Artis : Fadjar Sidik

Fadjar Sidik ( 1930 - 2004 ). Ia mengawali karir lewat belajar di ASRI bagian V dan Sanggar Pelukis Rakyat Yogyakarta. Menyusul banyak anggota sanggar yang beralih ke faham kiri, pada tahun 1957 ia pinda ke Bali. Pada masa ini Fadjar melukis alam dan kehidupan pulau Dewata dalam gaya impresionisme. Akan tetapi lama - kelamaan ia menjadi gelisah karena kemurnian pulau Bali, oleh pariwasata dan teknologi, diubah menjadi semakin artifisial. Ia semakin merasa tidak tergetar untuk menciptakan sendiri desain expresif, yaitu beralih melukis implusi perasaan murninya. Pada proses awalnya ia mengabstraksikan objek - objek seperti bentuk burung, banteng, ular, rumah, dan lain - lainnya. Eksplorasi gaya abstrak ini semakin kuat ketika tahun 1961 ia pindah kembali ke Yogyakarta dan mengajar di ASRI.

Oleh kesunyian dan keterasingan psikologis sewaktu belajar teknik restorasi lukisan di Auckland, New Zealand tahun 1967 - 1969, ia sering membuat sketsa sebagai pembebasan emosionalnya. Dalam periode ini ia justru lepas dari representasi bentuk apapun, atau sampai pada penghayatan karakter - karakter kemurnian bentuk ( purity of form ). Unkapan demikian lebih banyak berbicara lewat dinamika, irama, keseimbangan, ketegangan, atau karakter - karakter lain lewat susunan bentuk, garis, warna, tekstur, dan ruang. Fadjar kemudian deikenal sebagai pelukis abstrak dengan serialnya "Dinamika Keruangan", "Interior", "Fantasi Lurik", dan sebagainya. Atas dedikasi dan kepeloporannya dalam seni lukis modern Indonesia, Fadjar Sidik pada tahun 1971 menerima penghargaan ANugrah Seni dari pemerintah.