Berita : Srihadi Soedarsono Pamerkan 44 Lukisan Bentang Alam

 

Pembukaan pameran tunggal dan peluncuran buku “Srihadi Soedarsono– Man x Universe” telah digelar pada Rabu malam (11/3/2020) di Gedung A Galeri Nasional Indonesia. Pameran diresmikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Man x Universe menyajikan 44 lukisan bentang alam (landscape) karya Srihadi serta video yang merespons lukisan-lukisan Srihadi. Seri lukisan landscape yang dikenal menjadi ciri khas Srihadi, dalam konteks pameran ini adalah lukisan yang memiliki struktur bentang alam, daratan (bumi), langit, dan unsur-unsur di antaranya.

Menurut kurator pameran A. Rikrik Kusmara, karya-karya pameran Srihadi kali ini setidaknya dapat dikelompokkan menjadi empat rumpun besar, yakni Social Critics (Papua Series, Bandung Series, dan Field of Salt), Dynamic (Jatiluwih Series dan Energy of Waves), Human & Nature (Mountain Series, Tanah Lot Series, Gunung Kawi Series), serta Contemplation (Horizon Series dan Borobudur Series). Karya-karya tersebut merupakan sebuah pendekatan baru Srihadi dalam mengekspresikan landscape, sebab menampilkan metafora dan simbol yang cukup kompleks. Proses artistik Srihadi dalam menghasilkan karya-karya tersebut tak lepas dari kondisi sosial politik Indonesia yang tensinya naik sepanjang 2016–2019.

Menanggapi karya-karya Srihadi dalam pameran ini, Erick Thohir menyebutkan banyak yang bermuatan kritik sosial, namun disjikan secara lembut. “Misalnya mengenai Bandung yang tadinya dingin sekarang jadi agak panas, atau pembangunan Jakarta yang kadang-kadang juga merusak lingkungan. Hal-hal ini digambarkan menjadi suatu ekspresi yang luar biasa,” ujar Erick.

Budayawan Dr. Jean Couteau sebagai penulis buku “Srihadi Soedarsono— Man x Universe” melihat Srihadi sebagai sosok yang memiliki kemampuan untuk ‘merasa’ yang selain luar biasa, juga dikembangkan dan diasah oleh tradisi Jawa asalnya. “Dengan mempertimbangkan sejarah seni lukis Indonesia dan dunia, Srihadi Soerdarsono bukan hanya maestro simbolis/warna-is Indonesia, tetapi sebenarnya termasuk sebagai salah seorang maestro simbolis-koloris kelas dunia,” katanya.

Di mata Kepala Galeri Nasional Indonesia Pustanto, Srihadi merupakan pelukis yang konsisten dan sangat produktif berkarya hingga usia menjelang sembilan dasawarsa. “Melihat Srihadi bukan hanya sekadar seorang pelukis yang memamerkan karya, perjalanan keseniannya yang cukup panjang melewati berbagai masa merupakan hal berharga yang dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi publik,” ucapnya. Pameran kali ini menurutnya merupakan sebuah apresiasi terhadap pencapaian Srihadi Soedarsono sebagai sosok seniman yang paripurna. “Dengan ethicemphatic, dan aesthetic, Srihadi menghidupkan karya-karyanya. Sebaliknya, karyanya pulalah yang menyemangati hidupnya, hingga ia tetap sehat dan aktif berkarya di usia senja. Keistimewaan Srihadi ini menjadi sumber inspirasi bagi banyak generasi,” imbuh Pustanto.

Pameran “Srihadi Soedarsono– Man x Universe” berlangsung hingga 9 April 2020. Pengunjung dapat mengapresiasi karya-karya Srihadi mulai pukul 10.00 hingga 19.00 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia. Selain itu, publik juga dapat mengikuti Seminar Pameran yang akan berlangsung pada Sabtu, (28/3/2020) di Ruang Seminar Galeri Nasional Indonesia.

*dsy/GNI