Press Release : Seminar Nasional Sejarah Seni Rupa 2017

Yogyakarta, 9 Agustus 2017 - Sebagai lembaga budaya negara di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Galeri Nasional Indonesia mengemban tugas dan fungsi antara lain menyelenggarakan pengkajian, perluasan pengetahuan, pelayanan edukasi, serta publikasi di bidang seni rupa. Untuk merealisasikan tugas dan fungsi tersebut, langkah yang ditempuh salah satunya adalah dengan menggelar Seminar Nasional Sejarah Seni Rupa 2017 yang kali ini merupakan hasil kerjasama Galeri Nasional Indonesia dengan Program Pascasarjana ISI Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi upaya Galeri Nasional Indonesia dalam menghimpun para peminat dan pemerhati bidang kajian estetika khususnya seni rupa, sekaligus menunjukkan peran aktif Galeri Nasional Indonesia dalam mengembangkan seni rupa di negeri ini.

Penyelenggaraan Seminar Nasional Sejarah Seni Rupa 2017 mengagas tema umum “Memahami Indonesia Melalui Sejarah Seni Rupa”. Tema tersebut diambil atas dasar perkembangan wacana, pengkajian, dan penulisan seni rupa Indonesia dalam bingkai pendekatan sejarah yang semakin banyak dilakukan oleh sejumlah penulis Indonesia maupun mencanegara seperti dari Australia, Eropa, dan Amerika. Namun, masyarakat seni rupa masih selalu gamang jika membicarakan perihal ‘sejarah’ seni rupa Indonesia yang komperhensif sekaligus mendasar. Persoalan lain adalah ‘sejarah Indonesia’ seperti yang tertera dalam berbagai kajian sejarah perjuangan, nasional, dan kemerdekaan, hampir tidak pernah membicarakan tentang kesenian khususnya seni rupa dalam konteks sejarah Indonesia. Padahal jika menelisik lebih jauh, dapat dilihat peran dan kontribusi seniman serta karya seni rupa Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan maupun nasionalisme Indonesia.  Oleh sebab itu, sejarah seni rupa Indonesia masih perlu dibicarakan secara mendalam agar memperoleh gambaran secara utuh tentang hal yang sudah dan belum dikerjakan, serta sampai sejauh mana sesungguhnya ‘sejarah seni rupa Indonesia’ dalam konteks keindonesiaan. 

Persoalan yang dijabarkan dalam tema umum diatas akan dibawakan oleh tiga narasumber, yaitu Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Hilmar Farid, Rektor ISI Yogyakarta Profesor. Dr. M. Agus Burhan, M. Hum, dan kurator sekaligus kritikus seni Drs. Jim Supangkat. Masing-masing narasumber tersebut akan menjabarkan topik yang berbeda-beda. Dr Hilmar Farid menjelaskan terkait topik memahami Indonesia melalui sejarah seni rupa, sedangkan Profesor. Dr. M. Agus Burhan, M. Hum akan menjabarkan tentang perihal historigrafi seni rupa. Selanjutnya, Drs. Jim Supangkat membahas tentang sejarah seni rupa yang berfungsi bagi praktik seni rupa.

Seminar Nasional Sejarah Seni Rupa 2017 diselenggarakan pada Rabu, 9 Agustus 2017, pukul 09.00 WIB, di Concert Hall Kampus Pascasarjana ISI Yogyakarta. Kegiatan ini diharapkan dapat mempromosikan hasil-hasil pemikiran, penelitian, dan kajian yang dilakukan oleh para akademisi, maupun perseorangan secara mandiri di luar kampus. Selain itu juga menjadi upaya menggali khazanah pemikiran di bidang sejarah seni rupa yang khas dan kontekstual dengan perkembangan seni rupa Indonesia.