Berita : Telah Berpulang, Sang Pelukis Abstrak Sudita Nashar

 

Awan duka bergelayut di langit seni rupa Indonesia. Salah satu pelukis abstrak Indonesia, Sudita Nashar telah menghembuskan nafas terakhirnya pada Sabtu, 25 Februari 2017. 

Sudita Nashar merupakan putra kedua dari pelukis senior legendaris sekaligus salah satu pelopor berdirinya Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (PKJ TIM), (Alm.) Nashar. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Dita panggilan akrabnya, mengikuti jejak ayahnya sebagai pelukis yang juga mengeksplorasi lukisan abstrak. Pria kelahiran Jakarta, 8 Februari 1962 ini, telah belajar melukis dari ayahnya sejak tahun 1980-an. Dita remaja selalu mengamati ketika ayahnya melukis. Ia juga banyak menghabiskan waktu bersama ayahnya tinggal di Balai Budaya, kawasan Menteng – Jakarta Pusat, tempat yang hampir setiap hari diisi dengan pameran lukisan. 

Apa yang dilihat dan dirasakan Sudita rupanya menjadi bekal untuk mematangkan dirinya sebagai seorang pelukis abstrak yang kerap memadukan warna-warna solid. Ia mengikuti berbagai gelaran pameran bersama sejak tahun 1982, mulai dari pameran di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta; Taman Impian Jaya Ancol (Pasar Seni Jaya Ancol), Jakarta; Museum Keramik dan Seni Rupa (Kota Tua), Jakarta; Dewan Kesenian Surabaya; Puri Rejeng Gianyar Bali; Balai Budaya, Jakarta; hingga di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, dalam Pameran Seni Rupa “RUANG JAKARTA” (2014). Selain pameran bersama, Sudita juga tercatat pernah menggelar pameran tunggal, diantaranya Pameran Tunggal Lukisan Sudita Nashar di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta (2014) dan “Eksposisi II Non-figuratif” di Balai Budaya, Jakarta (2016).

Untuk menghidupi aktivitas keseniannya dan juga keluarganya, pelukis berpenampilan sederhana ini juga melakoni pekerjaan sebagai pengojek motor. Sudita menyebut dirinya ‘Ojek Berkarya’. Kini sosok Sudita Nashar tak lagi didapati. Ia harus berpulang kepada Sang Pencipta. Sepenggal tulisan Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus ‘Andre’ Sukmana dalam akun media sosialnya turut mengantar kepergian Sudita, “Turut berduka cita, semoga amal ibadah dan dedikasi Almarhum Sudita Nashar dalam dunia seni rupa diterima dan mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT. Amiin….. Selamat jalan Sudita…!”

*dsy/GNI/bbs