: Mahasiswa ACICIS Australia Berkunjung ke Galeri Nasional Indonesia

 

Galeri Nasional Indonesia menerima kunjungan dari ACICIS (The Australian Consortium for ‘In-Country’ Indonesian Studies) pada Selasa, 16 Januari 2018. Field trip hasil kerja sama antara Galeri Nasional Indonesia dengan lembaga pendidikan ACICIS di Jakarta ini merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya kunjungan serupa dilakukan pada 2017 silam. Dari Sebanyak 32 orang yang berkunjung, 26 diantaranya mahasiswa ACICIS dari pelbagai universitas di Australia.

ACICIS merupakan lembaga pendidikan nirlaba yang didirikan pada tahun 1994. Lembaga ini menawarkan solusi untuk membantu dan memfasilitasi para mahasiswa Australia yang ingin belajar di Indonesia terutama dalam hal terkait substansi akademis, birokrasi, dan imigrasi yang seringkali menjadi hambatan. Tidak hanya itu, ACICIS juga memberikan saran akademis dan pengarahan kepada mahasiswa, program orientasi untuk mahasiswa baru sebelum memulai setiap program, membantu hubungan dengan pemerintah dan universitas di Indonesia, serta mengawasi semua aspek yang sedang terjadi di negara tersebut termasuk penilaian keamanan dan risiko. ACICIS memiliki Study Indonesia Program (SIP) yang ditujukan bagi para mahasiswa Australia, juga terbuka bagi mahasiswa non–Australia dan perorangan. SIP yang telah diikuti sebanyak 2.000 mahasiswa sejak 1995 ini menawarkan pelbagai pilihan studi di Indonesia, mulai dari program yang terkait bisnis, hukum, pertanian, kesehatan, jurnalistik, kehumasan, pariwisata, seni dan desain, bahasa Indonesia hingga program yang khusus mempelajari Jawa Barat dan Jawa Timur. Kunjungan ke Galeri Nasional Indonesia kali ini merupakan field trip terkait program seni dan desain yang disebut Creative Arts and Design Professional Practicum (CADPP).

Dalam kunjungan tersebut, para mahasiswa ACICIS disambut oleh Kurator Internal Galeri Nasional Indonesia Bayu Genia Krishbie, Humas Galeri Nasional Indonesia Afrina Rosmani, serta Edukator Galeri Nasional Indonesia Aola Romadhona dan Putra Murdani. Sebelum menjelaskan tentang profil Galeri Nasional Indonesia, Bayu menayangkan video profil Galeri Nasional Indonesia. Video tersebut bercerita tentang sejarah pendirian Galeri Nasional Indonesia; visi, misi, tugas, peran dan fungsi, serta aktivitas Galeri Nasional Indonesia sebagai galeri/museum seni rupa modern dan kontemporer Indonesia milik pemerintah yang bernaung di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sifatnya non-profit.

“Kami memiliki beberapa program diantaranya Pameran Tetap, Pameran Temporer termasuk Pameran Keliling di dalam dan luar negeri, Sosialisasi tentang Galeri Nasional Indonesia, Edukasi, Workshop, Seminar, Diskusi, Gallery Tour, dan pelbagai kegiatan lainnya terkait pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, dan apresiasi karya seni rupa; edukasi; serta pelayanan publik terkait seni rupa,”papar Bayu. Para mahasiswa tersebut juga diberi kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi seputar Galeri Nasional Indonesia dan seni rupa.

Tak hanya itu, pihak Galeri Nasional Indonesia juga mengajak para peserta kunjungan untuk mengikuti gallery tour dan mengapresiasi karya-karya seni rupa dalam Pameran Tetap di Gedung B lantai 2 dan Pameran Temporer di Gedung A. Dalam sesi ini, para peserta tampak antusias dalam mengamati dan menggali informasi seputar karya seni rupa yang sedang dipamerkan. Mereka juga tak segan berfoto di depan karya saat menemukan objek yang menarik perhatian.

*dsy/GNI