Press Release : Workshop Menjadi Apresiator Seni yang Terhebat

Jakarta, 29 Agustus 2017-Galeri Nasional Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mempunyai tugas dan fungsi diantaranya melaksanakan layanan Edukasi Seni Rupa. Layanan edukasi tersebut dilaksanakan dalam bentuk Program Bimbingan dan Edukasi Pelajar, Mahasiswa, Guru, Perupa, Komunitas Seni Rupa, dan Masyarakat umum dalam rangka memperluas dan menambah wawasan tentang seni rupa dan segenap aspek terkait. Kegiatan ini bergulir dan bergantian setiap tahun ke beberapa wilayah di Indonesia seperti Jakarta, Serang, Sukabumi, Banyumas, Malang, Tasikmalaya, Solo, dan Bandung.

Pada pelaksanaan Program Bimbingan dan Edukasi tahun 2017, Galeri Nasional Indonesia mengambil tema “Menjadi Apresiator Seni yang Terhebat”. Kali ini, Galeri Nasional Indonesia akan melibatkan para pelajar SMP/MTs, SMA/SMK/MA, dan Guru Seni Budaya dari beberapa sekolah di wilayah Jakarta. Pemilihan pelajar sebagai target khalayak didasari oleh data pengunjung sepanjang tahun 2017 yang menunjukkan bahwa para pengunjung Galeri Nasional Indonesia didominasi oleh generasi muda, terutama pelajar dan mahasiswa. Kebanyakan dari mereka mengikuti trend selfie dengan berfoto di depan karya seni rupa untuk diunggah di media sosial. Ditambah lagi dengan popularitas Galeri Nasional Indonesia yang semakin meningkat sebagai destinasi wisata visual bagi anak-anak muda, hal tersebut terkadang menimbulkan respon berlebihan pada saat mengapresiasi karya seni rupa seperti menyentuh atau memegang karya seni rupa. Tindakan tersebut tidak dibenarkan, karena mengarah pada pengrusakan karya seni rupa, termasuk karya koleksi negara. Karya seni yang menjadi koleksi negara harus tetap dilestarikan, dipelihara, dan dijaga keamanannya agar tetap dapat dinikmati dan diwariskan kepada generasi muda sebagai penoreh sejarah penting perkembangan seni rupa yang menandai identitas bangsa.

Menyikapi fenomena tersebut, Galeri Nasional Indonesia berinisitaif melaksanakan kegiatan untuk mencetak apresiator seni yang hebat (memiliki etika dan kualitas baik dalam mengapresiasi karya seni rupa). Cara yang dilakukan yaitu dengan mengajak peserta untuk terlibat langsung dalam memahami aturan, apa yang baik dan kurang baik, serta sikap dan perilaku positif dalam mengapresiasi karya seni rupa. Peserta akan dilibatkan secara langsung dalam mengapresiasi karya dalam Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia (koleksi negara). Aktivitas para peserta di dalam ruang pamer tersebut akan direkam secara tersembunyi dan diputar ulang dihadapan para peserta untuk ditunjukkan sikap/perilaku mana saja yang baik dan kurang baik dalam mengapresiasi karya seni. Galeri Nasional Indonesia sengaja menjadikan peserta sendiri sebagai contoh agar mereka lebih mudah menginternalisasikan etika, sikap, dan perilaku yang baik dalam mengapresiasi karya seni rupa.

Tak hanya itu, program bimbingan dan edukasi ini juga bertujuan untuk menciptakan kader inisiator yang akan menularkan etika, sikap, dan perilaku yang baik dalam mengapresiasi karya seni rupa kepada lingkungan terdekatnya atau bahkan orang baru di sekitarnya. Hal ini merupakan wujud upaya Galeri Nasional Indonesia untuk mengajak masyarakat terlibat secara aktif ikut serta melestarikan karya seni rupa dengan cara sederhana.

Dengan diselenggarakannya program bimbingan dan edukasi “Menjadi Apresiator Seni yang Terhebat” ini, diharapkan para peserta menyadari dampak negatif dari sikap dan perilaku yang tidak dibenarkan dalam mengapresiasi karya seni. Lebih dari itu, peserta diharapkan menjadi agen perubahan untuk diri sendiri dan lingkungan sekitarnya sehingga mampu mengapresiasi karya seni dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan yang sudah ditentukan. Semoga acara ini mampu menciptakan para apresiator seni yang terhebat!

Narasumber :
Tubagus Sukmana (Kepala Galeri Nasional Indonesia)
Citra Smara Dewi (Kurator Galeri Nasional Indonesia)
Zamrud Setya Negara (Motivator Nasional Edukasi dan Seni Rupa)

###