Press Release : Pameran Tunggal Xie Dongming "Selfscape"

 

Lukisan potret —baik gambaran sosok seseorang yang telah dikenal luas maupun tidak— seringkali dianggap terbatas karena secara umum orang hanya menimbang soal kemiripan (resemblance) antara model dan sebuah hasil lukisan. Kebanyakan pihak menganggap lukisan potret adalah perkara tentang hasil peniruan (imitation) yang berakar pada pengertian ‘mimesis’ yang diajarkan filsuf Yunani klasik, Plato. Namun menurut peneliti Hans-Georg Gadamer, ‘mimesis’ justru bermakna luas karena mimesis “has the sense of ‘making the absent present”. Mimesis, dalam hal ini, bermakna sebagai manifestasi persoalan ‘mewujudkan’ hal ‘yang tak ada’ menjadi ‘ada’, dengan demikian maka pengertian Platonik mengenai mimesis adalah persoalan tentang cara ‘memanifestasikan dunia idea’, mewujudkan soal dunia gagasan menjadi sesuatu yang tercerap secara fisikal. Bingkai inilah yang digunakan untuk memahami lukisan-lukisan potret —mengenai sosok-sosok figur di berbagai pelosok negeri China— yang dikerjakan Xie Dongming sebagai seorang pelopor kemajuan seni lukis (realis) China.

Melalui karya lukisan-lukisannya, Dongming tak hanya mencatat ‘apa yang ada’ melainkan mewujudkan gagasan tentang kehidupan dan budaya China yang terus bergerak, sejalan dengan penilaian yang dikemukakan kritikus Xiaoxia, bahwa "[para] pelukis Cina harus memiliki kualitas sendiri sebagai pelukis Cina, ide-ide mereka sendiri, pandangan dan metode ekspresif kehidupan." Lukisan-lukisan potret yang dikerjakan Dongming memang tidak sepenuhnya realistik melainkan justru bersifat ekspresif dengan cara pendekatan yang tak sama dalam pemakaian medium dan idiom seni lukis tertentu (apakah dikerjakan dengan teknik cat air ataupun cat minyak). Kekuatan ekspresi lukisan-lukisan Dongming berada sekaligus diantara gagasan tentang image bentuk (identitas) yang digambarkannya dengan kekuatan teknik dan material pewarna yang dikerjakannya. ‘Penyimpangan’ bentuk yang dihasilkan oleh cara melukis yang ekspresif ini tidak hanya menjadikan hasil karyanya terasa dekat dan hangat karena seakan menyapa dimensi perasaan kita yang mengamati karya-karya tersebut, namun juga sekaligus merangkum pengalaman interaksi hidup yang mengandung intensi penghayatan dan nilai.

Untuk melihat dan merasakan Dongming melalui lukisan-lukisan potretnya, disuguhkan sebuah pameran tunggal berjudul “Selfscape”. Dikuratori Rizki A. Zaelani, ‘Selfscape’ atau soal tataran tentang ‘pemandangan-diri’ ini dipilih untuk menjelaskan upaya perluasan cara memahami diri yang dikerjakan Dongming dengan meraih intensi ‘pengalaman yang mendalam’ tentang orang lain secara ekspresif dan mengandung nilai emosi. Lukisan-lukisan Dongming dikerjakan untuk meraih lapisan-lapisan pengalaman yang terdalam mengenai seseorang (yang lain dari kita sendiri). Hasil yang hendak dicapai Dongming bukan mengenai nilai ‘ketepatan’ mengenai sebuah keadaan atau peristiwa tertentu melainkan soal pencapaian nilai pengalaman akan keindahan yang berkesesuaian dengan visi penciptaan yang dihidupinya. Lukisan mengenai seseorang yang dikerjakan Dongming tidaklah sepenuhnya tentang seseorang tersebut, melainkan juga tentang sebuah perjalanan mencapai manifestasi tentang keindahan.

“Selfscape” akan menampilkan lukisan-lukisan mutakhir Xie Dongming yang menunjukkan hasil penjelajahannya di berbagai tempat (budaya) di daratan China juga di luar China —termasuk di Indonesia— saat ia pernah memiliki kesempatan untuk mengunjungi dan mengamati warga di daerah sekitar Yogyakarta. Pameran hasil kerjasama Galeri Nasional Indonesia dan Fang Gallery ini akan digelar pada 14–24 Februari 2017 di Gedung D Galeri Nasional Indonesia. Selain pameran, publik juga dapat menikmati Video Screening berjudul “My Trip to Pamir”.

 

-------------

Pembukaan
14 Februari 2017  |  Pukul 19.00 WIB
Gedung D Galeri Nasional Indonesia

Pameran
15–24 Februari 2017  |   Pukul 10.00 – 18.00 WIB
(Tutup pada Hari Libur Nasional)
Gedung D Galeri Nasional Indonesia