Artis : I Gusti Nyoman Lempad

Pada tahun 1936 di Bali lahir kelompok Pita Maha yang dibidani oleh pelukis Walter Spies dan Rudolf Bonnet bersama Cokorda Gde Raka Sukaswati, untuk menggerakkan dan menampung para pelukis Bali corak baru. Dalam buku ini periode tersebut diwakili oleh pelukis I Gusti Nyoman Lempad ( 1865 - 1978 ). Lempad yang lahir di Bedulu dan menetap di Ubud merupakan tokoh yang penting dalam dunia kesenian Bali, bahkan sebelum terbentuknya Pita Maha. Pada masa Krakatau meletus ( 1883 ) ia sudah menjadi pematung di Bedulu. Selanjutnya di Ubud dalam keseniannya Lempad berada dalam patronase Cokorda Gde Agung Sukawati. Dalam pembangunan Puri Ubud. Lempad juga berperan sebagai arsiteknya. Dari kelompok pelukis Ubud, Lempad merupakan seniman yang tertua dari generasi pelukis Bali modern yang tergabung dalam Pita Maha. ia berbakat hampir di semua cabang seni. Selain melukis episode kisah - kisah klasik seperti Sutasoma, Jayaprana, atau yang lain, ia banyak mengungkap tema - tema keluarga dan erotisme. Tema keseharian yang sering dibuat yaitu kesibukan dan kerepotan "Keluarga Brayut"  yang dalam mitologi mempunyai banyak anak. Perkembangan demikian merupakan peralihan dan inovasi yang sangat berarti dalam seni lukis Bali Corak Baru. Setelah masa kemerdekaan, bersama dengan Sukawati dan Bonnet ia mendirikan Golongan Pelukis Muda sebagai pengganti Pita Maha yang telah hilang. Selain menrima berbagai penghargaan setempat, pada tahun 1970 Lempard menerima penghargaan Anugrah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia.