Press Release : Sosialisasi Eksistensi Galeri Nasional Indonesia di Jepara

 

Sosialisasi Eksistensi Galeri Nasional Indonesia (GNI) digelar di Jepara, tepatnya di Pendopo Kantor Bupati Jepara, Jawa Tengah, Jalan. RA. Kartini No. 1, Panggang, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Sebelumnya, program serupa telah diselenggarakan di Bangka (Bangka Belitung), Bengkulu, Palembang, Semarang, Bali, Kupang, Palangkaraya, Palu, Kendari, Ternate (Maluku Utara), Manado, Madura, Aceh, Mamuju (Sulawesi Barat), Lampung, Bontang (Kalimantan Timur), Kendari (Sulawesi Tenggara), Gorontalo, Banyuwangi (Jawa Timur), Kalimantan Utara, dan Toraja Utara (Sulawesi Selatan). Program yang merupakan hasil kerja sama Galeri Nasional Indonesia dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara serta Rumah Kartini Japara ini, akan berlangsung pada 18 April 2018, mulai pukul 08.00 WIB. 

Dengan menghadirkan tiga pembicara, diantaranya Pustanto (Kepala Galeri Nasional Indonesia), Citra Smara Dewi (Kurator Galeri Nasional Indonesia), dan Dolorosa Sinaga (Perupa dan Dosen Institut Kesenian Jakarta), serta moderator Apeep Qimo (Komunitas Rumah Kartini Japara), program ini bertujuan untuk mengenalkan eksistensi GNI dengan diikuti sekitar 80 orang peserta terdiri dari perupa, praktisi seni rupa, komunitas seni rupa, dan guru seni budaya di Jepara. Selain itu, program ini juga sekaligus memaparkan koleksi GNI dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan tema yang diangkat yaitu “Kekuatan Koleksi Galeri Nasional Indonesia dalam Perjalanan Sejarah Bangsa Indonesia”.

Melalui Program Sosialisasi ini, Pustanto berharap eksistensi Galeri Nasional Indonesia sebagai pusat pengembangan dan dokumentasi seni rupa semakin dikenal masyarakat luas. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun jejaring seni rupa di Indonesia, serta membangun komunikasi aktif dan sinergi antarlembaga budaya dan institusi pemerintah. Hal ini kemudian diharapkan mampu menumbuhkan, mewadahi, dan mendorong daya kreativitas serta apresiasi seni rupa sebagai media penguatan pendidikan karakter di Jepara. 

“Semoga Program Sosialisasi seperti ini dapat menambah pengetahuan seni rupa yang mampu menyumbang gagasan-gagasan segar, menggali potensi para insan seni rupa, serta penciptaan karya-karya seni rupa yang baru di Jepara. Hal ini diharapkan dapat menyumbang pengembangan dan pembinaan seni rupa di Jepara,” papar Pustanto. Program serupa seperti ini selanjutnya akan terus digelar Galeri Nasional Indonesia di berbagai kota lain di Indonesia.

Jakarta,  April 2018