Berita : Seniman Bandung Heyi Ma’mun Berpulang

 

Lahir di Bandung, 22 April 1952 dan menetap di kota yang sama, seniman Heyi Ma’mun berpulang pada Senin, 7 Januari 2019. Wanita bernama lengkap Herry Rochmawati Ma’mun ini pernah mengenyam pendidikan Jurusan Seni Lukis, Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB (1981). Sosoknya lekat dengan lukisan abstrak kaya tekstur. Ia bereksplorasi mengerjakan karya dengan memadukan berbagai elemen estetis yaitu mural, embossed, dan kolase dengan tetap berdasar pada karya lukis.

Heyi adalah sosok yang disiplin. Hal itu dipengaruhi didikan ayahnya yang bekerja di bidang militer. Tak seperti seniman lain yang menunggu mood, Heyi justru sengaja meluangkan waktu untuk berkarya. Hal ini membuatnya selalu siap menyajikan karya ketika ada kegiatan yang membutuhkan untuk menampilkan karya-karyanya. Karena itu pula, Heyi menjadi seniman yang aktif berpameran. Ia telah dua kali menggelar pameran tunggal yaitu Pameran Lukisan di Bank Summa, Jakarta (1990) dan Pameran Lukisan di Studio R-66, Bandung (1992). Selain itu, Heyi juga mengikuti beberapa pameran bersama, di antaranya Pameran dalam 15th Asian Art Exhibition di Tainan County Cultural Center, Taiwan, ROC (2000), Pameran bersama “Breaking the Veils”, Porte d’Amboise, Medievel City Rhodes (2002), Pameran bersama “Breaking the Veils”, Benaki Museum, Technopolis, Athens, Yunani; Unesco, Paris, Prancis; Modern Art Museum, Valencia, Italy; (2003), Pameran bersama “The 18th Asian International Art Exhibition”, di Museum Heritage, Hongkong (2003), Pameran bersama “The 21st Asian International Art Exhibition” di Singapore Art Museum, Singapore (2006), Pameran bersama Indonesian Women Artists “The Curtain Opens”, di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2007), Pameran bersama “The 22nd Asian International Art Exhibition”, Selasar Sunaryo Bandung (2007), dan Pameran Apa Kabar Ibu? #2 di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta (2014).

Dedikasinya pada dunia seni rupa terbayar dengan diraihnya Grand Prize Award/Special Award pada Pameran Seni “Cheju Pre Biennale ‘95” di Cheju, Korea Selatan (1995). Satu karyanya juga telah menjadi koleksi Galeri Nasional Indonesia/ koleksi negara, yaitu karya berjudul Komposisi Empat Bidang, ukuran 100 x 100 sentimeter, media cat minyak pada kanvas, tahun pembuatan 1990. Karya itu merupakan karya abstrak Heyi yang membagi rata kanvas menjadi empat bidang, namun di setiap bidang terdapat permainan komposisi yang berbeda. Nuansa warna hijau tampak dominan pada bidang latar berwarna putih. Perpaduan kepadatan yang berbeda antara dua warna dominan pada keempat bidang menjadi "irama" pada lukisan abstrak ini.

 

*dsy/GNI

 

Sumber:

https://www.facebook.com/anunsiata.srisabda/posts/10214145651582518

https://sahabatgallery.wordpress.com/2008/12/28/heyi-ma%E2%80%99mun/