Berita : “Lima Lajur Melaju” Suguhkan Kontribusi Seni Media Baru dalam Kehidupan

“Lima Lajur Melaju” Suguhkan Kontribusi Seni Media Baru dalam Kehidupan

Tema seputar ekopolitik, keberlangsungan, kecerdasan buatan (AI), naratif digital, dan teknologi pakai dieksplorasi lima kurator perempuan, lima seniman Indonesia, dan lima seniman internasional dalam pameran seni rupa Lima Lajur Melaju atau Five Passages to the Future yang ditampilkan di gedung B dan D, Galeri Nasional Indonesia.

Tema tersebut dikemas dalam bentuk seni media baru yang menggabungkan berbagai elemen, seperti karya dari Digital Nativ yang berjudul “The Commons: Biodiversity” yang menampilkan sistem nada bumi, mengubah energi listrik dari tanaman menjadi bunyi-bunyian. Karya lainnya dari seniman mancanegara, Cho Eun Woo, yang menghubungkan sains, gelombang otak, dan multimedia yang berjudul “AI, Brainwave & Hyper Protocol City”.

Pameran ini juga menampilkan karya dari seniman-seniman yang berpartisipasi di program inkubasi XPLORE: New Media Art Incubation, sebuah inisiatif pendidikan yang digagas oleh ARCOLABS dan HONF dan dilaksanakan pada 2018 dan 2019.

Salah satu kurator pameran Evelyn Huang mengatakan pameran Five Passages to the Future menunjukkan bagaimana upaya kreatif dari seni media berkontribusi dalam kehidupan sehari-hari. Seniman dan karya mereka berfungsi sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran tentang permasalahan yang ada serta mendukung upaya kolaboratif untuk mencari solusi di masa depan, seperti krisis energi, ancaman ekologis, perubahan iklim, dan revolusi teknologi sains.

Pameran dengan karya-karya seni media baru ini ditanggapi secara positif oleh Kepala Subdirektorat Seni Media, Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tubagus ‘Andre’ Sukmana saat meresmikan pameran pada Senin malam (21/10/2019). Menurutnya ini salah satu pola kolaborasi luar biasa untuk mewujudkan satu gagasan ide kreatif yang merespon isu kekinian dengan seni media baru yang dianggap sebagai karya seni generasi baru atau seni masa depan.

Pameran Five Passages to the Future masih akan berlangsung di Gedung B dan D Galeri Nasional Indonesia hingga 7 November 2019 Pengunjung dapat mengapresiasi pameran ini setiap hari mulai pukul 10.00 hingga 19.00 tanpa dipungut biaya.

*tnr/gni.