Berita : Sastrawan dan Perupa Danarto Berpulang

 

Danarto, sastrawan Indonesia telah berpulang pada Selasa, 10 April 2018 pukul 20.45 WIB di Jakarta dalam usia 77 tahun. Seniman kelahiran 27 Juni 1940 di Mojowetan, Sragen, Jawa Tengah ini dikenal lewat buku kumpulan cerpen berjudul “Godlob” yang ditulis tahun 1967 dan diterbitkan pada 1975. Buku tersebut menyangkut persoalan religius dengan banyak dinamika yang imajinatif, sarat unsur tradisional juga kontemporer. Karya tulis lain yang dihasilkan Danarto semasa hidupnya beberapa diantaranya kumpulan cerpen berjudul “Adam Ma’rifat” (1982), “Rintik”, catatan perjalanan ibadah haji “Orang Jawa Naik Haji” (1984), kumpulan cerpen “Berhala” (1987), “Setangkai Melati di Sayap Jibril”, “Kacapiring” (2008), dan “Begitu Ya Begitu tapi mBok Jangan Begitu”.

Meski populer sebagai sastrawan, Danarto justru pernah menempuh pendidikan Jurusan Seni Lukis di ASRI (sekarang ISI) Yogyakarta (1958-1961). Ia juga pernah mengikuti International Writing Program Universitas Iowa, Iowa, USA. 

Danarto memang seorang yang multitalenta. Hal itu tampak dari profesi yang pernah ditekuninya sebagai pelukis, penulis, penyair, penata panggung, ilustrator majalah, sutradara teater, penata artistik film, wartawan, juga pernah menjadi Dosen Institut Kesenian Jakarta. Ia aktif dan berkontribusi dalam mendirikan Sanggar Bambu pimpinan pelukis Sunarto PR, pernah bergabung dalam teater Sardono yang melawat ke Eropa Barat dan Asia (1974), dan pernah menjadi penata artistik dalam pentas Oedipus yang disutradari Rendra.

Meski cukup banyak bidang profesi yang dipilih, namun Danarto melakoninya dengan sungguh-sungguh. Terbukti ia mendapat beberapa penghargaan. Cerpan “Rintrik” menyabet hadiah Majalah Horison (1968), Cerpen “Adam Ma’rifat” memenangi Hadiah Sastra Dewan Kesenian Jakarta dan Yayasan Buku Utama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1982), Cerpen “Berhala” menggaet Hadiah dari Yayasan Buku Utama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1987). Danarto juga pernah mendapatkan penghargaan SEA Write Award dari Kerajaan Thailand (1988), dan Achmad Bakrie Award bidang Kesusastraan (2009). 

Di bidang seni lukis, tiga karyanya telah menjadi koleksi Galeri Nasional Indonesia yang sekaligus menjadi koleksi negara. Diantaranya “Dari Pasar” (1962) ukuran 65 x 90 sentimeter, “Membangun Keluarga” (1962) ukuran 87 x 119 sentimeter, serta “Si Hitam dan Si Putih” (1963) ukuran 75 x 100 sentimeter. Danarto bereksplorasi menggunakan media cat minyak pada kanvas dalam ketiga karya tersebut.

Selamat jalan Bapak Danarto. Semangat, nama, dan karyamu akan terus hidup di kancah seni Indonesia.

 

*dsy/GNI/bbs