Asikin Hasan

Lahir di Jambi. Pendidikan terakhir Jurusan Seni (Patung) Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB.  Pada 1991 hingga 1994 bekerja sebagai wartawan Majalah Berita Mingguan TEMPO (Biro Jawa Barat). Membuat penelitian tentang Gerakan Seni Rupa Baru Indonesia. Menulis tentang pematung G. Sidharta Soegijo pada Art and Asia Pacific, jurnal seni rupa  yang terbit di Australia.  Menulis resensi pameran seni rupa di Harian Umum KOMPAS,  The Jakarta Post,  Tempo. Jurnal Visual Arts, dan C  Arts.

Sejak 1996 sampai sekarang kurator Galeri Lontar, kini berganti nama Galeri Salihara, Komunitas Salihara, Jakarta. Pada 1997 melakukan lawatan ke Rusia, mengunjungi Museum Puskhin- Moscow, Museum Hermitage-St. Petersburg, kemudian beberapa museum di Paris-Prancis. Pada 1999, mengikuti workshop kurator di sejumlah museum: Tokyo, Hiroshima, Kyoto, dan Fukuoka. Antara 1998-2000 kontributor untuk pameran “Yayasan kesenian Perak”, Malaysia. Pada 2001 diundang selaku pengamat untuk ARS-01, Pameran Seni Kontemporer Internasional KIASMA, Helsinki, Finlandia. Editor buku “Dua Seni Rupa, Sepilihan Tulisan Sanento Yuliman”. Pada 2003 kurator untuk proyek media baru “TRANSIT”, Townsville, Brisbane, dan Darwin, Australia.  Kurator, Trienal Seni Patung Kontemporer II, DKJ, Jakarta,  Pada 2005 kurator Pameran Tunggal karya-karya pematung Rita Widagdo, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Kurator  Biennale XII, Seni Rupa  Kontemporer 2006, DKJ, Jakarta.  Pada 2013 anggota Dewan Kurator Galeri Nasional Indonesia.