Press Release : Seminar Sejarah Seni Rupa Indonesia 2

 

Sebagai lembaga budaya negara di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Galeri Nasional Indonesia mengemban tugas dan fungsi beberapa diantaranya adalah menyelenggarakan pengkajian, dan membangun kemitraan di bidang seni rupa. Untuk merealisasikan tugas dan fungsi tersebut, langkah yang ditempuh salah satunya adalah dengan menggelar Seminar Sejarah Seni Rupa Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi upaya Galeri Nasional Indonesia dalam menghimpun para peminat dan pemerhati bidang kajian estetika khususnya seni rupa, sekaligus menunjukkan peran aktif Galeri Nasional Indonesia dalam mengembangkan seni rupa di negeri ini.

Sebelumnya, Seminar Sejarah Seni Rupa Indonesia pernah diselenggarakan pada 9 Agustus 2017 di ISI Yogyakarta dengan tema “Memahami Indonesia Melalui Sejarah Seni Rupa”. Tahun ini kegiatan serupa digelar kembali, bekerja sama dengan Universitas Negeri Surabaya. Seminar yang diselenggarakan pada 20 September 2018 di Auditorium Lantai 11, Gedung Rektorat Universitas Negeri Surabaya, Kampus Lidah Wetan ini bertajuk Seminar Sejarah Seni Rupa Indonesia 2 “Sejarah–bagian dalam Peta Sejarah Seni Rupa Indonesia.

Tema seminar ini diambil atas dasar perkembangan wacana, pengkajian, dan penulisan seni rupa Indonesia dalam bingkai pendekatan sejarah yang semakin banyak dilakukan oleh sejumlah penulis Indonesia maupun mencanegara seperti dari Australia, Eropa, dan Amerika. Namun, masyarakat seni rupa masih selalu gamang jika membicarakan perihal ‘sejarah’ seni rupa Indonesia yang komprehensif sekaligus mendasar. Persoalan lain adalah ‘sejarah Indonesia’ seperti yang tertera dalam berbagai kajian sejarah perjuangan, nasional, dan kemerdekaan, hampir tidak pernah membicarakan tentang kesenian khususnya seni rupa dalam konteks sejarah Indonesia. Padahal jika menelisik lebih jauh, dapat dilihat peran dan kontribusi seniman serta karya seni rupa Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan maupun nasionalisme Indonesia.  Oleh sebab itu, sejarah seni rupa Indonesia masih perlu dibicarakan secara mendalam agar memperoleh gambaran secara utuh tentang hal yang sudah dan belum dikerjakan, serta sampai sejauh mana sesungguhnya ‘sejarah seni rupa Indonesia’ dalam konteks ke–Indonesia–an.

Persoalan yang dijabarkan dalam tema seminar ini akan dibawakan oleh tiga pembicara, yaitu Dr. Sri Margana, M.Phil., Dr. Djuli Djatiprambudi, M.Sn., Obed Bima Wicandra, S.Sn., M.A., dan Syarifuddin, S.Pd. Sedangkan sebagai moderator adalah Dr. Bramantijo, M.Sn., dan Agus Sukamto, M.Sn.

Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto berharap seminar ini dapat memberikan pewacanaan dan pemahaman tentang sejarah seni rupa Indonesia, dan memperkaya sudut pandang tentang pembacaan seni rupa Indonesia. “Selain itu, diharapkan kegiatan ini juga menjadi media diskusi yang interaktif dan inovatif. Hasil dari seminar ini diharapkan dapat menjadi bahan bacaan yang berkualitas sekaligus salah satu referensi tentang perkembangan seni rupa Indonesia,” ujarnya. Seminar Sejarah Seni Rupa Indonesia 2 diharapkan dapat mempromosikan hasil-hasil pemikiran, penelitian, dan kajian yang dilakukan oleh para akademisi, maupun perseorangan secara mandiri di luar kampus. Selain itu juga diharapkan dapat menggali khazanah pemikiran di bidang sejarah seni rupa yang khas dan kontekstual dengan perkembangan seni rupa Indonesia.

 

Jakarta,  September 2018