Berita : Maestro Arsitek Sekaligus Tokoh Seni Rupa Indonesia, Adhi Moersid Berpulang

 
 
Maestro arsitek Indonesia, Adhi Moersid dikabarkan berpulang pada 16 November 2019 dalam usia 82 tahun. Beliau merupakan sosok yang berjasa dan berkontribusi besar dalam perkembangan arsitektur dan seni rupa Indonesia.
 
Adhi Moersid lahir di Bogor pada tahun 1937. Ia memulai kiprahnya di dunia arsitektur sejak tahun 1964. Pada tahun itu pula ia mendapat kesempatan untuk duduk di tim 1 perencanaan pembangunan venue CONEFO (Conference of New Emerging Forces) yang kini menjadi kompleks MPR-DPR.
 
Sebagai arsitek, karakter bangunan-bangunan karya Adhi ditandai dengan konsep yang mengakar pada budaya setempat serta fisika bangunan yang disesuaikan dengan iklim tropis Indonesia. Salah satu karyanya yang fenomenal adalah Masjid Said Naum yang dibangun pada 1975. Karya ini pula yang mengantarkannya mendapat penghargaan Honourable Mention dari Aga Khan Award for Architecture pada 1986. 
 
Adhi Moersid bersama lima temannya mendirikan Biro Arsitek Atelier Enam usai lulus dari Arsitektur ITB, yang dikenal sebagai konsultan arsitek ternama. Selain itu, Adhi juga termasuk dalam tim pendiri ARCASIA (Architects’ Regional Council Asia), dilanjutkan dengan menjadi signatory konstitusi ARCASIA pada tahun 1979. 
 
Karya-karya arsitekturnya telah dibukukan dengan judul 'KAGUNAN: Karya Arsitektur Adhi Moersid'. Beliau mendorong penyusunan Jurnal Seni Rupa Galeri (kajian seni rupa modern dan kontemporer Indonesia) yang diterbitkan Galeri Nasional Indonesia bekerja sama dengan FSR IKJ pada tahun 2016.
 
Di bidang seni rupa, Adhi merupakan salah satu tokoh yang dipilih untuk masuk dalam jajaran Dewan Penasehat Galeri Nasional Indonesia (GNI) sejak pendirian lembaga tersebut pada 1998-1999 hingga saat ini (2019). Anggota Dewan Penasehat GNI merupakan tokoh-tokoh yang merintis, membidangi, dan berperan secara signifikan dalam pendirian GNI. Sebagai Dewan Penasehat GNI, Adhi banyak berperan dalam memberikan nasihat, saran, serta arahan strategis terkait pengelolaan, infrastruktur, dan program GNI agar sejalan dengan visi dan misi serta tugas dan fungsi GNI.
 
Atas dedikasi yang tak ternilai, keluarga Besar Galeri Nasional Indonesia mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk Bapak Adhi Moersid. Selamat jalan...
 
 
---------------------
 
Referensi teks:
Hasan, Asikin, dkk. 2013. 15 Tahun Galeri Nasional Indonesia "Process & Progress". Jakarta: Galeri Nasional Indonesia.