Berita : Tokoh Permuseuman Indonesia, Adji Damais Berpulang

“Saya tidak pernah merencanakan hidup saya dan mengejar apa pun yang menarik minat saya.” 

- Soedarmadji Jean Henri Damais -

Dikutip dari artikel berjudul “Berawal dari Ketertarikan Arsitektur Bangunan Tua” terbitan mediaindonesia.com, Minggu 25 Juli 2021, 06:10 WIB.

 

Sejarawan; budayawan; serta ahli permuseuman, cagar budaya, dan pengoleksian pusaka dan benda seni; Soedarmadji Jean Henri Damais yang akrab disapa Mas Adji, adalah sosok yang lekat dengan tata kota Jakarta, perjalanan berbagai museum, dan revitalisasi gedung-gedung bersejarah seperti Taman Fatahillah, Monumen Nasional, Taman Mini Indonesia Indah, museum, dan pusat kesenian, termasuk Taman Ismail Marzuki dan Dewan Kesenian Jakarta. 

Ia salah satu pendiri Asosiasi Pecinta Tekstil Indonesia Wastraprema, Pusat Dokumentasi Arsitektur (PDA), dan Lembaga Warisan Budaya Indonesia (BPPI). Adji turut mengembangkan konsep museum untuk Bank Indonesia, program budaya untuk Aman Resorts, dan melestarikan seni tradisional bersama Badan Kerja Sama Kesenian Indonesia. Ia juga pelopor keterkaitan antara budaya dan ekonomi di Indonesia.

Adji dilahirkan dari ibu berdarah Jawa yang bekerja untuk Perpustakaan Museum Nasional. Ayahnya, mendiang Louis-Charles Damais, adalah ahli epigrafi Prancis terkemuka dan anggota Institut Prancis untuk Studi Timur Jauh (EFEO). Awal perjalanan karier lulusan sekolah arsitektur ini adalah menerjemahkan karya-karya sastra dan sejarah untuk berbagai universitas dan kementerian. Nama Adji kemudian baru dikenal setelah menjadi pengelola berbagai situs sejarah nasional. Ia sempat menjabat sebagai Kepala Museum Sejarah Jakarta (1989-1999). 

Atas perannya dalam memperkuat hubungan dan mendorong lahirnya berbagai kerja sama antara Prancis dan Indonesia, Adji menerima tanda kehormatan Seni dan Sastra dari Pemerintah Prancis berupa lencana Chevalier des Arts et Lettres yang diserahkan langsung oleh Duta Besar Prancis Corrine Breuzé pada 28 Oktober 2015, bertepatan dengan peringatan ke-87 tahun Sumpah Pemuda di Indonesia. 

Adji dikabarkan berpulang pada Rabu, 15 September 2021. Selamat jalan Mas Adji...