Prosedur Penggunaan Gedung Galeri Nasional Indonesia Untuk Pameran Temporer

Surat permohonanpemakai gedung untuk penyelenggaraan pameran di Galeri Nasional Indonesia ditujukan kepada Kepala Galeri Nasional Indonesia.

Surat permohonan diajukan selambatnya 6 bulan sebelumjadwal pameran, dilampiri :

  1. Proposal Pameran.
  2. Biodata seniman yang akan berpameran.
  3. Beberapa foto karya yang akan dipamerkan.

Setiap pameran yang akan digelar wajib menggunakan kurator dan merupakan hasil dari proses kuratorial.  Konsep penyajian pameran ( kuratorial ), profil seniman dan karya-karya yang akan dipamerkan terlebih dahulu dibahas/ diseleksi oleh tim kuratoryang telah ditunjuk.  Dasar pertimbangan yang pokok adalah sebagai berikut :

  1. Reputasi perupoa dan kualitas karya seni rupa yang akan dipamerkan.
  2. Sesuai visi, lingkup kegiatan dan program Galeri Nasional Indonesia.
  3. Hal teknis berkaitan dengan kondisi di Galeri Nasional Indonesia.

Hasil pembahasan ( seleksi ) merekomendasikan diterima langsung, diterima dengan catatan ( penjadwalan/perubahan tempat, dll) atau ditolak.  Apabila permohonan diterima, maka menyampaikan konfirmasi kesiapan untuk melaksanankan pameran tersebut, dan membahas bersama-sama mengenai MoU menyangkut hal teknis, administrasi, dan perijinan tiga bulan sebelum pameran berlangsung.  Apabila ada pembatalan dari pihak pemohon akan dipertimbangan kembali oleh pihak Galeri Nasional Indonesia dan tim kurator untuk dijadwalkan kembali, dan atau apabila diganti harus proses ulang sebagaimana prosedur tersebut.  Pembatalan oleh pihak Galri Nasional Indonesia  hanya kemungkinan dalam keadaan force majeur ( kejadian diluar kuasa pihak Galeri Nasional Indonesia).