Press Release : Pameran Daring KOTA 20202 LAWAN!!!

 

Galeri Nasional Indonesia bersama KOTA (Komunitas Perupa Kota Tua) menggelar Pameran Daring KOTA 2020 bertajuk “LAWAN!!!” mulai 10 November 2020 di laman galnasonline.id. Dikuratori Citra Smara Dewi, Heru Hikayat, dan Pug Warudju, pameran ini menampilkan 35 karya berupa lukisan, grafis, mixed media, mural, fotografi, video art, dari 28 perupa yang tergabung dalam KOTA.

Dalam konteks pameran ini, Citra mengungkap bahwa “LAWAN” dimaknai sebagai sikap positif dari para perupa dalam menyikapi berbagai perubahan sosial. Tema “LAWAN!!!” sebagian besar mengangkat aspek sosial politik, seperti pencarian identitas kultural, merespons era milenial, budaya urban, dan fenomena pandemi Covid-19. Sebagai perupa yang tumbuh dan berinteraksi langsung dengan denyut kehidupan Kota Jakarta, para perupa KOTA memiliki rasa kepedulian dalam merespons dinamika sosial yang tengah terjadi saat ini. “Yang juga menarik dari pameran ini, spirit ‘LAWAN’ juga dikaitkan dengan konteks melawan kemapanan dalam berkarya, khususnya melalui berbagai upaya artistik dan eksplorasi,” kata Citra.

Ditambahkan Heru, “LAWAN!!!” adalah cara mengajak para perupa KOTA untuk menimbang ulang tentang cara pandang terhadap zaman ini. “Tepatnya tentang krisis pandemik yang membuat kita berpikir ulang tentang hal-hal mendasar. Seni, semestinya mampu membuat kita berpikir ulang tentang hal-hal yang biasanya kita lumrahkan, begitu saja,” katanya. Seni, jika kita percaya bersumber pada ekspresi jiwa manusia, maka saat ini mestinya mampu berdaya dalam pengertian tampil dan mengajak kita untuk memandang ulang, berpikir ulang, tentang berbagai hal dalam kehidupan. Tentang modernisme, tentang pembangunan, tentang perkembangan kota, tentang kesejahteraan bersama, tentang kesetaraan, tentang solidaritas, tentang relasi antarmanusia dengan makhluk lain di semesta, tentang agama, tentang kebudayaan, tentang politik, daftarnya bisa dibuat terus memanjang. “LAWAN!!! pada hemat saya, menantang para perupa untuk menunjukkan kepekaannya tentang fenomena kekinian, melalui karya seni,” ujarnya.

Menurut Pug Warudju, pameran ini juga merupakan geliat perlawanan para perupa KOTA sebagai insan-insan urban untuk berperan aktif dalam rekonstruksi sosial melalui karya seni rupa. “Melalui pameran ini, para perupa Kota Tua justru memperoleh momentum untuk melakukan trilogi konstruksi sosial: eksternalisasi (berekspresi), menakar objektifikasi, dan laku internalisasi yang dibagikan lewat produk-produk simbol pada karya seni rupa,” ungkapnya.

Terkait pameran ini, Kepala Galeri Nasional Indonesia, Pustanto berharap para perupa Jakarta khususnya perupa KOTA dapat semakin menajamkan wacana serta ekspresi seni dalam mengkritisi fenomena terkini melalui karya-karya seni rupa. “Seperti halnya musik, drama, maupun seni lainnya, seni rupa juga bisa menjadi medium untuk merepresentasikan suatu fenomena atau peristiwa, yang tidak hanya untuk kilas balik, namun juga sebagai referensi untuk memunculkan inovasi atau ide-ide baru yang dapat berkontribusi dalam pengembangan sebuah wilayah, dalam hal ini Kota Jakarta. Inilah saatnya para perupa KOTA melalui karya seni rupa menunjukkan perannya dalam membangun Jakarta,” ujarnya. Semoga pameran ini juga dapat menginspirasi dan menyemangati para perupa serta masyarakat di kota-kota lainnya untuk terus berjuang di jalan seni rupa, sekaligus mengembangkan seni rupa di kota tempat tinggalnya.

 

---

Pameran Daring KOTA 2020
“LAWAN!!!”


PERUPA
28 perupa anggota KOTA (Komunitas Perupa Kota Tua)

KARYA
35 karya berupa lukisan, grafis, mixed media, mural, fotografi, dan video art

KURATOR
Citra Smara Dewi
Heru Hikayat
Pug Warudju

PEMBUKAAN
Selasa, 10 November 2020
Pukul 19.30 WIB
via Zoom dan live Facebook Galeri Nasional Indonesia

PAMERAN
Mulai 10 November 2020
di galnasonline.id