Berita : Jokowi Ajak Masyarakat Belajar dari Pameran Heroik di Galnas

Pameran Koleksi Seni Rupa Istana Kepresidenan Republik Indonesia kini menjadi sejarah baru yang penting bagi bangsa Indonesia. Pembukaan pameran ini pun diresmikan secara langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), pada Senin (1/8/2016) di Galeri Nasional Indonesia. Hadir juga beberapa tokoh penting lainnya seperti Megawati Soekarnoputri, Guruh Soekarnoputra, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Srihadi Soedarsono sebagai satu-satunya perupa yang masih hidup yang karyanya sedang dipamerkan dalam pameran tersebut.

Dalam sambutannya Jokowi mengatakan, Istana adalah milik rakyat sehingga lukisan-lukisan dalam Istana Kepresidenan kini dapat dinikmati rakyat melalui pameran ini. "Masyarakat bisa belajar banyak, terutama generasi muda. Bisa banyak memetik nilai-nilai perjuangan, dan juga mereka bisa membangun, membayangkan, membangun imajinasi yang indah tentang tumpah darah Indonesia, tentang sopan santun dan kehalusan budi, dan peradaban Indonesia," tutur Jokowi sesaat sebelum meresmikan pameran bertajuk 17|71: Goresan Juang Kemerdekaan.6

Nilai juang yang disebut Jokowi memang menjadi fokus perhelatan ini. Karya-karya bernafaskan semangat juang mendominasi diantara 28 karya lukisan dan 100 foto-foto Kepresidenan. Hal tersebut divisualkan melalui lukisan potret tokoh-tokoh pejuang Indonesia, seperti Pangeran Diponegoro Memimpin Perang karya Basoeki Abdullah, Potret Jenderal Sudirman karya Gambiranom Suhardi, Potret R.A. Kartini karya Trubus Sudarsono, H.O.S. Tjokroaminoto karya Affandi, Kawan-kawan Revolusi karya S. Sudjojono, dan beberapa karya potret lainnya.

Selain ketokohan, dipamerkan pula lukisan yang menggambarkan suasana perjuangan, beberapa diantaranya adalah Penangkapan Pangeran Diponegoro karya Raden Saleh, Persiapan Gerilya karya Dullah, Awan Berarak Jalan Bersimpang karya Harijadi Sumadijaja, Pertempuran di Pengok karya Kartono Yudhokusumo, dan Mengungsi karya S. Sudjojono.

Nuansa heroik dalam karya-karya tersebut dapat dinikmati publik selama satu bulan penuh hingga 30 Agustus 2016 yang juga merupakan bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Pameran yang merupakan hasil kerjasama Kementerian Sekretariat Negara RI Sekretariat Presiden, Galeri Nasional Indonesia–Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Ekonomi Kreatif, dan Mandiri Art ini dibuka untuk umum mulai pukul 09.00 sampai 20.00 WIB, serta bebas biaya.

 

*dsy/GNI