Lukisan : Kucing (Popo Iskandar - 1975)

Title : "Kucing"

Artist : Popo Iskandar

Year : 1975

Cat minyak pada kanvas.

Ukuran : 120 x 145 cm.

Lukisan Popo Iskandar “Kucing” (1975),  mengungkapkan salah satu dari berbagai karakter yang pernah dibuat dengan objek binatang. Dengan deformasi yang mengandalkan efek-efek goresan yang spontan dan transparan, binatangitu seakan baru bangkit dari tidur dan mengibaskan badanya. Dengan warna hitam belang-belang putih, kucing ini tampak sebagai sosok binatang yang misterius.

Popo Iskandar dikenal sebagai pelukis yang sangat esensial dalam menangkap objek-objeknya. Namun demikian, kecenderungan itu tidak sama dengan Rusli yang lebih mengandalkan kekuatan garis dalam warna. Popo masih mengembangkan berbagai unsur visual lain dan cara pengolahannya. Hal itu bisa dilihat misalnya pada pengolahan nilai tekstur, efek-efek teknik transparan atau opaque dalam medium cat, maupun pengolahan deformasi dan komposisi objek-objeknya. Di samping itu, pelukis ini juga selalu melakukan penggalian psikologis untuk menampilkan esensi dan ekspresi objek yang akan ditulis. Dengan demikian, karakter objek-objek itu bisa diungkapkan secara khas. Dalam serial objek kucing ia menggali esensi berbagai gerak kucing yang biasa dilihat karakternya sebagai binatang jinak, lucu, indah, bahkan juga bisa memancarkan sifat-sifat misterius.

Dengan penghayatan objek–objeknya, Popo memang berhasil menampilkan karakter-karakter yang esensial. Dengan demikian, dapat dilihat misalnya, ia begitu piawai menampilkan kegagahan, kejantanan, dan nilai-nilai artistik pada objek ayam jago serta kuda. Dalam intensitas penghayatan yang dapat dilihat bagaimana rumpun-rumpun bambu yang ramping menjadi irama yang puitis dalam kanvasnya. Dari berbagai serial objek-objek itu, yang paling fenomenal dan akhirnya menjadi ciri identitas kepelukisan Popo Iskandar adalah objek kucing. Dalam seni lukis modern Indonesia, pelukis Popo oleh para pengamat (seni rupa) didudukkan sebagai seorang modernis yang berhasil meletakan azas kemurnian kreativitas  individual dalam karyakaryanya. Esensi karakteristik dari objek-objek dalam ruang imajiner itu merupakan tanda yang kuat dalam pencapaiannya.