Press Release : Pameran PRIHAL arsitektur andramatin

 

Studio andramatin bekerja sama dengan Galeri Nasional Indonesia menyelenggarakan pameran bertajuk Prihal, yang menampilkan kumpulan gagasan dan karya-karya perancangan dari studio arsitektur ‘andramatin’. Pameran ini merupakan rangkuman, sekaligus penanda dari dua dekade perjalanan berkarya andramatin sebagai sebuah studio perancangan, yang didirikan dan dikepalai oleh Isandra Matin Ahmad (andramatin) sejak tahun 1998.

andramatin (lahir di Bandung, 16 Agustus 1962) adalah seorang arsitek dan salah satu figur kontemporer pada perkembangan dunia arsitektur di Indonesia. Andra Matin juga merupakan satu di antara beberapa penggerak utama dari kelompok AMI (Arsitek Muda Indonesia), sebuah kolektif arsitek muda yang aktif menyuarakan gagasan-gagasan progresif tentang arsitektur Indonesia sejak tahun 1989. Melalui karya-karya perancangannya sejak dua dekade yang lalu, andramatin telah mendapatkan berbagai penghargaan nasional maupun internasional, beberapa di antaranya adalah penghargaan Ikatan Arsitek Indonesia pada tahun 1999, 2002, 2006, dan 2011, penghargaan Honorable Mention pada the 16th Venice Architecture Biennale 2018, serta Aga Khan Award shortlist pada tahun 2019.

Pameran Prihal sendiri dirancang oleh andramatin, dan melibatkan beberapa kolaborator lainnya dalam upaya mengumpulkan data, mengolah, juga menyajikan ulang karya-karya terpilih yang dipamerkan di dalamnya. Melalui materi yang ditampilkan, pameran ini menjadi harapan bersama penyelenggara dalam memberikan kesempatan kepada publik untuk mengapresiasi, serta memahami lebih dalam terkait cara berarsitektur yang dimiliki oleh andramatin. Prihal hadir sebagai upaya untuk merekam dan melanjutkan keberlangsungan karya tersebut, sehingga dapat diketahui dan dimanfaatkan secara positif oleh generasi di masa ini maupun yang akan datang.

Dipaparkan tim kurator pameran: Artiandi Akbar dan Danny Wicaksono, ide besar terkait pameran Prihal setidaknya berangkat dari dua gagasan utama. Yang pertama adalah mengenai peran yang diambil andramatin melalui perancangannya, terhadap beragam dimensi ruang hidup di Indonesia. Dalam hal ini, peran yang dilakukan oleh arsitek dapat dipahami sebagai sebuah peran yang giat; yang dapat menjahit harapan dari berbagai penghidupan masyarakat; yang menempatkan disiplin arsitektur lebih dari sekedar profesi di tengah hiruk pikuk industri bangunan. Yang kedua adalah mengenai bagaimana disiplin arsitektur itu sendiri diciptakan, dikelola dan dibina (baik secara sengaja atau tidak) di dalam keseharian kerja lingkungan studio andramatin. Dengan demikian, pameran ini tak hanya hadir dengan maksud untuk memperlihatkan apa saja yang tampak dan tersurat dari karya-karya andramatin, tapi juga memahami berbagai pokok persoalan dan makna-makna yang tersirat, yang dalam banyak kesempatan, tidak sering ditunjukkan.

Lewat 49 karya arsitektur yang disajikan di dalam ruang utama, maket-maket dengan skala 1:200 dalam berbagai ukuran; juga lewat video wawancara dan suasana kerja yang dibawa ke ruang pameran; serta materi-materi lain yang melengkapi, pameran ini menyaring dan membingkai dari setidaknya 800 lebih karya-karya arsitektur andramatin ke dalam 8 bagian di dalam lingkungan area Galeri Nasional Indonesia. Di dalam 8 bagian tersebut, setengahnya adalah tentang karya arsitektur andramatin, (yang sebagian besarnya belum pernah diperlihatkan kepada publik), kemudian paruh keduanya adalah tentang hal-hal lain yang ada di sekeliling kerja sehari-hari studio andramatin. Kedelapan ‘prihal’ ini dirancang secara khusus sebagai satu ruang menerus yang merespons dan melintasi ruang-ruang eksisting gedung Galeri Nasional Indonesia, membawa pengunjung untuk mengalami arsitektur andramatin secara langsung.

Alur gagasan kuratorial Prihal dimulai dengan ‘bagian pembuka’ berupa lorong yang ditutup oleh anyaman rotan dan terletak di bagian depan Galeri Nasional Indonesia. Di dalamnya berisi 824 karya andramatin yang didesain sejak tahun 1998 hingga tahun 2019. Desain-desain ini ditampilkan dalam bentuk lini masa yang disusun berurutan sesuai dengan nomor proyek. Alur pameran berlanjut menuju ruang dalam Gedung A, di mana terdapat 4 bagian berikutnya: yaitu, Prihal Jakarta yang berisi 8 proyek bangunan-bangunan publik yang didesain oleh andramatin di Jakarta, Prihal Kota Yang Lainnya yang berisikan 17 proyek yang didesain oleh andramatin di kota-kota di Indonesia selain Jakarta, Prihal Bentuk yang berisikan lebih dari 20 karya andramatin yang tidak/belum dibangun, dan memiliki fokus pada pencarian bentuk arsitektur di dalam perancangannya, dan Prihal Material yang memperlihatkan eksplorasi material andramatin. Alur Pameran kemudian menerus menuju Gedung B yang meliputi 3 bagian terakhir pameran: yaitu, Prihal Yang Berulang yang menampilkan video wawancara dengan 7 orang klien andramatin, Prihal Sehari Hari yang memperlihatkan keseharian di studio andramatin lewat foto, video dan mock-up ruang kerja, dan ‘bagian penutup’ yang berupa area interaktif.

Prihal turut serta melibatkan beberapa pihak lain sebagai kolaborator perancangan materi pameran. Desain grafis untuk Graphic Identity pameran Prihal dirancang oleh Leboye, sementara desain grafis untuk materi pameran dan signage system dirancang oleh Nusae. Videografi dan foto utama untuk pameran dikerjakan oleh Davy Linggar, sementara tata cahaya penerangan di seluruh area pameran dikerjakan oleh Hadi Komara. Selain mengetengahkan topik bahasan melalui pameran, gagasan kuratorial ini juga dihubungkan dengan program publik lainnya yang bertajuk Prihal Talks: Relations bersama Kazi Khaleed Ashraf (praktisi dan pendidik arsitektur dari Bengal Institut, Bangladesh), Marina Tabassum (praktisi dan pendiri studio arsitektur Marina Tabassum Architects, Bangladesh), Varudh Vavararn (kurator dan praktisi arsitektur dari Vin Vavararn Architects, Thailand), dan Yoshiharu Tsukamoto (arsitek dan pendiri dari studio arsitektur Atelier Bow Wow, Jepang), serta dimoderatori oleh Shirley Surya (kurator  dan peneliti dari M+ Hong Kong’s Museum  for Visual Culture). Sesi presentasi/diskusi yang diselenggarakan bersama pihak Anabata series dan pembicara tamu tersebut akan digelar sebagai collateral event pada hari Jum’at, 29 November 2019, pukul 13:30 – 19:00 di Theatre Hall, Titan Center, Boulevar Bintaro, Bintaro Jaya.

Melalui pameran beserta berbagai rangkaian acaranya, seluruh penyelenggara pameran Prihal berharap dapat mendorong munculnya pemahaman lebih mengenai arsitektur dan kerja arsitek, serta pentingnya perhatian untuk membina hal tersebut secara bersama-sama, untuk menciptakan ekosistem berarsitektur yang semakin baik di Indonesia. Bagi khalayak yang lebih luas, kesempatan melihat langsung karya-karya arsitektur dari studio andramatin merupakan kesempatan yang baik untuk meluaskan wawasan dan wacana lanjut dari perkembangan dunia arsitektur di Indonesia saat ini. Pameran ini diharapkan juga dapat memberikan kesempatan bagi para arsitek, desainer, pelajar, serta elemen masyarakat lainnya untuk mengapresiasi, mempelajari, dan mendapatkan pengetahuan terkait karya-karya perancangan arsitektur sebagai sebuah bentuk perhatian yang mendalam, yang menyangkut keberlanjutan ruang hidup dan penghidupan masyarakat di Indonesia, di kemudian hari.

 

-----------------

Pameran

“Prihal: Arsitektur Andramatin”

 

PENYELENGGARA

studio andramatin

 

BEKERJA SAMA DENGAN

  • Galeri Nasional Indonesia

  • TOTO

  • Byo Living

  • VIVERE

 

SENIMAN/ARSITEK

andramatin

 

KARYA

Lorong lini masa perjalanan karya andramatin dari tahun 1998 hingga tahun 2019; 49 karya perancangan arsitektur terpilih dalam bentuk maket berskala 1:200, gambar ortografi dan gambar skenografi, instalasi ruang, dan video dokumenter.

 

KURATOR

Artiandi Akbar

Danny Wicaksono

 

KOLABORATOR

Leboye & Nusae (Desain Grafis)

Davy Linggar (Videografi)

Hadi Komara (Tata Cahaya)

 

PEMBUKAAN

Rabu, 27 November 2019

19.30  |  Gedung A Galeri Nasional Indonesia

Jl. Medan Merdeka Timur No.14 Jakarta Pusat

 

PAMERAN

28 November 2019 - 11 Desember 2019

10.00 – 19.00  |  Gedung A,  B, & area outdoor

 

 

PROGRAM PUBLIK

Prihal Talks: Relations”

 

Pembicara:

Kazi Khaleed Ashraf (Bengal Institute, Bangladesh)

Marina Tabassum (Marina Tabassum Architects, Bangladesh)

Varudh Vavararn (Vin Vavararn Architects, Thailand)

Yoshiharu Tsukamoto (Atelier Bow Wow, Japan)

Moderator:

Shirley Surya [M+ Hong Kong’s museum for visual culture)

 

Jumat, 29 November 2019

Pukul 13:30 – 19:00

di Theatre Hall, Titan Center, Boulevar Bintaro, Bintaro Jaya