Prosedur Pameran Temporer di Galeri Nasional Indonesia

Kirimkan surat permohonan pemakai gedung untuk penyelenggaraan pameran di Galeri Nasional Indonesia ditujukan kepada Kepala Galeri Nasional Indonesia.

Surat permohonan diajukan selambatnya 6 bulan sebelum jadwal pameran, dilampiri :

  • Proposal pameran.
  • Biodata seniman yang akan berpameran.
  • Beberapa foto karya yang akan dipamerkan.

Setiap pameran yang akan digelar wajib menggunakan kurator dan merupakan hasil dari proses kuratorial. Konsep penyajian pameran (kuratorial), profil seniman dan karya-karya yang akan dipamerkan terlebih dahulu dibahas/diseleksi oleh tim kurator yang telah ditunjuk. Dasar pertimbangan yang pokok adalah sebagai berikut :

  • Reputasi perupa dan kualitas karya seni rupa yang akan dipamerkan.
  • Sesuai visi, lingkup kegiatan dan program Galeri Nasional Indonesia.
  • Hal teknis berkaitan dengan kondisi di Galeri Nasional Indonesia.

Hasil pembahasan (seleksi) merekomendasikan diterima langsung, diterima dengan catatan (penjadwalan/perubahan tempat, dll.) atau ditolak. Apabila permohonan diterima, maka menyampaikan konfirmasi kesiapan untuk melaksanakan pameran tersebut, dan membahas bersama-sama mengenai MoU menyangkut hal teknis, administrasi, dan perijinan tiga bulan sebelum pameran berlangsung. Apabila ada pembatalan dari pihak pemohon akan dipertimbangan kembali oleh pihak Galeri Nasional Indonesia dan tim kurator untuk dijadwalkan kembali, dan atau apabila diganti harus proses ulang sebagaimana prosedur tersebut. Pembatalan oleh pihak Galri Nasional Indonesia hanya memungkinkan dalam keadaan force majeur (kejadian di luar kuasa pihak Galeri Nasional Indonesia).