Artis : Achmad Sadali

Achmad Sadali ( 1924 - 1987 ), pada tahun 1958 mendapat kesempatan lewat Stichting voor Culturel Samenwerking tussen Nederland Indie, Suriname, en de Nederland Antillen ( Sticusa ) mengadakan perjalan studi dua minggu di negeri Belanda. Pada tahun 1959 mendapat beasiswa dari Rockefeller Fondation Division of Humanities untuk belajar di Amerika Serikat, dan perjalanan di pusat - pusat kesenian Eropa, Timur Tengah, dan Jepang. Dalam proses kreatifnya ia akhirnya sampai pada bentuk -bentuk abstrak. Proses lewat berbagai eksperimen dilalui dari tahun 1963 - 1968. Pada tahun 1980-an ia benar - benar mencapai puncak penemuannya. Ia berusaha membebaskan representasi bentuk apapun dari alam, sehingga karakter unsur - unsur visual seperti gari, warna, ruang dan tekstur benar - benar untuk mencapai kesadaran spriritual. Unsur - unsur visual tersebut diwujudkan menjadi tanda - tanda seperti bentuk segitiga dengan torehan emas, kehancuran bidang - bidang dan ruang kosong, serta guratan kaligrafi Arab. Semua bentuk itu, dalam ingatan kolektif sosiokultural masyarakat merujuk pada tanda relegiusitas dan kefanaan. Sadali juga dikenal sebagai orang muslim yang kuat. Renungan kreativitas seninya selalu dijiwai oleh penghayatannya pada Al-Qur'an. Dengan kepeloporan dan pencapaiannya dalam seni lukis modern Indonesia, pada tahun 1972 ia mendapat penghargaan Anugrah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia.