Berita : Menilik Goresan Seni Jokowi


Pameran Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia bertajuk 17|71: Goresan Juang Kemerdekaan di Galeri Nasional Indonesia telah resmi dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), pada Senin (1/8/2016). Tidak dengan memotong pita, membunyikan gong, atau menandatangani prasasti, peresmian pameran ini dilakukan dengan cara melukis.


Telah disediakan di hadapan Jokowi, kanvas putih ukuran 100 x 80 cm, cat akrilik dalam beberapa warna, dan beberapa jenis kuas dengan ukuran berbeda. Jokowi memilih warna merah sebagai goresan pertama berbentuk huruf ‘s’. Goresan kedua warna hitam menyerupai huruf ‘e’. Terakhir Jokowi menggoreskan warna kuning untuk membuat garis tidak beraturan. Ditanya mengenai goresan tersebut, Jokowi bermaksud menggoreskan kata Seni. Namun karena tergesa-gesa, goresan yang terakhir bentuknya kurang terbaca.


Usai peresmian, goresan Presiden ke-7 RI itu dilanjutkan oleh perupa ternama yang karyanya juga dipamerkan dalam pameran ini, Srihadi Soedarsono. Srihadi merupakan satu-satunya perupa yang masih hidup diantara perupa lain yang karyanya dipajang dalam pameran ini. Saat ini, goresan Jokowi yang telah dilanjutkan oleh Srihadi terpampang di pintu masuk ruang pamer Gedung A Galeri Nasional Indonesia.


Pameran 17|71: Goresan Juang Kemerdekaan di Galeri Nasional Indonesia akan berlangsung hingga 30 Agustus 2016. Pameran yang merupakan hasil kerjasama Kementerian Sekretariat Negara RI Sekretariat Presiden, Galeri Nasional Indonesia–Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Ekonomi Kreatif, dan Mandiri Art ini dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 sampai 20.00 WIB, serta bebas biaya.

*dsy/GNI