Berita : Oom Pasikom Kehilangan Ayah, GM Sudarta

 

 

GM Sudarta lahir di Klaten, 20 September 1945, dengan nama Gerardus Mayela Sudarta. Ia dikenal sebagai kartunis yang sangat identik dengan Oom Pasikom yang diciptakannya pada 1967. Karakter kartun inilah yang melambungkan namanya dan setia berkesenian bersama Sudarta hingga masa-masa akhir hidupnya. Sudarta dikabarkan berpulang dalam usia 73 tahun pada Sabtu, 30 Juni 2018.

 

Sudarta yang mengenyam pendidikan di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta (1965-1967) ini sempat menjadi penulis puisi, kartunis di Majalah Merah Putih Jakarta (1966), juga terlibat dalam perancangan diorama Monumen Nasional (1966) dan Monumen Pahlawan Revolusi Lubang Buaya. Ia bergabung dengan Harian Kompas (akhir Maret 1967). Di sinilah ia menciptakan Oom Pasikom.

 

Diterbitkan di Harian Kompas secara konsisten sejak April 1967, Oom Pasikom menjadi sangat spesial. Lewat karakter kartun laki-laki berjas tambalan dan mengenakan baret tersebut, Sudarta dapat melontarkan kritik humoris yang menyetil tentang isu-isu sosial, politik, ekonomi, juga fenomena yang terjadi dalam masyarakat, yang justru mengundang senyum orang yang dikritiknya.

 

"Saya sependapat dengan Jakob Oetama bahwa kartun tidak bisa melakukan revolusi. Tapi, kartun harus cerdas, tajam, dan bijak dalam memotret realitas hidup dan memberi penyadaran atau kritik yang baik. Setidaknya, kartun memberi tahu ada sebuah kesalahan atau penyelewengan. Kartun tidak bisa merevolusi, dia hanya mencegah kesalahan ini jangan terjadi lagi," jelas Sudarta.

 

Mantan Ketua Persatuan Kartunis Indonesia (1980-1990) ini begitu mencintai dunia kartun. Meski telah pensiun dari Harian Kompas (2007), Sudarta tetap teguh menggoreskan spidol untuk mengerjakan karya kartunnya, bahkan saat raganya lemah karena sakit sekalipun. Karena itu karya-karya kartunnya tetap setia menemani pembaca Harian Kompas setiap pekan di halaman opini. "Walaupun saya terkapar, Oom Pasikom harus tetap segar bugar,” tegas Sudarta yang pernah mengajar kartun di Cartoon Departement Kyoto Seika University, Jepang.

 

Ribuan karya telah dihasilkan Sudarta. Karya-karya itu dikumpulkan dalam buku Kumpulan Kartun (1980), Humor Reformasi (1995), dan 40 tahun Oom Pasikom (2007). Selain menggambar kartun, Sudarta juga menulis cerita pendek dan melukis. Ia menggunakan cat minyak dan kanvas untuk lukisan-lukisannya.

 

Selama karier keseniannya, Sudarta berhasil meraih beberapa penghargaan. Diantaranya Hadiah Kalam Kencana dari Dewan Pers Indonesia (1977), Honorary Mention Award dari House of Humor, Gabrovo, Bulgaria (1981), dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan sebagai Kartunis Terbaik (1982), Hadiah Jurnalistik Adinegoro dan Thropy dari PWI (1984-1987), Best Cartoon of Nippon (2000), dan Gold Prize Tokyo No Kai, kompetisi kartun internasional (2004).

 

 

*dsy/GNI/bbs

 

 

 

Sumber:

http://www.bbc.com/indonesia/laporan_khusus/2012/12/121205_tokoh_gmsudarta

https://entertainment.kompas.com/read/2017/05/09/230936110/melihat.indonesia.dalam.pameran.50.tahun.kesaksian.oom.pasikom.

http://ivaa-online.org/2017/06/22/pameran-kartunis-gm-sudarta-50-tahun-kesaksian-oom-pasikom/

http://kabare.id/berita/ziarah-untuk-mas-gm-oom-pasikom-sudarta

https://megapolitan.kompas.com/read/2018/06/30/10061241/kartunis-oom-pasikom-gm-sudarta-tutup-usia

https://nasional.kompas.com/read/2015/09/28/15150001/Kepahitan.GM.Sudarta.Diserbu.Panser.dan.Penyakit.Aneh

https://regional.kompas.com/read/2018/06/30/16194161/kenangan-stempel-kumbara-dari-kartunis-gm-sudarta