Berita : Bagaimana Menciptakan Karya Abstrak? Ini Jawabnya!

 

Seni abstrak, kebanyakan orang melihat lukisan abstrak sebagai seni yang sulit dipahami. “Abstrak tidak perlu dipahami, tapi dirasakan untuk mendapatkan kenikmatannya,” ujar pelukis senior, Sulebar M. Soekarman yang telah lama bergelut dengan seni abstrak. Bila orang awam berurusan dengan menikmati sajian visual seni abstrak, maka lain dengan para perupa. Mereka lebih fokus kepada bagaimana mendapatkan gagasan dan mengekspresikannya sehingga menjadi suatu karya seni.


Seperti yang dibahas dalam sebuah Diskusi pada 16 Oktober 2017, sebagai rangkaian acara Pameran “9 Ruang Abstrak” di Galeri Nasional Indonesia. Persoalan yang mendominasi perbincangan tentang seni abstrak adalah peran kearifan lokal.


Dicontohkan kurator Pug Warudju, 9 Ruang Abstrak merupakan hasil kombinasi kearifan lokal dengan jiwa perupa yang masuk ke dalam kearifan lokal tersebut. Keduanya saling bersinggungan, berinteraksi, dan saling mempengaruhi sehingga tidak terpisahkan satu dengan lainnya. Kearifan lokal sendiri mengandung aspek penting yaitu kebudayaan. Di dalam kebudayaan tersebut juga terdapat adat istiadat, juga tradisi yang dilakukan secara turun-temurun dan terus menerus.


Selain kearifan lokal, spiritualitas juga memiliki kontribusi penting dalam seni abstrak. Spiritualitas mengambil peran sebagai penyeimbang, terutama ketika seseorang menjalani kehidupan di kota metropolitan yang hingar-bingar, tuntutan hidup lebih keras, berkejaran dengan waktu, maka spiritualitas akan membuat seseorang tidak melupakan lingkungan yang berkembang di sekitarnya. Baik kearifan lokal maupun spiritualitas merupakan dua hal yang menjadi sumber inspirasi bagi para perupa abstrak dalam mengekspresikan karya-karyanya, khususnya dalam Pameran “9 Ruang Abstrak” yang masih berlangsung di Galeri Nasional Indonesia hingga 30 Oktober 2017 mendatang.

 

*dst/dsy/GNI