Berita : Ciputra, Tokoh Berpengaruh dalam Seni Rupa Indonesia Tutup Usia

 

Dr. (HC) Ir. Ciputra dikabarkan telah berpulang pada 27 November 2019 dalam usia 88 tahun di Singapura. Di balik nama besarnya dalam dunia properti tanah air, ia juga merupakan sosok penting yang banyak berkontribusi untuk perkembangan seni rupa Indonesia.

Ciputra lahir pada 24 Agustus 1931. Ia menghabiskan masa kecilnya di Parigi, Sulawesi Tengah serta menamatkan studi arsitektur di Institut Teknologi Bandung. Sebagai sosok pengusaha besar, Ciputra memang lebih populer berkat perusahaan Ciputra Group yang dibesarkannya sejak 1981. Namun jauh sebelum itu, Ciputra telah lebih dulu ‘berjerih payah’ dalam dunia seni rupa Indonesia.

Pada 1977, Ciputra berkontribusi dalam proses pembangunan pusat rekreasi di Jakarta, termasuk di dalamnya Pasar Seni Taman Impian Jaya Ancol. Di sana tercatat sebuah sejarah seni rupa Indonesia yang luar biasa, yakni ketika tiga maestro lukis Indonesia, S. Sudjojono, Basoeki Abdullah, dan Affandi berpameran bersama. Kala itu, dikabarkan hubungan antara S. Sudjojono dan Basoeki Abdullah kurang baik. Sudjojono menilai Basoeki Abdullah sebagai pelukis yang cuma mampu menampilkan keelokan nusantara saja dan melupakan kondisi sosial yang sebenarnya. Namun hubungan dingin antara keduanya mendadak menghangat berkat Ciputra. Bahkan keduanya bisa duduk bersama, dan Affandi yang juga akrab dengan Ciputra turut diundang untuk berpameran di Pasar Seni Ancol ketika itu. Ketiganya kemudian melukis dalam satu kanvas. Affandi melukis wajah Basoeki Abdullah, S. Sudjojono melukis Affandi, sementara Basoeki Abdullah melukis Ciputra dan S. Sudjojono. Lukisan yang bertarikh 30 Desember 1985 tersebut kini masih tersimpan rapi di kediaman pribadi Ciputra.

Sumbangsih Ciputra dalam dunia seni rupa juga sangat dirasakan oleh pelukis Hendra Gunawan. Pelukis yang sempat merasakan dinginnya Penjara Kebon Waru, Bandung ini, menjadi pelukis favorit Ciputra. Baginya, Hendra Gunawan merupakan seorang seniman langka yang tidak ada duanya. Kekaguman Ciputra pada karya-karya Hendra Gunawan pun membuat dirinya menjadi kolektor karya Hendra Gunawan terbesar di Indonesia dengan total koleksi mencapai lebih dari 130 buah. Ciputra pun kemudian mendirikan Ciputra Artpreneur pada 2015 yang konon merupakan wujud janji Ciputra pada sang seniman bahwa ia akan mendirikan museum untuk karya-karya Hendra Gunawan. Pada 2018, Ciputra juga sempat merayakan peringatan 100 tahun Hendra Gunawan dengan menggelar pameran bertajuk “Hendra Gunawan: The Prisoner of Hope”.

Semangat Ciputra dalam pengembangan seni rupa Indonesia dilanjutkan lewat Ciputra Artpreneur Museum yang kini menampilkan karya-karya lukisan dan sketsa karya Hendra Gunawan. Museum ini didedikasikan sebagai tempat untuk menjiwai sejarah seni rupa modern Indonesia sekaligus lahirnya kreativitas dan inovasi.

-----------

Foto diolah dari https://www.citralandcibubur.id/about-us/

Referensi teks:

Sudjojono, S, 2017. S. Sudjojono: Cerita Tentang Saya dan Orang-Orang Sekitar Saya. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

https://www.ciputraartpreneur.com/ciputra-artpreneur-museum/

https://www.cnbcindonesia.com/news/20191127070318-4-118244/ir-ciputra-mengubah-kotoran-dan-rongsokan-menjadi-emas

https://surabaya.bisnis.com/read/20180825/466/831304/dr-hc-ir-ciputraselera-seni-sang-begawan-properti

https://hot.detik.com/art/d-4799727/mengenang-ciputra-kolektor-seniterbanyak-lukisan-hendra-gunawan

https://historia.id/kultur/articles/melacak-maestro-lukis-indonesia-D8eVm