Press Release : Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan RI “Senandung Ibu Pertiwi”

Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan RI “Senandung Ibu Pertiwi” di Galeri Nasional Indonesia

Kementerian Sekretariat Negara kembali melaksanakan Pameran Lukisan Koleksi Istana Kepresidenan sebagai bagian dari rangkaian Peringatan Bulan Kemerdekaan HUT RI ke-72 Tahun 2017. Pameran kali ini merupakan pameran lukisan Istana Kepresidenan kedua setelah sukses penyelenggaraan pertama tahun lalu di Galeri Nasional Indonesia.

Judul pameran adalah “Senandung Ibu Pertiwi” yang dapat dimaknai sebagai Tanah Air, tempat kita dilahirkan dan berkarya bersama-sama.

Pameran mempunyai 3 tujuan, yaitu masyarakat dapat ikut menikmati karya para seniman kita di masa lalu yang berkualitas tinggi; untuk menunjukkan karya-karya unggulan seniman kita kepada komunitas internasional; dan sebagai wujud komitmen Kementerian Sekretariat Negara dalam pemeliharaan karya-karya seni unggulan dari masa lalu, yang menjadi koleksi di Istana-Istana Kepresidenan.

Pameran akan dibuka secara resmi oleh Bapak Presiden pada 1 Agustus 2017, pukul 08.30 WIB. Pameran terbuka untuk umum tanggal 2 s.d. 30 Agustus 2017 di Galeri Nasional Indonesia.

Dibanding tahun lalu yang memamerkan 28 lukisan dari 21 pelukis, pameran lukisan kali ini akan menampilkan lebih banyak lukisan dan dokumentasi lain yaitu:

  1. 48 lukisan dari 41 pelukis yang dibuat antara abad 19 dan abad 20
  2. Arsip dan dokumentasi yang berkait dengan materi pameran dan pemeliharaan koleksi istana pada ruang khusus
  3. Lukisan karya Makovsky, salah satu karya yang pernah dikonservasi pada 2004, yang akan ditampilkan melalui LED.

Dari 48 lukisan tersebut, dibagi menjadi beberapa tema kecil, yaitu:

  1. Keragaman Alam (12 lukisan) Merupakan bagian dari daya tarik Kepulauan Nusantara yang saat ini menjadi keunggulan wisata dunia
  2. Dinamika Keseharian (11 lukisan) Menggambarkan kehidupan sehari-hari dari kalangan masyarakat petani, nelayan dan para pedagang. Pemandangan umum pada masanya, namun masih berjejak hingga kini.
  3. Tradisi dan Identitas (15 lukisan), sebagai informasi Istana Kepresidenan memiliki lebih dari 50 lukisan bertema kebaya, menunjukkan bahwa kebaya menjadi tradisi dan identitas berbusana di Indonesia.
  4. Mitologi dan Religi
    Masyarakat dari berbagai pelosok Kepulauan Nusantara yang kaya dengan nilai-nilai mitologi yang berasal dari perpaduan agama-agama besar yaitu Islam, Kristen, Hindu, dan Budha
  • Keyakinan agama yang dianut umumnya ikut mempengaruhi proses kreativitas penciptaan oleh para seniman.
  • Ahmad Sadali dan A.D. Pirous dua pelukis modern terkemuka di Indonesia, mengembangkan seni lukis abstrak, dan mengimbuhnya dengan kaligrafi, sesuatu yang berbeda dengan lukisan-lukisan lainnya, namun menyatu dalam konsep kuratorial pameran kali ini.

 

Berikut 41 pelukis terpilih dalam pameran “Senandung Ibu Pertiwi”, koleksi Istana Kepresidenan:

  1. Abdul Djalil Pirous
  2. Abdullah Suriosubroto
  3. Ahmad Sadali
  4. Alimin Tamin
  5. Barli Sasmitawinata, dengan lukisan ikonik “Perempuan Berkebaya”, tahun (tidak diketahui), oil on canvas, ukuran 97 x 77 cm (masuk kelompok lukisan tema Tradisi dan Identitas)
  6. Basoeki Abdullah, dengan lukisan ikonik “Nyai Roro Kidul”, 1955, oil on canvas, ukuran 160 x 120 cm (masuk kelompok lukisan tema Mitologi dan Religi)
  7. Carl Lodewijk Dake, Jr
  8. Cristiano Renato
  9. Dullah
  10. Ernest Dezentje
  11. Fadjar Sidik
  12. Frida Holleman
  13. Gambiranom Suhardi
  14. Hendra Guawan
  15. Henk Ngantung
  16. I Gusti Ketut Kobot,
  17. Ida Bagus Made Poleng
  18. Ida Bagus Made Widja
  19. Itji Tarmizi, dengan lukisan ikonik “Lelang Ikan”, 1950, oil on canvas, ukuran 140 x 195 cm (masuk kelompok lukisan tema Dinamika Keseharian)
  20. Kartono Yudhokusumo
  21. Koesnan
  22. Lee Man Fong
  23. Locatelli
  24. Mas Pirngadie
  25. Raden Saleh, dengan lukisan ikonik “Harimau Minum”, 1863, oil on canvas, ukuran 160 x 116 cm (masuk kelompok lukisan tema Keragaman Alam)
  26. Ries Mulder
  27. Rudolf Bonnet
  28. S. Soejono Ds.
  29. S. Toetoer
  30. Soedibio
  31. Sudarso
  32. Sumardi
  33. Thamdjidin
  34. Theo Meier
  35. Tino Sidin
  36. Trubus
  37. Wakidi
  38. Walter Spies
  39. Wardoyo
  40. Wen Peor
  41. Wilhelmus Jean Frederic Imandt

 

Selama pameran, dilaksanakan juga sejumlah kegiatan:

  1. Workshop Melukis bersama Komunitas Difabel (10 Agustus 2017)
  2. Diskusi Para Pakar: Menjaga Ibu Pertiwi (19 Agustus 2017)
  3. Lomba Lukis Kolektif Tingkat Nasional (26 Agustus 2017)
  4. Workshop Menjadi Apresiator se-Jabodetabek (29 Agustus 2017)
  5. Tur Pameran oleh para kurator, setiap Sabtu dan Minggu

Kementerian Sekretariat Negara mengundang masyarakat luas, khusunya warga Ibukota dan sekitarnya, untuk meluangkan waktu bersama keluarga mengunjungi pameran lukisan ini

Jakarta, 31 Juli 2017

  Humas Kemensetneg

  Unduh Booklet Disini