Berita : Perjalanan Akhir Pelukis Abstrak Surealis, Makhfoed

 

"Saya berangkat dari nol, setelah merasa bebas, saya mulai menorehkan cat di atas kanvas, lalu saya pun mengikuti apa saja yang muncul” —Makhfoed


Berita duka datang dari pelukis senior, Makhfoed. Pria kelahiran 10 Mei 1942 di Peneleh, Surabaya, Jawa Timur ini berpulang dalam usia 76 tahun pada Rabu malam, 18 April 2018. Makhfoed dikenal sebagai pelukis surealis. Sebelumnya, lulusan Akademi Seni Rupa Surabaya (AkSeRa) tahun 1968 itu pernah bekerja sebagai layouter Majalah Liberty, Surabaya, sembari tetap melukis. Setelah mengundurkan diri dari majalah tersebut pada 1996, sejak itulah ia benar-benar mencurahkan seluruh hidupnya untuk melukis. 

Cak Foed sapaan akrabnya, kerap melukis tanpa memikirkan ide atau konsep terlebih dulu. Saat berhadapan dengan kanvas, muncullah bentuk-bentuk dalam imajinasinya yang mengalir dalam sapuan kuas tatkala melukis. Ia pun tak lagi memberi aneka judul pada lukisan-lukisannya. Sejak 1990-an, Makhfoed menamakan setiap lukisannya hanya dengan satu kata “Perjalanan” dengan nomor seri. "Perjalanan yang menandai setiap lukisan saya, itu memang pas untuk perjalanan kreatif saya," tuturnya.  Satu judul itu juga merupakan cara Makhfoed untuk memberi kebebasan kepada para apresiator dalam memberi makna sesuai dengan apa yang mereka rasakan.

Bagi Makhfoed, karya-karyanya merupakan suatu perenungan yang matang dan kontemplatif. Melalui karya abstrak figuratif imajinatif yang cenderung surealis itu, Makhfoed kerap menghadirkan lengkung dan bulatan yang menimbulkan berbagai impresi gerak. Ia mengolahnya sedemikian rupa dengan unsur manusia, mahatari, dan angin. "Matahari sebagai semangat dan angin sebagai gerak yang senantiasa dinamis," tuturnya. 

Selama menekuni seni lukis, sudah sekitar 800 karya dihasilkannya. Makhfoed telah mengikuti berbagai pameran, baik tunggal maupun bersama. Diantaranya pameran bersama di Festival Pekan Seni Ipoh, Malaysia (1999); Pameran Warna Budaya Bangsa di Jakarta (2000); Pameran Bunga Rampai 5 Kota di Galeri One, Jakarta (2002); Pameran Tunggal Seni Lukis di Dewan Kesenian Surabaya (2000); Pameran Tunggal Seni Lukis di Bentara Budaya Jakarta (2000–an); Pameran Tunggal Seni Lukis di Graha Pena, Surabaya (2002); Pameran Tunggal Seni Lukis di Gedung Balai Pemuda, Surabaya (2003); Pameran Tunggal Seni Lukis di Museum Ronggowarsito, Semarang (2004); Pameran Tunggal Abad Yang Terbang dan Pameran Besar Seni Rupa Indonesia 2008 MANIFESTO di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2008); Pameran Tunggal Perjalanan yang Tiada Kunjung Akhir di Sanggar Aksera Gedung Krishna Mustadjab, Surabaya (2008); serta Pameran Tunggal Makhfoed dan Ruang Imajinasi di Galeri Prabangkara, Taman Budaya Jawa Timur, Surabaya (2017).

Dunia seni rupa yang ditekuni telah mengantar Makhfoed meraih prestasi. Ia menerima penghargaan International Profesional of the Year dari IAF (2004). Karyanya yang berjudul “Perjalanan 64” terpilih dalam buku Poetry and Art (Maybank Malaysia). Satu karya lainnya berjudul “Perjalanan 233”, media cat minyak pada kanvas, ukuran 140 x 140 sentimeter, tahun 2002 telah menjadi koleksi Galeri Nasional Indonesia sekaligus menjadi koleksi negara.


*dsy/GNI/bbs