Prosedur Mengajukan Pameran Temporer di Galeri Nasional Indonesia

Kirimkan surat permohonan penyelenggaraan pameran temporer di Galeri Nasional Indonesia ditujukan kepada Kepala Galeri Nasional Indonesia.

Surat permohonan diajukan selambat-lambatnya bulan Oktober satu tahun sebelum jadwal pameran, dilampiri:

  • Proposal pameran yang memuat konsep/gagasan kuratorial, nama kurator, gedung dan waktu yang diusulkan, serta rangkaian acara penunjang (jika ada).
  • Biodata (CV) seniman yang akan berpameran.
  • Beberapa foto karya yang akan dipamerkan dan/atau karya terbaik yang pernah dihasilkan.
  • Menyertakan dokumen publikasi (asli/fotokopi) berupa katalog, kliping, dll.
 
Setiap pameran yang akan digelar wajib menggunakan kurator dan merupakan hasil dari proses kuratorial. Konsep penyajian pameran (kuratorial), profil seniman dan karya-karya yang akan dipamerkan terlebih dahulu dibahas/diseleksi oleh Tim Kurator yang telah ditunjuk. Dasar pertimbangan yang pokok adalah sebagai berikut :
  • Reputasi perupa dan kualitas karya seni rupa yang akan dipamerkan.
  • Memperhatikan aspek representasi dari sisi media penciptaan, kreativitas, dan eksistensi perupa di tanah air dan mancanegara.
  • Sesuai lingkup kegiatan dan program Galeri Nasional Indonesia.
  • Sesuai (relevan) dengan tugas dan fungsi Galeri Nasional Indonesia.
  • Hal teknis lainnya sesuai dengan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pemerintah) yang berlaku di Galeri Nasional Indonesia.
 
Hasil pembahasan (seleksi) merekomendasikan diterima langsung, diterima dengan catatan (penjadwalan/perubahan tempat, dll.) atau ditolak. Hasil seleksi tersebut akan diinformasikan kepada pemohon melalui surat resmi dari Galeri Nasional Indonesia.
 
Apabila permohonan diterima, maka pemohon menyampaikan konfirmasi kesiapan untuk melaksanakan pameran tersebut, dan membahas bersama-sama dengan pihak Galeri Nasional Indonesia mengenai perjanjian kerja sama menyangkut hal teknis, administrasi, dan perijinan tiga bulan sebelum pameran berlangsung. 
 
Apabila ada pembatalan dari pihak pemohon, hal tersebut akan dipertimbangan kembali oleh pihak Galeri Nasional Indonesia dan tim kurator untuk dijadwalkan kembali, dan atau apabila diganti harus melalui proses ulang sebagaimana prosedur tersebut di atas. Pembatalan oleh pihak Galeri Nasional Indonesia hanya memungkinkan dalam keadaan force majeur (kejadian di luar kuasa pihak Galeri Nasional Indonesia).