO DI DUNIA" Jumat, 7 Desember 2007 Pkl. 14.00 Di Galnas Pembicara: ALEX SUPARTONO
Pameran Pendukung : 'THE PROMISE OF THE CITY' Galeri Goethe Institut 28 November- 17 Desember 2007
'PEMUDA DAN IDENTITAS' Alun-Alun Indonesia - Grand Indonesia 14 November - 9 Desember 2007
Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan : GALERI FOTO JURNALISTIK ANTARA, DEWAN KESENIAN JAKARTA, CENTRE CULTURAL FRANCAIS, GOETHE INSTITUT, dan ERASMUS HUIS
THE JAKARTA INTERNATIONAL PHOTO SUMMIT : City of Hope
Melibatkan 70 fotografer dari Indonesia,Perancis,Jerman, Brazil dan Belanda
3 - 13 Desember 2007 Pukul 10.00 - 19.00 WIB
Khusus karya dari Perancis "Objectif Paris" merupakan seleksi dari koleksi Perpustakaan Sejarah Kota Paris, Museum Carnavalet, Museum Seni Modern, Pusat Fotografi Eropa dan Dinas Seni Kontemporer
Gallery Talk: "FENOMENA FESTIVAL FOTO DI DUNIA" Jumat, 7 Desember 2007 Pkl. 14.00 Di Galnas Pembicara: ALEX SUPARTONO
Pameran foto : 'THE PROMISE OF THE CITY' Galeri Goethe Institut 28 November- 17 Desember 2007
'PEMUDA DAN IDENTITAS' Alun-Alun Indonesia - Grand Indonesia 14 November - 9 Desember 2007
Acara ini terselenggara atas kerjasama dengan : GALERI FOTO JURNALISTIK ANTARA, DEWAN KESENIAN JAKARTA, CENTRE CULTURAL FRANCAIS, GOETHE INSTITUT, dan ERASMUS HUIS
Berita :http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=150641
TITIAN MASA : The Collection of The National Gallery of Indonesia
13 November – 2 Desember 2007 Balai Seni Lukis Negara (National Art Gallery Malaysia) No.2, Jalan Temerloh off Jalan Tun Razak 53200 Kuala Lumpur, Malaysia
Launch : Senin, 12 November 2007 Pukul 17.00
Diskusi : Selasa, 13 November 2007 pukul 10.00 Pembicara : Rizki AZ. M. Agus Burhan dan Moh. Majidi
Introduction
“TITIAN MASA: The Collection of The National Gallery of Indonesia” adalah pameran yang menunjukan gambaran sejarah perkembangan seni rupa modern Indonesia yang ditelusuri dari karya-karya koleksi Galeri Nasional Indonesia. Menampilkan kurang lebih 50 buah (lukisan dan grafis)karya perupa Indonesia.
Curators: Rizki A Zaelani dan M. Agus Burhan
Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama Galeri Nasional Indonesia (Jakarta) dengan Balai Seni Lukis Negara (National Art Gallery Malaysia),
Menampilkan karya : Edi Sunaryo-Ronal Manullang-Hanafi-Pupuk DP-Nasirun-Zulkarmaini-Herli Gaya-S Tedy D-Galam Zulkipli-Budi Kustarto-Bambang Toko-Andy Dewantoro-Dipo Andi-Indiguerillas-IGN Udiantara-Bayu Yuliansyah-Dhanank Pambayun-Samsul Arifin David Armi Putra Agus Yulianto-Wedhar Riyadhi
Kurator : dr. Oi Hong Djien
Penyelenggara: Pantarai Communication-Garis Art EO- didukung Galeri Nasional Indonesia
Telah meninggal dunia sahabat dan kolega kami MAMANNOOR (49th) [Kurator Galeri Nasional Indonesia]
Minggu, 7 Oktober 2007 di RS Emmanuel, Bandung. Dikebumikan di Losari-Cirebon
Segenap Keluarga Besar Galeri Nasional Indonesia
"turut berduka cita smoga amal-ibadah Almarhum di terima disisiNya dan dibukakan pintu syurga untuknya"
Kami akan slalu mengenang dan menghargai atas segala peran dan kontribusi Alm terhadap eksistensi Galeri Nasional Indonesia maupun terhadap dunia seni rupa Indonesia
PAMERAN TETAP [ PERMANENT EXHIBITION ] Koleksi Galeri Nasional Indonesia
Gedung B dab C Lantai 2
Menampilkan 200 koleksi pilihan Karya Perupa Indonesia dan Mancanegara. Terbagi dalam tiga (3) konsep penyajian (Kuratorial):
Koleksi Sejarah: "Paradigma Estetik Senirupa Modern Indonesia dalam Perspektif Sejarah" Kurator:M Agus Burhan Koleksi Tematik: "Dialog Lukisan Pemandangan Alam" Kurator:Mamannoor Koleksi Internasional: "Dari Modernisme Ke Seni Kontemporer" Kurator:Rizky A Zaelani
Jam Buka: Selasa-Minggu, Pukul 10.00 - 15.30 WIB Tutup: Senin dan Libur Nasional Tidak dikenakan biaya [GRATIS]
With this mind, the exhibition "The{Un}Real"present works by Affandi, Nasirun, Entang Wiharso, and Putu Sutawijaya and begins with a re-examination of the four key terms: the real, reality, realism, and materialism.
Curator : Jim Supangkat Production : O house gallery
Pameran "The (Un)Real-Ke(tidak)nyataan" yang menampilkan karya-karya dari 4 perupa yang berbeda zaman, memulainya dengan memeriksa ulang memahaman empat kata kunci: the real, reality, realis dan materialism.
Hasil Seleksi PAMERAN SENI RUPA NUSANTARA 2007 dan 2009
Setelah menelaah dari sekitar 300 usulan (Proposal) karya untuk Pameran Seni Rupa Nusantara V (2007) dari berbagai kota/kabupaten dan propinsi di Indonesia, maka Tim Kurator GNI memutuskan sebanyak 80 karya (perupa) yang berhak mengikuti pameran tersebut.
Kepada perupa yang karyanya terpilih, segera dipersiapkan pengiriman paling lambat tgl 7 Juli 2007. Harap dikemas (package) standart, baik dan aman, agar dpt digunakan kembali pada saat pengembalian karya.
Adapun data lengkapnya dapat dilihat pada file berikut
Panitia menerima calon peserta pameran sekitar 600 perupa/karya dari 23 propinsi. Setelah melalui proses seleksi oleh Tim Kurator, terpilih 85 perupa/karya yang mewakili 19 propinsi. Selain melalui proses seleksi juga diundang 14 perupa untuk partisipasi dalam pameran ini.
Adapun data lengkapnya perupa yang lolos seleksi dapat dilihat pada file berikut
Kepada perupa yang karyanya terpilih, segera dipersiapkan pengiriman kelengkapan data paling lambat tgl 30 April 2009. Sedangkan untuk Pengiriman karya paling lambat tg. 10 Mei 2009. Harap dikemas (package) standart, baik dan aman, agar dpt digunakan kembali pada saat pengembalian karya.
Pameran Foto "Libre Journal de Jakarta" Karya Gerard Rondeau Kurator : Yudhi Soerjoatmodjo
Pembukaan: Kamis, 10 Mei 2007 pkl. 19.00 dihadiri fotografer Gerard Rondeau dimeriahkan oleh : SORE
Pameran : 11-25 Mei 2007 Diskusi : 12 Mei 2007
Karya-karya fotografer potret terkemuka ini mempersembahkan sudut pandang tentang beberapa profil yang telah meramaikan dan memperbaharui dunia budaya Indonesia. Pada setiap pertemuan, sang fotografer meminta modelnya untuk berbagi <ruang pribadinya> sekaligus menunjukan sisi kota Jakarta yang tak biasa.
Abas Alibasyah at soybean cake 1960's including artist which have conducted renewal by doing abstractions at its painting. In perpective to such object pushed by change of sosiocultural which is symptom started in Indonesia.
The Horse also is removed when creation of new man is created. Horse is not equipment of production, but produce of itself. From Modern culture... horse is tragic paradox. Serves man towards civilization After death in asphalt, smokes and slaughtering house. Horse keeps a mystery depicting man betrayal to his own friend.
Kuda pun tersingkirkan ketika ciptaan manusia baru tercipta. Kuda bukanlah alat produksi, namun produksi itu sendiri. Dari budaya modern.....kuda adalah paradoks yang tragis. Melayani manusia menuju peradaban Setelah mati di aspal, berasap dan penjagalan. Kuda menyiimpan sebuah misteri yang beraromakan penghianatan manusia atas sahabatnya sendiri.
Dua buah foto tangan kanan milik pebulutangkis legendaris Rudy Hartono terpampang di dinding dekat sebuah pintu di ruang pameran Galeri Nasional Jakarta.
Yang satu (terpampang di dinding bagian kanan pintu) dalam posisi mengepal sedangkan yang lainnya (sebelah kiri pintu) dalam posisi membuka jari jemari. Seakan, kelima jari sang jawara sedang melambai-lambai. Kedua fotografi tangan kanan Rudy ini dicetak hitamputih dalam ukuran cukup besar. Tertulis komentar pendek pada secarik kertas yang menempel di bagian bawah foto: ’Rudy’s hands proved to be the most important part in his career’.
Lukisan Raden Saleh yang berjudul “Badai” ini merupakan ungkapan khas karya yang beraliran Romatisme. Dalam aliran ini seniman sebenarnya ingin mengungkapkan gejolak jiwanya yang terombang-ambing antara keinginan menghayati dan menyatakan dunia (imajinasi) ideal dan dunia nyata yang rumit dan terpecah-pecah.