Press Release : Seminar Estetik #3 “Masa Depan Keindahan dalam Rezim-rezim Seni Kini”

 

Sebagai lembaga budaya negara di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Galeri Nasional Indonesia mengemban tugas dan fungsi antara lain menyelenggarakan pengkajian, perluasan pengetahuan, pelayanan edukasi, serta publikasi di bidang seni rupa. Dalam merealisasikan tugas dan fungsi tersebut, langkah yang ditempuh salah satunya adalah dengan menggelar Seminar Estetik yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun. Hal tersebut membuktikan upaya konsisten Galeri Nasional Indonesia dalam menghimpun para peminat dan pemerhati bidang kajian estetika di Indonesia, khususnya pendidikan seni rupa, sekaligus menunjukkan peran aktif Galeri Nasional Indonesia dalam mengembangkan seni rupa di negeri ini.

Seminar Estetik pertama kali diselenggarakan pada 2014 di Jakarta, kemudian berlanjut pada 2015 di Yogyakarta, Bandung, dan Bali. Kali ini pada 2017, acara serupa akan kembali digelar dalam Seminar Estetik #3 pada 21–22 Februari 2017 di Galeri Seni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, tepatnya di Kampus FSRD ISI Surakarta. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Seminar Estetik #3 mengangkat tema “Masa Depan Keindahan dalam Rezim-rezim Seni Kini”. Tema tersebut dimaksudkan untuk mengundang tanggapan pemikiran secara terbuka melalui dua arah kemungkinan. Pertama, menyatakan kajian maupun pandangan yang berkaitan dengan perkembangan pemikiran dalam tradisi pemikiran estetik secara teoritik, baik berkaitan dengan perkembangan kajian filsafat maupun tradisi pemikiran di luar tradisi pemikiran Barat. Kedua, membuat kajian secara mendalam tentang contoh atau pilihan karya-karya seni rupa yang dikerjakan para seniman Indonesia dengan menggunakan pisau bedah kajian pemikiran estetik—baik bersumber pada rujukan tradisi estetika Barat maupun di luar Barat. Kedua arah pengkajian ini diharapkan bisa menyumbangkan perspektif pemahaman yang lebih meluas maupun mendalam sehingga mampu menempatkan perkembangan seni rupa Indonesia ke dalam bingkai pemahaman yang terus berkembang.

Gagasan tentang tema Seminar Estetik #3 tersebut akan dipaparkan oleh beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya. Diantaranya Hilmar Farid (Direktur Jenderal Kebudayaan, Kemdikbud), St. Sunardi (Dosen Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta), I. Bambang Sugiharto (Dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung), Dharsono Sony Kartika (Dosen ISI Surakarta), Nirwan Dewanto (Budayawan dan Direktur Program Komunitas Salihara), Bambang Q-Anees (Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung), Adam Wahida (Dosen Universitas Sebelas Maret, Surakarta), dan Diyanto (Seniman dan Kurator Taman Budaya Jawa Barat). Sedangkan sebagai moderator adalah Dr. Guntur, M.Hum. (Dosen ISI Surakarta) dan Rizki A. Zaelani (Kurator Galeri Nasional Indonesia dan Dosen Institut Teknologi Bandung).

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus ‘Andre’ Sukmana berharap Seminar Estetik #3 ini dapat menjadi media untuk bertukar gagasan dan pengalaman bagi berbagai pihak yang berkecimpung dibidang kesenian khususnya dalam dunia seni rupa. Seminar ini menghasilkan bahan bacaan teoritis yang dikemas dalam bentuk laporan prosiding yang dicetak dan diedarkan Galeri Nasional Indonesia ke berbagai lembaga mitra, termasuk perguruan tinggi seni rupa. Dengan langkah tersebut, seminar ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pada perkembangan seni rupa Indonesia di masa depan.