Berita : Mengawinkan Seni Rupa dan Arsitektur dalam AFAIR 2020

Bahwa arsitektur bukan sekadar ilmu rancang bangun namun bisa menjadi sebuah jalan untuk mencapai keseimbangan dunia. Itulah misi yang dibawa oleh Architecture Fair (AFAIR) 2020 yang pada Rabu (28/1) kemarin dibuka di Ruang Serbaguna Galeri Nasional Indonesia (GNI). Acara bienal ini merupakan hasil kerja sama Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, Galeri Nasional Indonesia (GNI), dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Arsitektur Indonesia (APTARI).

AFAIR 2020 mengusung tema “Us Within Us Without” untuk menunjukan bagaimana keterhubungan manusia dengan dunia arsitektur, sehingga publik dapat melihat arsitektur sebagai cara untuk menemukan jawaban atas berbagai permasalahan mulai dari lingkungan, iklim, sosial, budaya, hingga bencana. “Sehingga mahasiswa arsitek dapat menjadi guardian atau penyelamat bumi,” ujar kurator sekaligus Ketua APTARI Yandi Andri Yatmo

Proses kurasi AFAIR 2020 sendiri berupaya untuk mendorong tiap peserta untuk berpikir lebih jauh tentang rancang bangun, bagaimana mengaitkannya dengan isu-isu aktual. Sehingga nantinya karya-karya yang dipamerkan dalam AFAIR 2020 ini bisa mendorong diskursus yang memberikan arahan baru untuk pendidikan arsitektur, guna mencetak arsitek yang kritis dan mampu mempertanggungjawabkan karyanya. “Harapannya mahasiswa arsitek bisa menjadi ujung tombak mahasiswa untuk menciptakan dunia yang lebih baik, dengan menetapkan idealisme kita dan bagaimana kita sebagai arsitek mempertanggungjawabkan karya kita,” ujar Ketua Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, Dr. Ing. Ir. Dalhar Susanto yang turut hadir dalam pembukaan AFAIR 2020.

Dukungan dan harapan terhadap AFAIR 2020 juga disebutkan oleh Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto yang menyebutkan perkawinan antara seni rupa dan arsitektur ini merupakan suatu yang istimewa. Ia mengharapkan bahwa AFAIR 2020 bisa mendorong penciptaan kreasi seni baru yang menggabungkan beragam disiplin ilmu.

AFAIR 2020 menghadirkan 214 karya arsitekur baik dua dan tiga dimensi, yang terdiri dari 105 karya mahasiswa arsitektur dari 62 universitas/institusi yang bergabung dalam APTARI dan telah lulus kurasi, serta 109 karya mahasiswa Departemen Arsitektur Universitas Indonesia yang dipilih berdasarkan pertimbangan kuratorial.

Selain menampilkan program pameran, AFAIR 2020 juga menghadirkan beragam rangkaian cara seperti diskusi terbuka dan presentasi karya yang akan digelar sepanjang pameran AFAIR 2020 berlangsung di Galeri Nasional Indonesia.

AFAIR 2020 berlangsung mulai 28 Januari-9 Februari 2020 di Gedung C Galeri Nasional Indonesia. Buka setiap hari (kecuali hari libur nasional dan cuti bersama) mulai pukul 10.00-19.00. Untuk informasi mengenai pameran dan rangkaian acara dapat dilihat di akun media sosial Galeri Nasional Indonesia atau akun AFAIR 2020 @afairui.

*cki/gni