Pengumuman : PAMERAN TETAP KOLEKSI GNI DIBUKA UNTUK PUBLIK

 

 

Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia (GNI) kembali dibuka untuk publik mulai 23 Maret 2019 setelah proses penataan ulang yang dimulai sejak akhir tahun 2018. Pameran ini menampilkan sejumlah 211 karya dari berbagai medium yang merepresentasikan perjalanan seni rupa modern dan kontemporer Indonesia dari masa kolonial hingga kini.

GNI menghimpun karya seni rupa di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang sejak tahun 1948 telah melakukan pengoleksian karya seni rupa melalui tiga unit kerjanya yaitu Direktorat Kesenian (dahulu Bagian Kesenian, Jawatan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Pengajaran dan Kebudayaan), Sekretariat Direktorat Jenderal Kebudayaan – Proyek Wisma Seni Nasional, dan Museum Nasional Indonesia. Pada tahun 1998, sejumlah koleksi ini dihimpun dan dipindahkan ke GNI, sebuah lembaga kebudayaan yang baru saja dibentuk setelah perintisannya oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan dimulai sejak 1960-an melalui Proyek Wisma Seni Nasional. Setahun berselang, GNI resmi beroperasi dan meneruskan tradisi pengoleksian karya seni rupa hingga saat ini.

Koleksi GNI pada Pameran Tetap kali ini ditampilkan melalui tiga pendekatan kuratorial. Pertama, pameran “Monumen Ingatan: Modernitas Indonesia dan Dinamikanya dalam Koleksi Galeri Nasional Indonesia” di Galeri 1, menampilkan koleksi GNI yang dikontekstualisasikan dalam periodisasi sejarah nasional. Kedua, pameran “Paris 1959 Jakarta 1995 ” di Galeri 2, menampilkan koleksi internasional GNI yang bersumber dari dua peristiwa penting, yaitu hibah karya perupa yang berbasis di Paris kepada pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1959 dan hibah karya dari peserta Pameran Seni Rupa Kontemporer Negara-negara Non-Blok pada tahun 1995. Ketiga, pameran tematik bertajuk “Kode D: 20 Tahun Akuisisi Koleksi Galeri Nasional Indonesia 1999-2019” menampilkan sejumlah karya seni rupa yang diakuisisi GNI sejak 1999-2019. Sejumlah koleksi GNI yang ditampilkan meliputi karya-karya penting dari Raden Saleh, Wakidi, S. Sudjojono, Affandi, Basoeki Abdullah, Hendra Gunawan, Otto Djaja, Popo Iskandar, Srihadi Soedarsono, Widayat, Djoko Pekik, Jim Supangkat, Dede Eri Supria, Tisna Sanjaya, Krisna Murti, Semsar Siahaan, Anusapati, Mella Jaarsma, Eddie Hara, Heri Dono, dan karya perupa internasional antara lain Wassily Kandinsky, Victor Vasarely, Hans Arp, Zao Wou-Ki, Hans Hartung, Sonia Delaunay, dan banyak lainnya.

Pameran Tetap Koleksi GNI dapat dikunjungi publik setiap Selasa - Minggu, pukul 09.00 - 16.00 WIB, di Gedung B lantai 2. Pameran tutup pada Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama. Informasi terkini terkait pameran ini dapat diikuti melalui media sosial Galeri Nasional Indonesia, Instagram @galerinasional, Facebook Galeri Nasional Indonesia, dan Twitter @galerinasional_.