Berita : Dibalik Lensa Suherry Arno

Dibalik Lensa Suherry Arno

Pameran Tunggal Suherry Arno “Melampaui Fotografi” telah resmi dibuka oleh Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Fotografi Indonesia Sigit Pramono pada Senin malam, 23 Oktober 2017 di Gedung A Galeri Nasional Indonesia. Dalam pameran yang berlangsung hingga 5 November 2017 tersebut, Suherry menyuguhkan karya-karya fotografi yang seluruhnya bernuansa hitam-putih.

Kendati mengandalkan nuansa hitam dan putih, namun olahan tekstur, efek grain, dan efek kontras, justru memperkuat kecenderungan Suherry dalam menghidupkan foto-foto tersebut. Foto alam, bangunan, dan laut ditampilkan Suherry Arno secara apik sehingga mata pengunjung seakan melihat langsung objek yang ada di dalam foto. Hal ini membuktikan, fungsi fotografi sebagai perekam realitas telah dilampaui Suherry karena ia sanggup merekam realitas seperti kenyataan melalui bidikan kameranya.

Tidak hanya unjuk karya, Suherry juga menampilkan beberapa peralatan yang digunakannya dalam memotret. Diantaranya ada koleksi beberapa jenis kamera, tripod, dan foto dengan berbagai medium. Selain itu, disajikan pula video pembuatan klise/negatif foto secara digital hingga proses cuci cetak sehingga pengunjung dapat mengetahui proses panjang yang dilakukan Suherry dalam menghasilkan foto-foto terbaiknya.

Suherry Arno berguru fotografi dan print making kepada beberapa pakar dari Amerika Serikat, antara lain Bruce Barnbaum, Howard Bond, John Sexton, Patrick Jablonski, Charles Cramer, Michael Smith, Paula Chamlee, Dan Burkholder, Nelson, Carbon Print, France Scully, Mark Osterman, Kerik Kouklis, dan Mark Nelson. Ditambah pengalaman dan jam terbangnya yang tinggi, tak heran jika Suherry mampu menghasilkan karya-karya fotografi yang apik. “Proses yang luar biasa telah ditempuh Mas Herry untuk sampai di titik puncak seorang fotografer. Perlu ada kemauan dan materi yang siap dalam mendukung hobi fotografinya. Selamat atas pameran ini” pungkas Sigit Pramono. 

*dst/dsy/GNI