Press Release : Sosialisasi Konservasi Lukisan di Surakarta

 

Sebagai lembaga budaya negara di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Galeri Nasional Indonesia (GNI) mengemban tugas dan fungsi beberapa di antaranya adalah melaksanakan perawatan karya seni rupa, serta memberikan pelayanan edukasi dan membangun kemitraan di bidang seni rupa. Untuk merealisasikan tugas dan fungsi tersebut, langkah yang ditempuh salah satunya adalah dengan menggelar “Sosialisasi Konservasi Lukisan” pada 4 November 2019 di Gedung Serbaguna Balai Ekspresi “Raden Sungging Prabangkara” FSRD ISI Surakarta.

Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama GNI dengan ISI Surakarta ini diisi dengan lokakarya yang menghadirkan para pembicara di antaranya Kepala Galeri Nasional Indonesia, Drs. Pustanto, M.M.; serta empat Dosen Jurusan Seni Murni ISI Surakarta yaitu: Amir Gozali, S. Sn., M. Sn.; Syamsiar, S. Pd., M. Sn.; Drs. Henry Cholis, M. Sn.; dan I Nyoman Suyasa, S. Sn., M. Sn. Sebagai moderator yakni Albertus Rusputranto Ponco Anggoro, S. Sn., M. Hum. yang juga merupakan Dosen Jurusan Seni Murni ISI Surakarta.

Selama ini, kegiatan konservasi GNI masih belum banyak diketahui publik. Padahal upaya pemeliharaan dan pelindungan terhadap karya seni rupa dilakukan secara rutin oleh GNI. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan karya tersebut selalu dalam kondisi terbaiknya sekaligus mencegah kerusakan sehingga dapat terus dinikmati oleh pengunjung GNI dari generasi ke generasi.

Pustanto berharap “Sosialisasi Konservasi Lukisan” ini dapat memberikan pewacanaan dan pemahaman, sekaligus mendorong kesadaran publik tentang pentingnya menjaga dan merawat koleksi seni rupa. Selain itu juga diharapkan kegiatan ini menjadi media diskusi yang interaktif dan inovatif sekaligus memberikan pengalaman praktikal khususnya mengenai konservasi. Sosialisasi seperti ini juga diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi para peserta untuk memiliki semangat dalam upaya merawat dan melestarikan karya seni rupa, atau bahkan melahirkan konservator dan apresiator andal di dunia seni rupa Indonesia.

 

Jakarta,  November 2019