Press Release : Pameran Tunggal Hafiz Rancajale - SOCIAL ORGANISM

 

Pembukaan Pameran: Jumat, 25 Mei 2018, pukul 18.30
Pameran: 26 Mei – 9 Juni 2018

 
Salah satu berkah Reformasi 1998 adalah lahirnya insiatif-insiatif warga dalam jumlah yang cukup signifikan yang telah menciptakan ruang-ruang ekspresi, eksperimentasi, belajar dan berbagi pengetahuan bersama di berbagai bidang kebudayaan. Selama dua puluh tahun, inisiatif-inisiatif warga itu telah memiliki peran yang cukup penting di dalam mengisi celah-celah kosong yang belum atau tidak tersentuh oleh negara dalam usaha mengembangkan perangkat-perangkat pendidikan dan kebudayaan kita. Ada yang menghilang, ada yang bertahan dan berkembang, dan ada pula yang merubah bentuknya, seiring dengan kebutuhan dan situasi perubahan sosial, ekonomi, dan politik di negeri ini. Selama dua dekade, insiatif-inisiatif warga ini belajar untuk mengenali dan mengkoreksi dirinya sendiri dengan melihat kembali kerja-kerja yang telah mereka lakukan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat itu. Keniscayaan untuk belajar dan melakukan auto-kritik adalah usaha untuk melihat kembali dan mengukur peran dirinya di masyarakat. Usaha ini menjadi salah satu cara bagi inisiatif-inisiatif warga untuk bertahan hidup di tengah perubahan zaman, perubahan teknologi, dan perubahan situasi geo-sosial, geo-ekonomi, dan geo-politik yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di tingkat regional dan global yang bergerak sangat cepat, yang memaksa mereka untuk memutar otak dan mencari moda-moda bertahan hidup yang sezaman, faktual, dan futuristis, namun tetap berpegang pada keyakinan mereka terhadap cita-cita awal saat lahirnya inisiatif-inisiatif warga itu, sebagai ruang belajar dan berbagi pengetahuan bersama.
 
Social Organism mencoba untuk melihat kembali gagasan tentang ruang ekspresi, eksperimentasi, belajar dan berbagi pengetahuan bersama melalui pandangan seorang warga yang telah bekerja bersama ruang-ruang tersebut selama kurang lebih dua puluh tahun ini, Hafiz Rancajale. Sebagai seorang seniman yang lebih banyak bekerja dengan moda produksi artistik sebagai seorang 'fasilitator' yang menjembatani dan memfasilitasi kerja-kerja kebudayaan dalam berbagai aktivitas berkesenian, terutama setelah Reformasi 1998, ia telah mengalami dan melewati berbagai tantangan dalam usaha mengkonstruksi, membangun, mempertahankan, dan bahkan mencoba meluaskan gagasan organisme ruangnya itu ke wilayah yang lebih horisontal dan tidak terpusat.
 
Karya-karya video, drawing, objek, dan performans yang dihadirkan pada pameran tunggal Hafiz Rancajale ini menjadi unsur-unsur estetikanya dalam menerjemahkan gagasan dan pengalamannya bersama organisme, si ruang ekspresi, eksperimentasi, belajar dan berbagi pengetahuan bersama itu, termasuk juga gagasannya tentang relasi dan konstruksi subyek-subyek di dalamnya yang menjadi sel-sel organik dari organisme tersebut.
 
Pameran tunggal ketiganya ini menjadi semacam konklusi dari gagasan dan metode proses pembentukan konsepsi tata bahasa estetikanya sebagai seorang 'fasilitator' kebudayaan selama dua puluh tahun ini, serta menjadi pembuka bagi babak baru dalam usahanya mengembangkan salah satu moda produksi artistiknya, sebagai seorang 'fasilitator' kebudayaan yang meletakkan aktivisme sebagai basis kritisnya dalam melihat perubahan dan perkembangan kultur yang terjadi di masyarakat global.
 
Pameran Tunggal Hafiz Rancajale, Social Organism, akan dibuka pada 25 Mei 2018, pukul 18.30–21.00 WIB di Gedung A, Galeri Nasional Indonesia dan akan berlangsung pada 26 Mei–9 Juni 2018, pukul 10.00–19.00 WIB (Tutup: 29 Mei & 1 Juni 2018).
 
Pameran ini terselenggara atas dukungan dan kerjasama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Galeri Nasional Indonesia, dan Forum Lenteng.
 
-
Biografi Seniman
Hafiz Rancajale (1971, Pekanbaru, Indonesia) seorang seniman, kurator, pembuat filem, dan salah satu pendiri organisasi yang berbasis di Jakarta, Forum Lenteng —organisasi nirlaba egaliter yang berdiri tahun 2003 dan fokus di bidang media, seni, dan sinema. Hafiz menjadi inisiator bagi penyelenggaraan berbagai acara dan proyek di bidang kesenian, media, dan perfileman, baik nasional maupun internasional, diantaranya; OK. Video - Jakarta International Video Festival; ARKIPEL Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival; Yayasan Biennale Jakarta; dan SENIMEDIA.ID Pekan Seni Media Indonesia. Pada tahun 2013-2017, Hafiz menjadi anggota Komite Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta. Ia mendapat penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas jasanya mengembangkan filem pendek dan eksperimental di Indonesia di tahun 2013 dan Anugrah Seni tahun 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
 
Karya-karya seninya telah dipresentasikan di berbagai perhelatan seni rupa nasional maupun internasional, antara lain; Centre Soleil de Afrique (Bamako, Mali, 2001); Gwangju Biennale (Korea Selatan, 2002); Istanbul Biennial (Turki, 2005); TENT. Center Rotterdam (Belanda, 2005); Images Festival (Kanada, 2011); Entre Utopia y Distopia-Palestra Asia di Museo Universitario Arte Contemporaneo (Meksiko, 2011); OK. Video ORDE BARU - Indonesia Media Arts Festival (Jakarta, Indonesia, 2015).
 
Biografi Kurator
Mahardika Yudha (1981, Jakarta, Indonesia) seorang seniman, kurator, dan salah seorang pendiri dan bekerja di Forum Lenteng. Sejak 2014 hingga sekarang, ia menjadi kurator pameran Kultursinema yang menjadi Bagian dari perhelatan ARKIPEL - Jakarta International Documentary and Experimental Film Festival. Di luar dari aktivitas kuratorial rutinnya itu, ia juga menjadi kurator beberapa pameran, antara lain; Lost in Transaction, Pameran Tunggal Asep Topan (Jakarta, Indonesia, 2014); reimagining Rocket rain (menjadi ko-kurator bersama Anggun Priambodo, Jakarta, Indonesia, 2014); OK. Video Orde Baru - 7th Indonesia Media Arts Festival (Jakarta, Indonesia, 2015); Prototipe, Pameran Tunggal Benny Wicaksono (Jakarta, Indonesia, 2015); dan Following (Jakarta, Indonesia, 2017).