Press Release : Program Bimbingan dan Edukasi “Menjadi Apresiator Seni yang Terhebat”

Galeri Nasional Indonesia —Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan— mengemban tugas untuk memberikan layanan edukasi di bidang seni rupa, yang bertujuan untuk memberikan peningkatan wawasan kreativitas serta mengembangkan apresiasi seni rupa kepada masyarakat luas. Layanan edukasi tersebut dikemas dalam program bimbingan dan edukasi, baik yang dihelat di lingkungan Galeri Nasional Indonesia maupun di berbagai kota di Indonesia yang sebelumnya telah dilakukan di Jakarta, Serang, Sukabumi, Purwokerto, Malang, Tasikmalaya, dan Cimahi.

Pada 2016, dilaksanakan kembali program bimbingan dan edukasi dengan mengangkat tema “Menjadi Apresiator Seni yang Terhebat”. Program serupa pernah dilaksanakan pertama kali pada akhir 2015 di Galeri Nasional Indonesia, dan 10 Agustus 2016 di Taman Budaya Provinsi Jawa Tengah. Untuk kali ini, workshop Menjadi Apresiator Seni yang Terhebat akan digelar kembali pada 16 Agustus 2016 di Galeri Nasional Indonesia.

Menjadi Apresiator Seni yang Terhebat merupakan program yang fokus pada peningkatan kualitas apresiator dalam mengapresiasi karya seni rupa, meliputi pembekalan tentang cara, sikap, dan perilaku dalam mengapresiasi karya seni rupa dalam suatu pameran. Program ini merupakan leader project untuk mencetak apresiator seni yang hebat, yang memiliki etika dan kualitas baik dalam mengapresiasi karya seni rupa sehingga nilai dan makna yang terkandung dalam karya seni dapat dipahami dan memberi pencerahan dan pengetahuan tersendiri. Selain itu, juga untuk menciptakan kader inisiator yang akan menularkan etika, sikap, dan perilaku yang baik dalam mengapresiasi karya seni rupa kepada lingkungan terdekatnya atau bahkan orang baru di sekitarnya.

Dalam program ini, akan disajikan workshop apresiasi seni, dengan menghadirkan para narasumber diantaranya Tubagus ‘Andre’ Sukmana (Kepala Galeri Nasional Indonesia), Zamrud Setya Negara (Motivator Nasional Edukasi dan Seni Rupa), dan Aola Romadhona (Edukator). Peserta awalnya akan diajak untuk mengapresiasi karya dalam Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia / Koleksi Negara di Gedung B lantai 2. Aktivitas para peserta di dalam ruang pamer tersebut akan difoto secara tersembunyi kemudian ditampilkan di hadapan para peserta untuk ditunjukkan sikap/perilaku mana saja yang baik dan kurang baik dalam mengapresiasi karya seni. Galeri Nasional Indonesia sengaja menjadikan peserta sendiri sebagai role model agar mereka lebih mudah menginternalisasikan etika, sikap, dan perilaku yang baik dalam mengapresiasi karya seni rupa. Selain apresiasi karya, workshop ini juga diisi dengan pengenalan tentang Pameran Pameran Tetap Koleksi Galeri Nasional Indonesia / Koleksi Negara.

Konsep program seperti ini penting untuk disajikan kepada publik baik pelajar, mahasiswa, guru, perupa, dan masyarakat umum, terutama kalangan anak muda, mengingat data pengunjung Galeri Nasional Indonesia hingga pertengahan tahun 2016 lebih didominasi oleh generasi muda, terutama siswa/siswi sekolah dan mahasiswa. Kebanyakan dari mereka mengikuti trend selfie dengan berfoto di depan karya seni rupa untuk diunggah di media sosial. Banyak juga anak-anak muda yang merespon secara berlebihan pada saat mengapresiasi karya seni rupa seperti menyentuh dan/atau memegang karya seni rupa. Tindakan tersebut tidak dibenarkan, karena mengarah pada perusakan karya seni rupa. Karya seni harus tetap dilestarikan, dipelihara, dan dijaga keamanannya agar tetap dapat dinikmati dan diwariskan kepada generasi muda sebagai penoreh sejarah penting perkembangan seni rupa.

Dengan diselenggarakannya program bimbingan dan edukasi “Menjadi Apresiator Seni yang Terhebat” ini, diharapkan para peserta menyadari dampak negatif dari sikap dan perilaku yang tidak dibenarkan dalam mengapresiasi karya seni. Lebih dari itu, peserta diharapkan menjadi agen perubahan untuk diri sendiri dan lingkungan sekitarnya sehingga mampu mengapresiasi karya seni dengan cara-cara yang sesuai dengan peraturan yang sudah ditentukan. Semoga acara ini mampu menciptakan para apresiator seni yang terhebat!

Jakarta,  Agustus 2016