Lukisan : Dinamika Keruangan (Fadjar Sidik - 1969)

Title : "Dinamika Keruangan"

Artist : Fadjar Sidik

Year : 1969

Cat minyak pada kanvas.

Ukuran : 94 x 64 cm.

Dalam lukisan “Dinamika Keruangan” (1969) ini, Fadjar Sidik menampilkan ritme-ritme bentuk dari
dua gugusan elemen visual dengan dominan warna hitamdan warna kuning oker. Di sela-sela susunan bentuk terdapat bulatan-bulatan merah yang memberikan aksentuasi seluruh ritme itu, sehingga timbul klimaks ritme yang meneteskan kelegaan. Jika dalam lukisan itu terdapat bentuk bulatan dan sabit, hal itu sama sekali bukan representasi relijius yang berkaitan dengan nilai simbolik bulan penuh atau bulan sabit. Demikian juga gugusan bentuk-bentuk segi empat dan geliat sulur garis hitam, bukan abstraksi bentuk ular dan serangganya yang mempunyai nilai magis simbolik. Pelukis ini lebih menekankaan bagaimana dalam kanvasnya hadir ekspresi visual yang membuat dinamika, ketegangan, ritme, keseimbangan, atau karakter- karakter lain.

Ungkapan dalam lukisan ini merupakan salah satu dari manifestasi pencapaian abstrak murni telah melewati proses panjang dalam kreativitasnya. Pencapaian Fadjar sampai pada bentuknya estetik ini menunjukkan sikapnya sebagai seorang modernis. Hal itu justru dilatarbelakangi oleh kekecewaannya sebagai seorang romantis yang kehilangan dunia idealnya, yaitu objek Bali yang
telah berubah menjadi artifisial. Sebagai seorang yang mempunyai bahan dasar modernis lewat lingkungan kultural keluarga dan pendidikan, Fadjar tetap lebih dahulu melewati proses mengabstraksi bentuk-bentuk alam yang disukainya. Keputusan untuk menciptakan bentuk-bentuk sendiri (ia sering menyebutnya sebagai disain ekspresif), tanpa merepresentasikan bentuk-bentuk apapun di alam, merupakan sikap yang purna dari pencarian dan ‘pemberontakan’ estetiknya. ‘Pemberontakan’ itu bisa lebih dilihat dengan makna sosial, karena Fadjar pada waktu itu berjuang sebagai seorang modernis dalam lingkungan seni lukis Yogyakarta yang masih kuat mengembangkan paradigma estetik kerakyatan. Sikap sosial yang terkristal dalam konsep estetik itu, menempatkan Fadjar Sidik sebagai agen perubahan dalam seni lukis modern Indonesia.