Prosedur Mengajukan Pameran Temporer di Galeri Nasional Indonesia

A. Tentang Penyelenggaraan Pameran Temporer di Galeri Nasional Indonesia

  1. Pameran di Galeri Nasional Indonesia bertujuan untuk edukasi, apresiasi, rekreasi, pengembangan, dan pembinaan seni rupa.
  2. Pameran di Galeri Nasional Indonesia tidak diperkenankan disertai kegiatan yang bersifat komersial dalam bentuk apapun (jual beli, lelang, VIP preview, amal, dll.) kecuali penjualan souvenir, katalog, buku, atau barang lain yang terkait dengan pameran di tempat yang telah ditentukan (artshop).
  3. Kegiatan di Galeri Nasional Indonesia harus terbebas dari unsur SARA, kepentingan politik praktis, dan ideologi terlarang dalam bentuk apapun.
  4. Pemohon pameran dan pihak lain yang terlibat tidak berkaitan dengan produk yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Republik Indonesia (tembakau, dll.).
  5. Jadwal pameran ditentukan oleh manajemen Galeri Nasional Indonesia.
  6. Karya yang akan dipamerkan telah tersedia.
  7. Untuk karya instalasi/site specific yang akan dipamerkan dilengkapi dengan konsep dan rancangan karya.
  8. Medium karya dan aktivitas yang berpotensi membahayakan dan merusak properti, struktur, serta bangunan Galeri Nasional Indonesia tidak diperkenankan.
  9. Medium karya dan aktivitas yang berpotensi membahayakan publik di area Galeri Nasional Indonesia tidak diperkenankan.
  10. Seluruh permohonan pameran temporer melalui proses seleksi oleh tim kurator dan manajemen Galeri Nasional Indonesia.
  11. Hasil seleksi permohonan pameran temporer akan diinformasikan kepada pemohon melalui surat resmi dari manajemen Galeri Nasional Indonesia.

 

B. Syarat, Ketentuan, dan Kelengkapan Pengajuan Pameran Tunggal

  1. Mengirim surat permohonan penyelenggaraan pameran temporer di Galeri Nasional Indonesia ditujukan kepada Kepala Galeri Nasional Indonesia. Surat permohonan diajukan selambat-lambatnya bulan Agustus pada tahun sebelumnya, dengan melampirkan:
    1. Proposal pameran yang memuat konsep/gagasan kuratorial, profil seniman (portofolio), profil kurator, profil manajemen, usulan ruang dan waktu pameran, serta rangkaian acara pendukung.
    2. Foto dan data karya yang siap dipamerkan.
  2. Rekam jejak seniman yang mengajukan proposal pernah berpameran tunggal berskala nasional dan/atau internasional minimal 2 kali dibuktikan dengan katalog dan publikasi media massa.
  3. Telah berpameran bersama dalam skala nasional dan/atau internasional minimal 4 kali dibuktikan dengan katalog dan publikasi media massa.
  4. Memiliki signifikansi/kontribusi pada perkembangan dan wacana seni rupa dalam aspek pengetahuan dan penciptaan seni.
  5. Karya-karya yang akan dipamerkan mencerminkan perkembangan pemikiran dan penciptaan seni rupa.
  6. Seniman dan pemohon (manajemen) belum pernah mengadakan pameran di Galeri Nasional Indonesia selama 3 tahun terakhir.
  7. Jadwal yang telah ditetapkan dan disepakati oleh manajemen Galeri Nasional Indonesia dan pemohon tidak dapat diubah.
  8. Apabila pemohon membatalkan secara sepihak atau melanggar jadwal yang telah disepakati/ditetapkan, maka pemohon tidak diperkenankan mengajukan permohonan pameran dalam rentang waktu 5 tahun terhitung dari tahun pembatalan.

 

C. Syarat, Ketentuan, dan Kelengkapan Pengajuan Pameran Kolektif:

  1. Mengirim surat permohonan penyelenggaraan pameran temporer di Galeri Nasional Indonesia ditujukan kepada Kepala Galeri Nasional Indonesia. Surat permohonan diajukan selambat-lambatnya bulan Agustus pada tahun sebelumnya, dengan melampirkan:
    1. Proposal pameran yang memuat konsep/gagasan kuratorial, profil kelompok dan/atau seniman (portofolio), profil kurator, profil manajemen, usulan ruang dan waktu pameran, serta rangkaian acara pendukung.
    2. Foto dan data karya yang siap dipamerkan.
  2. Konsep kuratorial memiliki signifikansi/kontribusi pada perkembangan dan wacana seni rupa dalam aspek pengetahuan dan penciptaan seni.
  3. Karya-karya yang akan dipamerkan mencerminkan perkembangan pemikiran dan penciptaan seni rupa.
  4. Pemohon (manajemen) belum pernah mengajukan pameran di Galeri Nasional Indonesia selama 3 tahun terakhir.
  5. Kelompok (komunitas, sanggar, studio, dll.) yang akan berpameran belum pernah mengadakan pameran di Galeri Nasional Indonesia selama 2 tahun terakhir.
  6. Jadwal yang telah ditetapkan dan disepakati oleh manajemen Galeri Nasional Indonesia dan pemohon tidak dapat diubah.
  7. Apabila pemohon membatalkan secara sepihak atau melanggar jadwal yang telah disepakati/ditetapkan, maka pemohon tidak diperkenankan mengajukan permohonan pameran dalam rentang waktu 5 tahun terhitung dari tahun pembatalan.